
"Aria kamu udah tanya belum sama teman-temannya Arka...?"tanya Rio.
"mau tanya ke siapa Kak, yang aku tau teman Kak Arka cuma Kak Beni dan kalian.Papa udah telpon Kak Beni dan gak ada Kak Arka"terang Arka.
"ya udah Aria yang tenang ya, Kak Arka itu udah gedek pasti bisa kok jaga diri, kalau tau info tentang Kak Arka kita saling kabarin aja, oke"ucap Rio.
"iya Kak, aku pasti akan kabarin ke Kakak"ucap Aria.
"ya udah Aria, Kakak masih ada urusan"ucap Rio.
"iya Kak, bye... "ucap Aria.
"bye... "balas Rio.
Dan panggilan telfon terputus.
...
"apa...? sayang kamu gak bohong kan...?"tanya Ara tidak percaya.
"hust... kamu jangan teriak entar kedengeran sama orang tua kamu. Bener sayang, untuk apa juga aku bohong sama kamu,aku dengar semuanya secara langsung percakapan antara Tante Jasmine dan Arka"terang Leo.
"masalah seserius ini Nadia gak cerita ke kita, apa lagi Rio itu tunangannya, malah Arka yang tau"ucap Ara.
"Nadia pasti punya alasannya sayang,pasti Nadia gak mau kita semua khawatir, mungkin Arka gak sengaja tau makanya dia jadi satu-satu nya orang lain yang tau soal penyakit Nadia"ucap Leo.
"iya kamu benar sayang"ucap Ara.
"kita harus kasih tau Rio, Rio berhak tau"ucap Leo.
Leo mengeluarkan ponsel dari sakunya dan hendak menelpon Rio.
"jangan sayang"ucap Ara.
"kenapa sayang..?"tanya Leo.
"seperti yang kamu bilang, Nadia sembunyiin ini dari kita karena ada alasannya.Jadi menurut aku kita gak boleh kasih tau Rio, yang berhak kasih tau ke Rio ya cuma Nadia"jawab Ara.
"jadi kita harus gimana sekarang ini sayang...?"tanya Leo lagi.
"sayang, jalan-jalannya kita cancel aja ya. Kita ke Rs sekarang"ajak Ara.
"iya sayang,ini lebih penting"ucap Leo.
"ehm"jawab Ara mengangguk.
"gak papa kita langsung pergi aja, gak pamitan dulu...?"tanya Leo.
"gak papa, Mami Papi kan tadi udah tau kamu datang dan kita mau pergi"jawab Ara.
__ADS_1
"ya udah kita langsung jalan"ajak Leo.
"iya sayang"jawab Ara.
Lalu Leo melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
...
"syukurlah Operasi berjalan lancar meskipun bukan Dokter Herman yang menangani karena Dokter Herman menjadi donor, dan untungnya kita juga punya stok darah yang sama dengan darah Nadia sehingga semuanya berjalan sesuai keinginan kita"ucap Dokter Andre.
"huft.. syukurlah"ucap Arka lega.
"syukurlah Dok, Terima kasih banyak ya Dok,jadi bagaimana selanjutnya...?"tanya Bu Jasmine.
"meskipun Nadia sudah melewati masa kritisnya, akan tetapi masih butuh waktu yang lama untuk pemulihan, sebentar lagi Nadia akan di pindahkan ke ruang rawat inap. Tapi Buk ada sesuatu juga yang mau saya sampaikan"terang Dokter Andre.
"ada apa Dok..?"tanya Bu Jasmine.
"Dokter Herman kondisinya tidak stabil, sementara akan kami pindahkan dulu ke ruang IGD,sebelumnya sudah kami katakan jika kondisi Dokter Herman saat ini sangat tidak memungkinkan untuk mendonor, sangat beresiko, akan tetapi Dokter Herman tetap memaksa karena menurutnya nyawa anaknya lebih penting, bahkan jika sampai memang nyawanya tidak tertolong ia minta kedua ginjalnya di berikan untuk Nadia"jelas Dokter Andre.
Seketika wajah Bu Jasmine berubah menjadi pucat sedih dan hampir terjatuh, akan tetapi Arka dengan cepat menangkapnya.
"Tante, Tante gak apa-apa kan.. ?"tanya Arka.
"Terima kasih Arka, Tante baik-baik saja"jawab Bu Jasmine.
"baiklah Bu, Mas, saya permisi dulu"pamit Dokter Andre.
"Dokter, tolong lakukan yang terbaik untuk Dokter Herman"pinta Bu Jasmine.
"pasti Bu, kami akan lakukan yang terbaik"jawab Dokter Andre.
"terima kasih Dok"ucap Bu Jasmine.
"iya Bu sama-sama"jawab Dokter Herman.
Beberapa saat kemudian Nadia telah di pindahkan ke ruang rawat inap, sedangkan Dokter Herman ada di ruang IGD.
"Arka kamu tolong jaga Nadia dulu ya, Tante mau lihat Dokter Herman dulu"ucap Bu Jasmine.
"iya Tante tenang aja, Arka pasti akan jaga Nadia"jawab Arka.
lalu Bu Jasmine pergi ke ruang IGD untuk melihat Dokter Herman.
"Mas, terima kasih atas pengorbanan kamu yang mau mengorbankan nyawa kamu demi menolong Nadia,kamu harus bangun Mas, kamu harus sembuh, Nadia harus tau siapa Ayahnya yang sudah menyelamatkan nyawanya"ucap Bu Jasmine menangis.
Bu Jasmine terus menatap Dokter Herman sambil memegang tangannya.
"bangun Mas, aku mau bilang apa sama keluarga kamu jika mereka tahu kamu di sini terbaring lemah hanya karena menolong orang-orang yang tidak di sukai oleh mereka"ucap Bu Jasmine lagi.
__ADS_1
...
"Aria apa kabar udah lama banget kita gak ketemu"ucap Cinta.
"Kak Cinta ada perlu apa ke sini... ?Kak Arka gak ada di rumah"tanya Aria.
"tadinya memang mau ketemu Arka, tapi karena ada kamu jadi gak apa kan kalau Kak Cinta mau ketemu sama Aria aja"jawab Cinta.
"maaf Kak, aku lagi sibuk"ucap Aria dan hendak menutup pintu.
"Aria tunggu, sejak kapan kamu gak sopan gitu sama Kakak, setau Kakak dulu Aria itu baik banget sama Kakak"ucap Cinta.
"sejak Kakak mainin perasaan Kak Arka, sejak Kakak ingkar janji untuk gak nyakitin hati Kak Arka"ungkap Cinta.
"oh soal itu kamu salah paham Ar, gini aja Kakak kan gak tau nih ya kalau Aria pulang, gimana kalau kita jalan, ngobrol, shoping,Kak Cinta traktir deh sebagai ganti karena Kakak gak bawa apa-apa buat Aria"ajak Cinta.
Aria terdiam dan berpikir sejenak.
"pasti gak nolak, mana bisa anak kecil nolak di ajak belanja, di traktir lagi"gumam Cinta dalam hati.
"hm.. mau nyogok gue, gak tertarik"gumam Aria dalam hati.
"maaf Kak Aria gak tertarik, aku lebih memilih duduk diam di rumah"ucap Aria.
"Ar ayo lah"ajak Cinta.
"Aria.. kita jadi pergi kan...?"tanya Rio yang tiba-tiba datang.
"ya ampun Kak Rio pas banget datangnya"gumam Aria dalam hati.
"Rio..."gumam Cinta.
"eh ada Cinta"ucap Rio.
"Kak Rio jadi dong, Aria siap-siap dulu ya"jawab Aria.
"oke Ar"jawab Rio.
"Kak Rio masuk aja dulu, Tunggu di dalam"ucap Aria.
"oh iya, makasih ya Ar"ucap Rio.
"sialan, gue dari tadi datang gak ada di suruh masuk, giliran Rio baru datang langsung di suruh masuk.Tapi cukup menarik, kok bisa ya seorang cowok yang udah punya tunangan malah mau jalan sama cewek lain, gak peduli apa pun alasannya"gumam Cinta dalam hati.
Lalu Cinta pergi meninggalkan rumah Arka.
"Huft.. syukurlah udah pergi tu cewek"ucap Aria.
Aria dan Rio mengintip Cinta dari jendela dengan posisi Aria ada di depan Rio,saat akan membalikkan badan tidak sengaja wajah Aria berhadapan langsung secara dekat dengan wajah Rio.
__ADS_1
***