
"Cinta... "teriak Ara pula.
Rasanya kaki Cinta tidak mampu untuk di gerakkan, ia pasrah, dalam pikirannya lebih baik mati dari pada menanggung aib seperti ini. Akan tetapi Beni yang berlari kencang masih sempat mendorong Cinta ke tepi.
Brak.... tabrakan tidak dapat di elakkan, Beni terjungkal sejauh 2 meter akibat tubrukan dari truk tersebut.
"Beni... "teriak Arka.
"Beni.. Cinta.. "teriak Ara pula.
Kini semua berlari menghampiri Beni dan Cinta, Cinta hanya mengalami luka kecil begitu juga dengan supir truk,sementara Beni mengeluarkan banyak darah dari kepala nya dan tidak sadarkan diri.
Dengan jalan sempoyongan, Cinta menghampiri Beni, air mata nya terus jatuh tidak terhenti.
"Ka kita harus bawa Beni ke rumah sakit langsung,pakai mobil gue aja"ucap Leo kepada Arka.
"iya Yo"jawab Arka.
"Ben loe harus bangun, cuma loe satu-satunya sahabat gue yang paling mengerti gue"ucap Arka menangis.
"Ben, bangun Ben, kenapa sih kamu bego banget mau ngorbanin nyawa kamu demi menolong aku,hiks..hiks..hiks.."ucap Cinta dengan isak tangis nya.
"Cinta yang sabar ya, semua akan baik-baik aja. Beni akan segera di selamatkan"ucap Ara lalu memeluk Cinta agar tenang.
"Rolan loe kenapa diam aja di situ, bantuin lah angkat Beni ke mobil"ucap Leo.
"tau nih, ini semua juga gara-gara loe sumber masalahnya"sambung Arka.
"Ka udah, kita bawa Beni sekarang"ucap Ara.
Tidak lama kemudian Mereka telah tiba di rumah sakit,Beni langsung di tangani Dokter di ruang IGD.
Beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruang IGD.
"apa ada keluarga saudara Beni...?"tanya Dokter.
"saya sahabat baiknya Dok, orang tua nya di luar Negeri, tapi sudah saya hubungi dan besok baru tiba di Indonesia"jawab Arka.
"begini Mas, Saudara Beni harus segera di operasi karena terlalu banyak mengeluarkan darah dan ada darah beku di otaknya"ungkap Dokter.
Deg..jantung Cinta terasa sakit mendengar ucapan Dokter,ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu kepada Beni.
"lakukan apa saja yang terbaik untuk Beni Dok,Orang tua nya telah menyerahkan Beni kepada saya"ucap Dokter.
"baik Mas,kalau begitu silahkan tanda tangan berkas persetujuan ini"ucap Dokter sembari memberikan Arka selembar kertas.
Arka segera menandatanginya,Dokter segera memberi aba-aba kepada Suster agar Beni segera di pindahkan ke ruang operasi untuk segera di lakukan tindakan operasi.
"Beni...hiks..hiks..hiks..."tangis Cinta kembali pecah.
__ADS_1
"Ta, sabar ya, Beni akan baik-baik aja"ucap Ara sembari menenggelamkan Cinta dalam pelukannya.
...
"gawat ada kabar duka dari Leo"ucap Sarah.
"kenapa sayang...?"tanya Bryan.
"kenapa Kak..?"tanya Aria.
"Beni mengalami kecelakaan karena nolongin Cinta"ungkap Sarah.
"hah, jadi sekarang gimana kondisi Beni, mereka udah ke rumah sakit...?"tanya Nadia.
"udah, Beni akan di operasi karena ada darah beku di otaknya"jawab Sarah.
"ya ampun kasian banget Kak Beni,Kak aku kesana ya, Rs mana Kak..?"tanya Aria.
"Rs Medica, ia kamu hati-hati ya Ar, sebenarnya kita juga mau ke sana tapi keadaan nya gak memungkinkan"ucap Sarah.
"gak apa Kak yang penting doa nya aja, aku bisa sendiri kok,kunci mobil Kak Arka kan ada sama aku"ucap Aria.
"Ar, kita ikut ya"ucap Nadia tiba-tiba.
"sayang kamu yakin...?"tanya Rio.
"enggak, jangan Nad kamu harus pulang istirahat sekarang gak boleh kecapean"ucap Sarah.
"so sweat banget sih Kak Rio, coba aja aku yang ada di posisi nya Kak Nadia"gumam Aria dalam hati.
"ya udah deh, kalau gitu aku pergi dulu ya Kak"pamit Aria.
"hati-hati ya Ar"ucap Rio.
"iya Kak"jawab Aria tersenyum.
"salam aja buat semuanya"pesan Bryan.
"oke Kak"jawab Aria sembari mengacungkan jari jempol.
"ya udah yuk kita pulang sayang"aja Rio.
"ya udah deh, Sar, Bry kita pulang dulu ya"pamit Nadia.
"iya hati-hati ya kalian"ucap Sarah.
"hati-hati bro"ucap Bryan.
"sip, thanks ya buat pestanya Sar, Bry"ucap Rio.
__ADS_1
"iya sama-sama"jawab Sarah.
Lalu Aria, Nadia dan Rio melangkahkan kaki beranjak dari rumah Sarah.
...
Setengah jam kemudian Aria telah tiba di rumah sakit di susul juga oleh Rio.
"adek, Rio"ucap Arka saat melihat Aria dan Rio muncul bersamaan.
"Rio, Aria kalian bareng,Nadia mana..?"tanya Ara.
"ehm gak kok Kak, Aria sampai duluan. Kita ketemu di parkiran"jawab Ara.
"iya Ra, rumah Nadia kan searah, jadi aku antar Nadia dulu, terus ngebut, makanya Aria ke susul"terang Rio.
"oh gitu, lokasi pesta gimana...?"tanya Ara.
"Sarah dan Bryan udah mau mengakhirinya, dia titip salam aja buat semua, mungkin besok baru datang, maklum ada anak kecil"jawab Rio.
"oh iya.."gumam Ara.
"Gimana keadaan Beni Ra...?"tanya Rio pula.
"doain aja operasi nya berjalan lancar"ucap Ara.
"kasian Kak Beni Kak"ucap Aria bersedih dan memeluk Kakaknya.
Aria melihat Rolan dan Cinta saling diam,sebenarnya ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi antara mereka, begitu juga dengan Rio, akan tetapi mereka memilih untuk mengubur dalam-dalam rasa ingin tahunya karena waktunya sangat tidak tepat.
Aria berjalan mendekati Cinta, lalu duduk di samping Cinta,kelihatan sekali jika Cinta sangat terpukul.Bagaimana tidak,Beni mengalami kecelakaan akibat menolong dirinya.Dalam hati Aria juga merasa iba,bagaimana pun Cinta pernah menjadi calon Kakak Iparnya.
"Kak,yang sabar ya.Kita doain aja operasi Kak Beni berjalan lancar dan Kak Beni cepat sadar"ucap Aria.
Cinta yang tadinya menundukkan wajah,kini menoleh ke arah Aria dengan air mata yang bercucuran.
"makasih ya Ar,ini semua salah aku.Seandainya aku gak minum alkohol pasti aku gak nyebrang sembarangan kayak tadi dan kecelakaan ini gak mungkin terjadi,kenapa gak aku aja yang tertabrak"ucap Cinta.
"Kakak jangan ngomong gitu semua udah jalannya Kak"ucap Aria.
5 jam telah berlalu akan tetapi belum ada tanda-tanda operasi telah selesai, sementara waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
Selain Ara dan Cinta, yang lain sedang tidur karena kelelahan dan mengantuk.
"Cinta mata kamu udah sembab, kamu juga pasti capek banget kan, mending istirahat aja, tidur dulu, biar aku yang nungguin, kalau operasi nya udah siap aku pasti bangunin kalian"ucap Ara.
"gak Ra, gimana aku mau tidur sementara aku gak tau gimana kabar Beni sekarang"tolak Cinta terus menangis.
"Cinta, percayalah Dokter akan melakukan yang terbaik dan operasi akan berhasil"ucap Ara dengan yakin membuat hati Cinta sedikit tenang.
__ADS_1
***