Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-280


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, tak terasa waktu pernikahan Ara dan Leo tinggal tujuh hari lagi. kini Ara sedang cuti bekerja. Sesuai kesepakatan, satu minggu sebelum hari H, ia akan berada di rumah untuk beristirahat.


"Mi, Ara bosen banget deh, baru juga di rumah satu hari, gimana kalau tujuh hari Mi," kata Ara kepada maminya yang sedang memasak.


"Sayang, justru karena baru satu hari kamu belum terbiasa, nikmatin aja dulu ya," kata bu Maria.


"Ya gimana nggak bosen Mi, udahlah nggak kerja, nggak boleh ke mana-mana, cuma di rumah aja," kata Ara.


"Ya udah anggap aja kalau kamu lagi menghabiskan waktu di rumah sama Mami," kata bu Maria.


"Iya, aku sih senang bisa ngabisin waktu sama Mami, tapi kan Mami juga punya kesibukan sendiri," kata Ara.


"Enggak kok, Mami udah nggak ada kesibukan apa-apa lagi. Urusan pernikahan kalian juga semuanya udah beres," kata bu Amara.


"Oh… gitu, ya udah deh kalau gitu. Jadi Ara juga nggak boleh ngelakuin kegiatan apa gitu Mi di rumah?" Tanya Ara.


"Enggak, kamu cukup yoga, main HP, tidur, makan, ya itu urusan kamu deh mau ngapain, yang penting gak menguras tenaga dan pikiran kamu," kata bu Maria.


"Kalau aku cuma makan tidur, yang ada ntar aku gendut Mi, pas hari H baju pengantin aku enggak muat lagi," protes Ara.


"Kamu ini jawab aja ya kalau dikasih tau, ya udah kamu istirahat aja gih sana di kamar! Ingat ya jangan video call sama Leo. telponan boleh, WA boleh, tapi jangan sampai video call," kata bu Maria mengingatkan.


"Iya Mi iya, Ara ingat. Ya udah kalau gitu Ara ke atas dulu Mi," kata Ara.


"Ya Sayang, jawab bu Maria.


Tapi ya begitulah Ara, ia yang sudah terbiasa dengan kesibukannya di perusahaan, membuatnya sehari saja tidak memegang pekerjaan rasanya terasa bosan. Ia pun segera meraih ponselnya dan menghubungi Amira untuk menanyakan keadaan di perusahaan.


"Halo mbak," ucap Amira dari seberang telepon.


"Halo Mir, lagi sibuk nggak?" Tanya Ara.


"Nggak kok Mbak, cuma lagi memeriksa beberapa file aja," jawab Amira.


"Oh … gitu, gimana satu hari nggak ketemu sama aku, kangen gak?" Tanya Ara.


"Kangen banget Mbak, padahal baru aja satu hari nggak ketemu sama Mbak," jawab Amira.


"Aku juga, tapi kalau soal kerjaan lancar kan nggak ada aku?" Tanya Ara lagi.


"Iya alhamdulillah sih untuk hari ini masih lancar-lancar aja Mbak," jawab Amira.

__ADS_1


"Syukur deh, kamu jangan pulang sampai kesorean ya, kalau udah selesai kamu langsung pulang aja," kata Ara.


"Iya Mbak selesai ini aku bakalan pulang kok. Mbak Ara gimana? Ngelakuin kegiatan apa aja di rumah selama liburan?" Tanya Amira.


"Aku boring banget Mir, biasanya kerja atau paling enggak liburan ketemu sama Leo, jalan-jalan, ini cuma di rumah aja, boring," jawab Ara.


"Dinikmatin aja Mbak, kan udah syaratnya mau jadi pengantin," kata Amira.


"Ya Mir, ucapan kamu itu sama aja tau nggak sama Mami," gerutu Ara.


"Ya kan memang kayak gitu Mbak harusnya," kata Amira.


"Iya-iya, oh iya Ibu kamu gimana jualan kuenya? Lancar?" Tanya Ara.


"Alhamdulillah Mbak lancar, ini semua berkat bantuan Mbak, Ibu jadi nggak bosen di rumah, bisa jualan kue. Makasih ya Mbak," ucap Amira.


"Iya sama-sama Mir, tapi Ayah kamu juga nggak ada nyariin kan?" Tanya Ara.


"Sampai sekarang sih belum ada Mbak, mudah-mudahan enggak ada deh," jawab Amira.


"Syukur deh, ya udah kalau gitu kamu lanjutin aja kerjaan kam dulu. Jangan sampai telat pulang ya," kata Ara.


"Makasih Mir, bye …," ucap Ara.


"Bye juga Mbak," balas Amira.


Lalu panggilan telepon terputus.


...


Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, Leo baru saja selesai dengan aktivitas di perusahaan dan langsung saja melajukan mobilnya menuju pulang ke rumah. Saat sedang dalam perjalanan, tiba-tiba ada dua orang pria berbadan besar yang menghadang Leo, Leo pun segera saja berhenti dan keluar dari mobil.


"Siapa kalian?" Tanya Leo.


Tanpa menjawab, dua pria tersebut menghampiri Leo dan langsung menghajarnya.


Bug …


Pukulan keras mendarat di wajah tampan Leo sehingga meninggalkan bekas memar. Leo langsung saja membalas pukulan tersebut hingga satu orang tersungkur. Akan tetapi, saat itu teman si pria yang satu lagi kembali memukul Leo hingga Leo merasa kesakitan. Saat Leo hendak membalas, tiba-tiba saja ia dipukul dengan sangat keras menggunakan kayu hingga Ia pun jatuh tersungkur. Dua pria tersebut tidak tinggal diam, mereka mengeroyok Leo hingga babak belur dan Leo jatuh pingsan dengan luka dan lumuran darah yang tersirat di wajah dan seluruh tubuhnya.


Prang …

__ADS_1


Gelas minuman yang sedang Ara pegang saat itu tiba-tiba jatuh dan hancur berkeping-keping.


"Ada apa ini? Kenapa perasaan aku nggak enak banget ya? Kenapa aku jadi kepikiran sama Leo? Mudah-mudahan enggak terjadi apa-apa sama Leo," gumam Ara.


Karena terus merasa tidak enak dan memikirkan Leo, akhirnya Ara pun menghubungi calon suaminya itu. Satu kali, dua kali, tiga kali, Ara mencoba menghubungi Leo akan tetapi sama sekali tidak ada jawabannya. Lalu Ara pun menghubungi bu Amara.


"Halo Tante," ucap Ara dengan suaranya yang tergesa-gesa.


"Halo Ara, ada apa Sayang?" Tanya bu Amara.


"Tante, Leo udah pulang?" Tanya Ara.


"Belum, Tante juga lagi nungguin Leo," jawab bu Amara.


"Tante, perasaan Ara nggak enak banget, kira-kira Leo dimana ya Tante?" kata Ara.


Bu Amara terdiam, ternyata Ara juga merasakan apa yang saat ini ia rasakan. Perasaan bu Amara juga tidak enak, pasalnya tiba-tiba saja fotonya bersama Leo terjatuh dan bingkai kaca tersebut pecah. Akan tetapi, ia menyembunyikan rasa kekhawatirannya agar tidak menambah rasa kekhawatiran yang dirasakan oleh Ara.


"Sayang kamu tenang ya, mudah-mudahan nggak ada apa-apa sama Leo," kata bu Amara.


Saat itu juga, ada panggilan masuk di ponsel bu Amara yaitu dari nomor Leo.


"Sayang tunggu sebentar ya, ini Leo telpon Tante," kata bu Amara.


"Iya Tante, langsung kabarin ke Ara ya nanti," kata Ara.


"Iya Sayang," jawab bu Amara.


Setelah panggilan teleponnya dengan Ara sudah berakhir, bu Amara bergegas menjawab panggilan telepon dari Leo.


"Halo sayang, kamu ke mana aja sih? Ara juga baru aja nelpon Mami tanyain keberadaan kamu? Tanya Bu Amara.


"Halo, apa ini dengan orang tuanya pemilik nomor ponsel ini?" Tanya seorang pria yang menggunakan ponsel Leo itu.


"Iya benar, ini dengan siapa ya? Dimana anak saya?" Tanya bu Amara.


"Saya tadi menemukan anak Ibu tergeletak di jalan dalam kondisi babak belur, saya sudah membawanya ke rumah sakit Bu," kata pria tersebut.


"Apa? Jantung bu Amara terasa berhenti berdetak, ia begitu sangat syok sehingga ponsel yang sedang dipegangnya pun terlepas dari genggamannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2