
"gak tau nih bawaannya pengen marah-marah aja"ungkap Ara.
"Ra ini tu biasa, cobaan sebelum menikah ada aja. Aku yakin kok Leo gak mungkin selingkuh, yang aku tau dia sayang banget sama kamu Ra"ucap Sarah.
"kenapa jadi kamu yang lebih dewasa ya Sar sekarang"ucap Ara.
"ha..ha. ha.. belajar dari kamu juga nih Ra"ungkap Sarah tertawa.
"ternyata emang benar ya orang yang selalu bisa nasehatin orang lain, bijak, tapi saat diri sendiri yang punya masalah malah labil, gak tau mau berbuat apa"ucap Ara sedih.
"udah.. udah jangan sedih, sini peluk"ucap Sarah lalu merangkul Ara.
"ehm... makasih ya, eh udah abis aja nih mam nya Kayla, aunty aja belum mam"ucap Ara.
"ya udah aunty mam juga dong, Mama Kayla masak kepiting saos loh"ucap Sarah.
"serius...?"tanya Ara.
"liat aja di meja makan kalau gak percaya"ucap Sarah.
Ara meletakkan Kayla di sofa lalu ia menuju ke dapur.
"hm... dasar Ara.. Ara.. "gumam Sarah.
"wah enak nih, aku makan ya Sar mendadak jadi laper"teriak Ara.
"iya Ra makan aja"jawab Sarah juga berteriak.
Sarah mengambil ponselnya di meja lalu mengirim pesan untuk seseorang.
Beberapa saat kemudian Ara kembali ke ruang Tv membawa sepiring nasi dan lauknya.
"Sar gak apa kan makan di sini...?"tanya Ara.
"ya gak apa lah Ra kayak gak biasa aja, malahan kalau di rumah kamu kita makan di makan coba...?"jawab Sarah dan bertanya pula.
"di kamar"jawab Ara.
"ha.. ha.. ha.. "tawa Ara dan Sarah.
"gitu dong ketawa, dikit banget ambil makannya Ra"ucap Sarah.
"iya ini berkat kamu Sar, aku jadi lebih tenang. Aku kan diet Sar jadi gak boleh makan banyak-banyak"terang Ara.
"terserah kamu aja deh Ra,oh ya kamu gak balik ke kantor lagi kan...?"tanya Sarah.
"enggak Sar"jawab Ara.
__ADS_1
"enak banget ya udah kayak kantor pribadi"ucap Sarah.
"gak gitu Sar, aku sama Om Haris tadi ada kerjaan di luar jadi setelah selesai kita emang langsung pulang. lagian ini udah jam 2 nanggung banget dong kalau balik lagi ke kantor"terang Ara.
"oh.. gitu"gumam Sarah.
...
"wow amazing, kamu rela banget ya berkorban segininya, sampai babak belur demi wanita yang gak mencintai kamu"ledek Karina.
"diam kamu, ini semua gara-gara preman bodoh suruhan kamu itu, ngapain coba dia pukul aku beneran"ucap Rolan.
"Rolan akting itu harus meyakinkan, tapi kamu senang kan jadi dapat perhatian dari Ara"ucap Karina.
Rolan malas meladeni Karina, tapi yang Karina katakan benar, meski ia babak belur tapi ia sangat senang karena Ara mau memaafkan dan memperdulikannya.
"ngapain sih kamu ke sini, bisa gawat kalau ada yang lihat"ucap Rolan.
"santai aja semuanya lagi pada sibuk kerja, jadi gak akan ada yang liat"ucap Karina.
"iya betul juga kata kamu, tapi tetap aja kamu gak bisa lama-lama di sini"ucap Rolan.
"iya"jawab Karina malas.
"gimana sama rencana kamu selanjutnya...?"tanya Rolan.
"cih, terserah kamu lah yang penting aku mau hubungan mereka hancur dan Ara balik lagi ke aku"ucap Rolan.
"asal kamu ikutin semua rencana aku, aku jamin kok rencana kita bakalan berhasil. Kamu bisa sama Ara,aku juga bisa sama Leo"ucap Karina.
"gak usah ngomong doang,buktiin"ucap Rolan.
"oke,eh ngomong-ngomong ini sakit banget ya..?"tanya Karina sembari memukul tangan Rolan.
"akh,sakit lah"teriak Rolan kesakitan.
"ha..ha..ha..cepat sembuh ya Partner,aku pulang dulu"ucap Karina tertawa.
"silahkan"jawab Rolan dengan kesal.
Lalu Karina pun keluar dari ruang rawat inap Rolan dan pergi dari rumah sakit.
...
"Pi ,Leo pulang duluan ya"pamit Leo saat berada di ruangan Pak Ardi.
"buru-buru sekali kamu,padahal ada yang mau papi omongin loh"ucap Papi Leo.
__ADS_1
"kan udah waktunya pulang Pi,Leo mau ketemu Ara"terang Leo.
"iya sudah hati-hati ya"pesan papi Leo.
"iya Pi,oh ya Papi mau ngomong apa...?"tanya Leo.
"itu soal sekretaris kamu,sudah ada kandidat nya, tapi Papi tidak tahu apa kamu setuju atau tidak"jawab Papi Leo.
"oh soal itu Papi aja yang urus ya, Leo yakin pilihan Papi pasti yang terbaik, jadi Leo pasti setuju"ucap Leo.
"oke kalau begitu"jawab Papi Leo.
"oke, Leo duluan ya Pi, bye.... "ucap Leo.
"bye.... "balas Papi Leo.
Di rumah Sarah...
Ting.. ting... ting.. tung... (suara bel rumah Sarah)
Sarah tersenyum karena dia tahu siapa yang datang, jika itu Bryan pasti dia akan langsung masuk ke dalam, lagi pula Bryan juga sudah mengabarkan ke Sarah jika hari ini dia pulang ke rumah sedikit terlambat.
"Ra, tolong bukain pintu boleh gak...?"pinta Sarah.
"boleh dong, aku bukain ya"jawab Ara.
"iya maaf ya lagi pangku Kayla ,ketiduran lagi dia nya, aku sekalian mau pindahin Kayla dulu ke kamar"ucap Sarah.
"santai aja kali Sar, ya udah sana pindahin dulu"ucap Ara.
ting.. tung... (bel berbunyi lagi)
"iya sebentar"teriak Ara sembari berjalan ke arah pintu utama.
Saat membuka pintu, Ara terkejut melihat sosok yang ada di depan mata nya, wajah Ara berubah menjadi cemberut dan ia mau menutup pintu kembali, akan tetapi dengan cepat Leo mendorong pintu hingga terbuka kembali. Leo masuk ke dalam rumah Sarah lalu menarik tengkuk Ara dan mencium bibirnya tanpa izin.
Ara sangat terkejut mendapat perlakuan yang tiba-tiba itu dari Leo, awalnya ia menolak dan mendorong tubuh Leo, tapi Leo kembali menarik tengkuk Ara dan melakukan ciuman yang lebih dalam, tanpa sadar Ara melingkarkan tangannya ke leher Leo, menikmati ciuman yang Leo berikan dan membalasnya dengan mesra.
Beberapa menit kemudian mereka menyudahi ciuman itu, lalu Leo memeluk Ara dengan erat.Sementara Ara hanya bisa mematung karena bingung dengan apa yang baru saja terjadi, dalam hati ia masih sangat marah dengan Leo, tapi ia juga sangat menyayangi Leo dan selalu merasa bahagia dengan perlakuan manis yang Leo berikan, Ara tersenyum lalu membalas erat pelukan itu.
"sayang kamu jangan marah lagi ya, aku gak bisa jauh-jauh dari kamu, gak bisa kamu cuekin"pinta Leo.
Ara mau melepas pelukan mereka, akan tetapi Leo menarik Ara lebih erat lagi ke dalam pelukannya.
"jangan di lepas dulu ya sayang, aku masih mau peluk kamu, aku kangen banget sama kamu"ucap Leo.
...****************...
__ADS_1