
"Sayang ...," Teriak Leo. Ia terjaga dari mimpi buruknya.
"Huft ... untunglah cuma mimpi, tapi kenapa perasaan aku jadi gak enak gini ya?" gumam Leo.
Ia mengambil ponselnya di atas nakas yang sedang di charger dalam keadaan mati. Segera saja Leo mengaktifkan ponselnya itu, dilihatnya ada beberapa panggilan dan pesan dari Ara melalui wathsap.
"Sayang, kamu dimana?"
"Kamu baik-baik aja kan?"
"Sayang, aku udah di lokasi,"
Beberapa pesan whatsap yang dikirim oleh Ara, Leo yang bingung itu langsung saja menelpon Ara.
Sementara itu di jalanan...
"Jo, ada yang nelpon ke nomor nih cewek," ucap Ucok pada temannya yang sedang menyetir mobil.
"Buang aja hp-nya! Bisa-bisa lokasi kita ke lacak," perintah Bejo.
Lalu Ucok pun membuang ponsel Ara ke jalan sesuai perintah temannya itu.
Bejo dan Ucok adalah anak buah Boy yang diperintahkan untuk menculik Ara, Ucok lah yang telah menelpon Ara dan membohonginya bahwa Leo kecelakaan. Tentunya ia juga tau nama Leo dari Boy yang mendapatkan informasi tentang Ara dan kehidupannya dari Karina. Ternyata informasi tersebut sangat berguna untuk melancarkan aksi para penjahat itu untuk menculik Ara.
Sedangkan Leo saat ini sangat panik karena Ara sama sekali tidak menjawab telponnya.
"Sayang, kamu dimana sih? Angkat dong telpon aku, jangan buat aku khawatir kayak gini," gumam Leo dengan wajah paniknya. "Oh iya aku lupa, lebih baik aku cek keberadaan Ara lewat GPS aja."
Leo mulai melacak keberadaan Ara hingga menemukannya.
"Mau ngapain Ara ada di jalan sepi jam 11 malam kayak gini, aku harus ke sana sekarang," gumam Leo dan bergegas pergi.
Setibanya di lokasi pemberhentian terakhir pada ponsel Ara, Leo sama sekali tidak menemukan keberadaan tunangannya itu, ia hanya menemukan ponsel Ara yang tergeletak di jalan. Memang jalan tersebut sangat sepi, ditambah lagi malam hari sehingga tidak ada yang menemukan ponsel Ara itu, bahkan orang lewat juga tidak ada.
__ADS_1
Leo semakin khawatir, perasaannya semakin takut jika terjadi apa-apa terhadap Ara. Ia pun segera melajukan mobilnya untuk mencari keberadaan Ara saat ini.
Malam semakin larut, entah sudah seberapa jauh Leo menelusuri jalan sepi tersebut tetapi belum juga menemukan Ara. Akan tetapi Leo tidak menyerah, ia menghubungi teman-teman prianya meminta bantuan untuk mencari Ara, untung mereka semua langsung merespon dan bergegas menuju ke lokasi tempat Leo berada.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua dinihari, kini semua teman-teman yang dihubungi oleh Leo juga sudah berkumpul.
"Yo, loe yakin Ara dibawa lewat jalanan sepi kayak gini ...?" Tanya Arka.
"Yakinlah, gue aja nemuin hp-nya di sekitar jalanan ini," jawab Leo.
"Menurut gue, Ara memang di culik," ujar Bryan.
"Iya, tapi kemana penculik itu bawa Ara dan apa motifnya?" Tanya Leo yang begitu panik.
"Yo, Yo, loe tenang dulu ya, kita bakalan cari Ara sama-sama," ucap Arka.
"Ada dua kemungkinan yang terjadi, bisa aja si penculik yang buang hp Ara di jalanan ini untuk mengelabui kita, padahal mereka sama sekali gak lewat sini. Atau memang saat Leo telpon tadi, mereka sedang melewati jalan ini, karena gak mau ke lacak makanya mereka buang tuh hp Ara," ujar Rio.
"Kemungkinan besar memang seperti itu," sahut Bryan menyetujui.
Kebetulan Arka, Rio dan Bryan tadi hanya menggunakan satu mobil atas usul dari Arka agar lebih efektif, apalagi Leo sendiri juga sudah membawa mobil. Dari awal Arka sudah berpikiran bahwa Ara memanglah di culik.
Kini semuanya pun sedang sibuk mencari Ara, mereka berpencar dengan arah yang berbeda, menelusuri jalanan panjang yang sepi dan gelap, tidak tahu dimana akhirnya.
"Yo, loe yakin Ara di bawa ke tempat sepi kayak gini ...?" Tanya Arka.
"Gak terlalu yakin, tapi apa salahnya kalau kita cari kan," jawab Leo yang terlihat begitu panik dan meneteskan air matanya.
"Leo, loe yang sabar ya. Loe harus tenang. Kita pasti bakalan nemuin Ara dalam kondisi baik-baik aja," ucap Arka.
"Mana mungkin gue bisa tenang dalam keadaan kayak gini Ar, gue berharap Ara juga baik-baik aja. Siapapun yang udah berani nyulik Ara apalagi sampai menyakitinya, gue pastikan dia tidak akan lepas dari cengkraman gue," ucap Leo dengan sangat emosi.
...
__ADS_1
Boy tampak tersenyum puas karena rencananya berjalan dengan sangat mulus. Kini dihadapannya ia melihat dua orang yang terikat dalam keadaan pingsan karena efek bius.
"Ha ... ha ... ha ... bagus, kerja kalian sangat bagus sekali. Bejo, Ucok, Budi, Anton, kalian pasti akan saya berikan bonus yang besar," kata Boy sembari tertawa bahagia.
"Terimakasih banyak Bos," ucap Ucok dan yang lain, mereka tampak sangat senang jika sudah mendengar soal uang.
"Jadi mau kita apakan dua orang ini Bos?" Tanya Anton.
Anton dan Budi adalah anak buah Boy yang betugas menculik satu orang lagi, sesuai dengan perintah bos-nya itu.
"Untuk sementara biarkan saja dulu mereka menikmati tidurnya. Kalian jaga dua orang ini baik-baik, jangan sampai lepas. Besok pagi saya akan mengabari Nona Karina, kita tunggu instruksi darinya mau diapakan kedua orang ini," ucap Boy sembari tersenyum smirk lalu keluar dari ruangan tempat Ara di sekap.
"Dua orang berjaga di luar, dan dua orang lagi berjaga di depan pintu ruang tempat menyandera.
...
Bryan dan Rio menyusuri jalan setapak hingga mereka menemui sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan.
"Bry ... Bry ... bangun loe," panggil Rio sembari mengguncang kasar tubuh Bryan.
"Apaan sih loe, kasar banget," gerutu Bryan.
"Elo sih, kita itu lagi cara Ara, loe malah enak-enakan tidur," protes Rio.
"Ya sorry bro, gue ketiduran, ngantuk banget," ucap Bryan membela diri.
"Gila loe ya, di saat genting kayak gini bisa-bisanya loe malah tidur. Loe liat tuh gue nemu apa," kata Rio sambil menunjuk ke depan.
"Gak nampak gue, lagian kenapa loe matiin lampu mobil sih, gelap gini," kata Bryan.
"Ya ampun Bry, gue aja masih nampak, ada cahaya bulan yang menerangi. Loe perhatikan lagi baik-baik ya," ucap Rio, pandangannya bersama Bryan fokus melihat ke depan.
"Mobil ...?" Tanya Bryan.
__ADS_1
"Iya benar, makanya gue matiin lampu mobil biar gak ada yang curiga dan liat kita di sini. Menurut loe mungkin gak sih ada orang yang sengaja ninggalin mobilnya di tempat seperti ini karena mogok? Atau itu mobil adalah petunjuk buat kita? Bisa aja di dalam hutan ini ada rumah atau apa, dan Ara di sekap di dalam sana," kata Rio.
...****************...