
"emang nya iya...?"tanya Sarah.
"he.. he.. he"Ara nyengir karena malu.
"sayang, kamu liat ya..?"tanya Ara kepada Leo.
"iya aku liat, tadi nya aku mau nyamperin kamu karena kamu lama banget gak balik ke mobil, ternyata aku ngeliat pemandangan itu"jawab Leo.
"terus kenapa kamu gak nyamperin aku, gak marah gitu...?"tanya Ara lagi.
"aku gak mau ganggu, kali ini aku kasih kesempatan biar Arka ngerasa tenang, jadi aku balik aja lagi ke mobil.Yang penting ingat ini terakhir kali nya ya"jawab Leo.
"wah salut gue bro sama loe"ucap Rio.
"iya patut di ancungin 2 jempol, eh 4 deh sama jempol kaki"sambung Bryan.
"apaan sih kalian itu nama nya Leo percaya sama Ara"ucap Sarah.
"iya bener, penting nya kepercayaan dalam sebuah hubungan"sambung Nadia.
"sayang, makasih ya. Iya aku janji ini yang terakhir kok"ucap Ara lalu mencium pipi Leo.
"wow...kita gak liat ya"ucap Rio.
"so sweat banget sih"ucap Nadia.
Leo dan Ara tersenyum malu dan mereka pun berpelukan.
"bahagia nya serasa dunia milik berdua"ucap Sarah.
"sayang ,aku mau di peluk juga"pinta Nadia.
"sini aku peluk"ucap Rio lalu memeluk Nadia.
Bryan juga langsung berinisiatif memeluk Sarah dan membuat mereka semua sama-sama merasakan bahagia .
...
"terima kasih ya Pak udah kasih saya kesempatan buat kerja lagi di sini"ucap Nadia kepada Pak Andreas Direktur utama di Perusahaan Nadia bekerja.
"iya sama-sama Nadia, sejujurnya saya juga terkejut waktu itu karena kamu tiba-tiba risent, mendadak sekali, tapi karena kamu sudah menjelaskan semua nya ke saya, saya mengerti situasi nya dan saya kasih kamu kesempatan lagi. Lagian kenapa tidak, kamu itu salah satu karyawan terbaik saya"ucap Pak Andreas.
"sekali lagi terima kasih banyak Pak"ucap Nadia.
"oh iya selamat ya atas pertunangan kamu dan Rio, maaf saya tidak bisa hadir karena ada keperluan mendadak di luar kota"ucap Pak Andreas lagi.
"terima kasih ucapan nya Pak, iya Pak gak papa kok. Kalau begitu saya permisi mau kerja dulu ya Pak"ucap Nadia.
"iya silahkan Nadia"jawab Pak Andreas.
__ADS_1
Lalu Nadia keluar dari ruang Direktur dan sudah ada Rio yang menunggu nya di depan pintu.
Nadia keluar dengan pura-pura menunjukkan wajah sedihnya di depan Rio.
"sayang kenapa kamu sedih...? "tanya Rio.
Nadia terdiam dan tidak menjawab.
"sayang, jangan sedih ya. Gak papa kok, kamu bisa cari kerjaan tempat lain atau kerja di Perusahaan Om kamu bareng Ara atau kamu istirahat aja dulu di rumah, tenang aja aku yang akan kasih kamu uang dan penuhi semua kebutuhan kamu, kamu kan calon istri aku"ucap Rio.
"ha.. ha.. ha.."Nadia yang sejak tadi menahan tawa akhirnya melepas tawa tersebut.
"kamu kok ketawa, kamu ngerjain aku ya..?"tanya Rio.
"kamu sih lucu banget banget kata-kata nya, kamu tenang aku boleh kok kerja lagi ,jadi kamu gak perlu kasih aku uang dan nanggung biaya hidup aku seperti yang kamu bilang tadi, ha.. ha.. ha.. "terang Nadia dan tertawa lagi.
"kamu tu ya resek banget sih"ucap Rio kesal.
"udah ah yuk kerja"ajak Nadia.
...
tok.. tok... tok... (suara ketukan pintu)
"silahkan masuk"ucap Pak Haris.
"pagi Om"sapa Ara.
"pagi Ara, silahkan duduk"ucap Pak Haris.
"iya Om terima kasih, ada apa ya Om panggil Ara...?"tanya Ara.
"begini Ara, bukan nya seminggu lagi kamu mau tunangan...?"tanya Pak Haris.
"iya Om benar"jawab Ara.
"kenapa kamu tidak ambil cuti saja buat persiapan, kamu itu jarang sekali ambil cuti"ucap Pak Haris lagi.
"em gak perlu kok Om, semua nya udah di urus sama Mami dan udah beres"terang Ara.
"oh begitu, tapi tetap saja Ara kamu itu harus istirahat,kerjaan juga lagi tidak banyak kan, kamu pulang saja ya ambil cuti"perintah Pak Haris.
"gak mau Om, entar aja tunggu hari kamis deh Ara ambil cuti,lagian ini bukan hari pernikahan Om,cuma tunangan aja kok"ucap Ara.
"iya sudah terserah kamu,oh ya hari Sabtu kan ya acara nya...?"tanya Pak Haris.
"iya Om"jawab Ara.
"kata nya Tante Irene mau pulang, dia mau ikut hadir di acara spesial kamu"ungkap Pak Haris.
__ADS_1
"oh ya, terus Kak Irene gimana Om...?"tanya Ara.
"Irene sudah jauh lebih baik, Tante di sana sibuk mambantu bisnis mereka makanya kemarin tidak sempat mau pulang untuk hadir di acara tunangan nya Nadia"jawab Pak Haris.
"syukur lah Om kalau Kak Irene udah membaik keadaan nya, sejujur nya Ara masih ngerasa bersalah banget sama Om, Tante, apa lagi Kak Irene, Ara gak nyangka kalau Tante Irene bela-belain mau pulang untuk acara pertunangan Ara"ungkap Ara.
"Ara, sudah ya jangan kamu ungkit lagi masalah itu, Om dan Tante tidak pernah menyalahkan kamu karena itu memang bukan salah kamu"ucap Pak Haris.
"Ara seneng banget Om kalau Tante Irene beneran akan datang"ucap Ara.
"iya Ara, ya sudah kamu lanjut kerja saja ya.Janga lupa laporan keuangan bulan ini"ucap Pak Haris.
"iya Om, Ara permisi ya"pamit Ara.
...
"Malam Tante"sapa Rio saat Bu Jasmine membuka pintu rumah nya.
"Rio, ayo silahkan masuk"ajak Bu Jasmine.
"makasih Tante"ucap Rio.
"kamu duduk dulu ya, Tante panggilkan Nadia dulu"ucap Bu Jasmine.
"iya Tante"jawab Rio.
Setelah memanggil Nadia, Bu Jasmine pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Rio, sedangkan Nadia pergi ke ruang tamu menghampiri Rio.
"sayang kamu kok gak bilang-bilang mau dateng....?"tanya Nadia.
"ngapain juga bilang-bilang, kan udah tunangan, udah di restui sama Mama kamu"jawab Rio.
"iya deh yang udah di restui"ucap Nadia.
"Rio kamu kenapa repot-repot bawa martabak segala"ucap Mama Nadia.
"gak papa Tante, gak repot kok. Ini cemilan buat Tante dan Nadia aja"ucap Rio.
"terima kasih ya Rio"ucap Mama Nadia.
"sama-sama Tante"jawab Rio.
"Rio, maafin sikap Tante selama ini yang tidak baik sama kamu ya, tapi kamu selalu sabar sama Tante dan tetap Setia sama Nadia"ucap Mama Nadia.
"Tante, Rio gak papa. Gak ada yang perlu di maafkan, Tante gak salah apa-apa. Rio sadar kok itu semua salah Rio, jadi wajar kalau Tante bersikap kayak gitu, Tante takut kan Rio bakalan nyakitin Nadia lagi. Tapi Rio janji Tan,itu gak akan pernah terjadi lagi"ucap Rio.
Nadia dan Mama nya terharu mendengar ucapan Rio.
***
__ADS_1