
"iya ada apaan ya itu...?"tanya Sarah.
"udah kamu tenang aja, biar aku yang liat"ucap Ara.
"aku ikut ya sayang"pinta Leo lalu mengikuti Ara.
Nadia dan Rio juga menyusul Ara dan Leo untuk melihat keributan di luar.
"Pak ada apa ini...?"tanya Ara kepada Pak Satpam.
"ini Mbak ada wanita tanpa undangan memaksa untuk masuk ke dalam"jawab Satpam.
"Irene"gumam Leo.
"Kak Irene"ucap Ara dan mendekati nya.
"Ara.... sini kamu"teriak Irene dan menarik rambut Ara sehingga terjadi keributan kembali.
"aw sakit Kak"rintih Ara dan berusaha melepaskan tarikan Irene.
"Irene stop"teriak Leo dan melepaskan tarikan tangan Irene dari rambut Ara.
"Mbak Irene apa-apaan sih ini"ucap Nadia yang menghampiri Irene.
"sayang kamu gak papa kan"tanya Leo kepada Ara.
"sakit sayang"jawab Ara.
"oh kamu juga di sini ya Nad, ternyata kamu temenan sama pelakor itu"teriak Irene.
"ya aku kenal sama Ara, bahkan kita bukan hanya temenan tapi sahabatan. Pelakor apaan sih ,Ara gak ganggu Mas Bram suami Mbak Kan, Ara pacaran sama mantan Mbak"ungkap Nadia.
"kita belum putus Nadia, kamu itu gak tau apa-apa"teriak Irene lagi.
"tapi Mbak udah nikah, sadar dong Mbak"teriak Nadia.
Leo dengan penuh amarah nya menghampiri Irene dan menarik tangan nya keluar dari kerumunan.
"Leo pelan-pelan sakit tangan aku, kenapa kamu jadi kasar gini sama aku"ucap Irene.
"bener-bener sinting kamu ya,kamu yang maksa aku buat kasar, aku bisa lebih kasar lagi kalau kamu terus menerus ganggu aku atau Ara"terang Leo.
"dan aku bisa lebih ngelakuin hal gila lagi lebih dari ini kalau kamu gak mau balikan sama aku"terang Irene.
__ADS_1
"itu gak akan pernah terjadi, urus aja suami kamu. Kita udah gak ada hubungan apa-apa, aku sama sekali udah gak ada perasaan sama kamu, aku cuma sayang sama Ara"ungkap Leo.
"Leo udah"pinta Ara yang menghampiri Leo.
"iya sayang, ayo kita pergi jangan urus orang gila ini"ajak Leo.
"Leo tunggu"pinta irene.
Irene menarik tangan Leo, akan tetapi Leo memaksa melepaskan nya hingga Irene terjatuh.
Bram yang saat itu tiba langsung menghampiri Irene.
"Irene apa yang kamu lakuin di sini, kamu cuma malu-maluin diri kamu sendiri. Ayo bangun dan kita pulang"ucap Bram.
Irene menangis dan Bram membantu Irene untuk berdiri.
"maaf kalau istri saya selalu mengganggu hubungan kalian, saya pastikan ini yang terakhir karena hari ini juga saya akan bawa Irene pulang ke luar Negeri"ucap Bram.
Lalu Bram dan Irene pergi berlalu dari pandangan mereke.
...
Tepat jam 10 malam Nadia sampai ke rumah di antar oleh Rio.
"Pulang sama siapa kamu...? sudah jam berapa ini, masih berani pulang kamu Nadia"tanya Mama Nadia.
"sama Rio Ma ,memang kenapa Ma... ? Mama udah tau kan Nadia ke acara nikahan Sarah"jawab Nadia.
"tapi kamu tidak bilang pergi sama Rio,bukan nya kamu bilang pergi sama Ara"ucap Mama Nadia.
"ya Nadia memang pergi sama Ara Ma, sama Rio juga. Rio kan pacar Nadia"jawab Nadia.
"dan Irene sudah cerita semua nya ke Mama,kenapa kamu tidak bilang ke Irene kalau kamu sahabat Ara, bahkan Mama juga tidak tahu apa-apa tentang ini, kenapa kamu tega sama sepupu kamu sendiri"ucap Mama Nadia.
"tega apa sih Ma, yang Mbak Irene lakuin itu salah,apa Nadia harus dukung Mbak Irene.Mbak Irene udah punya suami Ma.Ara gak salah apa-apa,dan Nadia gak bilang ke Mbak Irene karena Nadia gak enak Ma"jelas Nadia.
"tetapi itu tidak bisa jadi alasan untuk kamu menutupi kebenaran dari Irene, bahkan kamu juga tadi lebih bela Ara di depan banyak orang"ucap Mama Nadia.
"Nadia gak ngerti ya sama Mama ,jangan mentang-mentang keponakan Mama di belain terus, sementara Nadia yang anak Mama selalu aja salah .Tante Risa dan Om Haris aja gak membenarkan sikap anak nya, kasian suami nya Ma.Mama harus nya cari tau dulu dong kebenaran nya kayak apa"ucap Nadia.
"diam kamu Nadia"bentak Mama Nadia.
Dengan kesal Nadia meninggalkan Bu Jasmine dan masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"kebiasaan main pergi saja kalau di ajak bicara sama orang tua"ucap Mama Nadia.
"apa-apaan sih Mama, yang jelas salah malah di belain"gerutu Nadia.
...
ting.. tung.. suara bel rumah Arka.
"siapa sih pagi-pagi gini"gumam Arka dan bergegas membuka pintu.
"mau ngapain pagi-pagi udah ke sini, gak takut di marahin bokap...?"tanya Arka yang mendapati Cinta di depan rumah nya.
"Arka aku ke sini benar-benar mau minta maaf sama kamu. Bahkan kalau aku di usir sama Papa kamu,aku gak takut kok"jawab Cinta.
"yakin gak takut...?"tanya Arka.
"yakin, tapi sekarang itu gak penting. Yang penting kamu mau maafin aku"jawab Cinta.
"aku udah maafin kamu dari kemarin, jadi bisa gak jangan kesini dan jangan ganggu aku lagi"ucap Arka.
"gak bisa, bukan itu yang aku maksud. Aku mau kamu maafin aku dan kita balikan,aku dan Beni gak ada hubungan apa-apa lagi Ka"ungkap Cinta.
"percuma kamu jelasin, apa pun itu aku udah liat langsung penghianatan di depan mata aku,aku sama sekali udah gak respect sama kamu tau gak"ungkap Arka
"gak mungkin secepat itu kamu ngelupain aku,aku yakin pasti masih ada kan perasaan kamu yang tersimpan buat aku walau hanya sedikit"ucap Cinta.
"sama sekali udah gak ada"terang Arka.
"gak mungkin,bilang sama aku kalau kamu masih sayang dan cinta kan sama aku,kenapa sih kamu gak jujur aja sama aku"pinta Cinta.
"udah sinting nih cewek"ucap Arka.
"ya aku memang gila,gila karena kamu Arka"ungkap Cinta.
"udah lah Cinta kenapa kamu gak lanjutin aja hubungan kamu sama Beni.Kalian cocok kok,cocok banget malah,kenapa juga sih masih mengharap hubungan kita yang udah jelas kandas, berakhir karena perselingkuhan"ucap Arka.
"hubungan kita masih bisa di perbaiki Ka, tolong dong maafin aku dan kasih aku kesempatan sekali lagi, aku menyesal dan janji akan setia sama kamu. Beni juga udah menyesal karena menghianati persahabatan kalian"terang Cinta.
"siapa bilang...? aku sama sekali gak nyesal kok"ungkap Beni yang tiba-tiba muncul.
"Beni"gumam Cinta.
Arka menatap Beni dengan penuh amarah.
__ADS_1
***