
"terus kapan kamu pulang...?"tanya Mami Ara.
"Ara mau memastikan dulu semuanya baik-baik aja dan keluarga Rolan datang baru Ara pulang Mi"jawab Ara.
"Mami ke sana ya"ucap Mami Ara.
"gak usah Mi udah malam, Ara minta tolong aja sama Mami tolong hubungin Arka dan kasih tau ke orang tua Rolan kalau Rolan sekarang ada di Rs"pinta Ara.
"iya sayang, ya sudah Mami hubungi Arka ya"jawab Mami Ara.
"makasih ya Mi, bye...."ucap Ara.
"kamu hati-hati ya sayang, bye... "ucap Mami Ara pula.
"iya Mi"jawab Ara.
Lalu Ara memutuskan panggilan Telfon.
"Sus makasih ya, boleh pinjam charger gak...?"ucap Ara.
"iya Mbak sama-sama, ini Mbak boleh"jawab Suster dan memberikan charger kepada Ara.
Setengah jam kemudian Arka telah tiba di rumah sakit.
"Ara.... "panggil Arka.
Ara menoleh ke arah Arka yang sedang berjalan menghampirinya.
"Arka"gumam Ara dengan wajah sendunya.
"Ra ada apa, Rolan gimana keadaannya...?"tanya Arka.
"aku gak tau Ka, udah setengah jam Dokter belum juga keluar"jawab Ara.
Ara menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya hingga Rolan datang menyelamatkannya.
Arka tahu sahabat sekaligus wanita yang ia sayang itu saat ini sedang rapuh karena kejadian yang baru ia alami di tambah rasa bersalah akan terlukanya Rolan, Arka memberanikan diri untuk memeluk Ara untuk memenangkan perasaannya. Ara yang saat itu sangat membutuhkan sandaran dengan senang hati menerima pelukan dari Arka.
"Ra, kamu jangan merasa bersalah gitu ya, Rolan pasti baik-baik aja"ucap Arka sembari membelai rambut Ara.
"iya Ka,aku berharap juga seperti itu"ucap Ara lirih.
"udah ya jangan sedih lagi"pinta Arka.
Ara hanya mengangguk dan membalas pelukan Arka yang membuatnya merasa lebih tenang saat ini.
"Aku senang Ra bisa meluk kamu lagi dan membuat kamu tenang meski hanya sebagai seorang sahabat"gumam Arka dalam hati.
Dokter keluar dari ruang IGD, Arka dan Ara melepaskan pelukan mereka dan menghampiri Dokter.
"Dok bagaimana keadaan Rolan...?"tanya Ara.
__ADS_1
"Rolan tidak kenapa-napa, kami tadi sedikit kesulitan membersihkan lukanya saja"jawab Dokter.
"terus dia udah sadar Dok...?"tanya Arka pula.
"ya dia sudah sadar, kami akan memindahkan Rolan ke ruang rawat inap dan kalian boleh melihatnya"jawab Dokter.
"terimakasih ya Dok"ucap Ara.
"iya sama-sama"jawab Dokter.
"makasih ya Tante, Leo langsung ke sana sekarang"ucap Leo dari sebrang telfon saat mendengar kabar dari Bu Maria.
...
"Ara kamu baik-baik aja kan...?"tanya Rolan.
"kamu bisa-bisanya ya nanya keadaan aku, sekarang yang terluka parah itu kamu, aku jelas baik-baik aja Lan"jawab Ara.
Rolan tersenyum menatap Ara.
"syukurlah kamu baik-baik aja"ucap Rolan.
"kok loe kebetulan banget lewat situ juga Lan...?"tanya Arka curiga.
"itu kan jalanan umum Ka, siapa aja boleh lewat dan kebetulan aja gue lewat dan liat cewek lagi di gangguin preman,ya gue tolongin aja eh ternyata itu Ara"jawab Rolan.
"oh gitu, sok jagoan banget ya loe ngelawan 2 preman, biasa lawan gue aja loe kalah"cibir Arka.
"sialan loe, gue kerahin semua tenaga gue Ka, gue rela kok mati yang penting Ara selamat"ucap Rolan.
"Arka udah dong, ini Rolan lagi terluka loh gara-gara nolongin aku"ucap Ara.
"iya Ra, sory"ucap Arka.
"Ra maafin aku ya, aku gak seburuk yang kamu kira kok"ucap Rolan.
"minta maaf, soal apa...?"tanya Ara.
"Cinta, soal aku dan Cinta itu karena kecelakaan, Cinta sendiri yang datang ke aku, kalau gak itu gak akan terjadi, dan soal tanggung jawab awalnya aku cuma syok aja tiba-tiba tau Cinta hamil, tapi setelah aku mutusin buat tanggung jawab, Cinta lebih memilih Beni"terang Rolan.
"itu karena Cinta tau cinta nya Beni tulus buat dia, sementara loe cuma mau tanggung jawab doang"ucap Arka.
"ya paling gak kan gue ada niat buat tanggung jawab"ucap Rolan membela diri.
"kamu yakin sama penjelasan kamu tadi gak bohong...?"tanya Ara.
"gak Ra"jawab Rolan.
"gimana kalau tiba-tiba Cinta berubah pikiran dan lebih memilih nikah sama kamu karena kamu adalah Ayah dari anak yang dia kandung, kamu mau...?"tanya Ara.
"ma..mau lah Ra"jawab Rolan terbata karena ragu.
__ADS_1
"tapi itu gak akan mungkin Ra,Cinta dan Beni udah mengatur hari pernikahan mereka"ungkap Arka.
"hm..ya udah lah,kamu yang ikhlas aja ya Lan"ucap Ara menepuk pundak Rolan pelan.
"awh"rintih Rolan.
"maaf sakit ya...?"tanya Ara.
"dikit Ra"jawab Rolan.
"alah manja banget loe"ucap Arka lalu menepuk tangan Rolan dengan kuat.
"akh....."Rolan berteriak kesakitan.
"Arka jangan dong"teriak Ara.
"senang kan loe di bela Ara mulu"ucap Arka.
"ha.. ha.. ha.. kan lagi sakit gue Ka"ucap Rolan membela diri.
"Ra, kamu gak mau pulang aja biar aku antar"tawar Arka.
"hm... gak usah deh Ka, malam ini aku tidur sini temenin kamu jaga Rolan.
"beneran Ra...?"tanya Rolan.
"iya beneran lah"jawab Ara.
"tapi Ra mendingan kamu istirahat aja di rumah,besok juga kan kamu harus kerja"ucap Arka.
"gak papa Ka, tugas besok udah aku kerjain kok tadi jadi besok bisa izin telat"ucap Ara.
"oh gitu, ya udah deh"gumam Arka.
Rolan tersenyum puas, dalam hatinya merasa sangat bahagia karena apa yang dia lakukan tidak sia-sia, meski harus babak belur dia rela asal mendapatkan perhatian dari Ara.
Rolan berbaring di kasurnya, sementara Ara berbaring di sofa dan Arka duduk di samping Rolan.
"Ka loe aja yang pulang sana"usir Rolan.
"sialan loe, kalau bukan karena Tante yang minta gue juga ogah banget kesini"ucap Arka.
"ya udah sekarang loe pulang aja, kan udah Ara yang jagain gue"ucap Rolan.
"enggak, gue tau ya niat loe, gak akan gue biarin"tolak Arka.
"niat apa sih Ka"ucap Rolan.
"alah udahlah loe tidur sana, Ara juga udah tidur, kasian kecapean"ucap Arka sambil melihat ke arah Ara begitu juga dengan Rolan yang melihat Ara dari kejauhan.
"Ara aku akan lakuin apa aja asal kamu bisa jadi milik aku lagi"gumam Rolan dalam hati dan tersenyum.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba ada yang membuka pintu ruang rawat inap Rolan dan masuk ke dalam yang membuat Rolan dan Arka terkejut melihatnya.
...****************...