
"mau sampai kapan, berat"ucap Leo jutek.
"ma.. maaf, kamu sih narik tangan aku segala"ucap Ara kesal.
Ara bergegas bangun dan berjalan menuju sofa.
"mau kemana...? "tanya Leo.
"mau tidur lah di sofa"jawab Ara jutek.
"di sini aja temenin aku kayak tadi malam"pinta Leo.
"owh... "jawab Ara dan berjalan ke arah Leo.
"kenapa ya Leo beda banget, jujur aku lebih suka saat dia koma"gumam Ara dalam hati sambil menatap Leo.
"ngapain liatin aku, buruan duduk dan tidur "perintah Leo.
"iya, kamu tidur duluan aja"ucap Ara.
Leo berpura-pura memejamkan mata nya dan terlihat tertidur pulas di depan Ara.
"Leo demi sayang aku sama kamu, aku akan terus bersabar untuk buat kamu ingat sama aku dan hubungan kita"ucap Ara dalam hati sambil tersenyum dan menatap wajah tampan Leo.
"selamat malam sayang"ucap Ara mencium kening Leo dan menyandarkan kepala nya di ranjang Leo.
Leo tersenyum dan perlahan membuka mata nya tanpa sepengetahuan Ara. Di saat Ara sudah mulai terlelap, Leo melihat wajah Ara sembari berfikir dan bergumam dalam hati, Leo penasaran dan ingin tahu siapa sebenar nya Ara.
"aku pastiin akan segera keluar dari rumah sakit dan cari tau siapa kamu"gumam Leo dalam hati lalu memejamkan mata nya.
...
"Mami kenapa baru bilang sekarang sama Papi,Papi kira janji kalian sesama itu hanya janji bocah saja Mi"ucap Pak Jackson.
"ya Mami minta maaf, Papi kan jarang ada di rumah jadi Mami bingung mau mulai cerita dari mana ke Papi"jelas Bu Maria.
"hm...Mami yakin mau jodohin Ara sama laki-laki yang sama sekali belum dia kenal...?"tanya Pak Jackson kepada Bu Maria.
"yakin dong, lagian siapa bilang mereka tidak kenal .Mereka sudah saling kenal Pi, bahkan Ara yang nemenin Leo di rumah sakit akhir-akhir ini"jelas Bu Maria lagi
"terserah Mami saja kalau begitu"ucap Pak Jackson.
"Papi kenapa sih, bukan nya bagus ya,jadi Ara tidak akan pernah berhubungan lagi sama hantu, iya kan...? "ucap Bu Maria.
"iya benar kata Mami ,ya sudah sekarang kita tidur istirahat, besok Papi ikut Mami ke rumah sakit buat jenguk anak Bu Amara"ungkap Pak Jackson.
"oke Pi, makasih ya sayang"ucap Bu Maria mencium pipi suami nya, lalu mereka pun terlelap.
...
__ADS_1
Keesokan hari nya...
"Yah sudah bilang ke Ara, dia mau gak ikut kita jemput Irene..?"tanya Bu Risa kepada suami nya.
"iya Ayah sih sudah tanya tadi, tapi Ara nya bilang tidak bisa karena lagi temenin temen nya di Rumah sakit"jawab Pak Haris.
"oh gitu, ya sudah kalau begitu kita jemput Irene nya berdua saja ya Yah nanti sore"ucap Bu Risa.
"Iya Bunda, tapi Ara bilang kalau Irene sudah sampai rumah, secepat nya Ara akan kesini"ungkap Pak Haris.
"Iya Yah"jawab Bu Risa.
"kenapa Bun...? Bunda keliatan cemas "tanya Pak Haris yang melihat istri nya tiba-tiba diam.
"Iya Yah Bunda hanya khawatir"jawab Bu Risa.
"khawatir....? khawatir kenapa...? "tanya Pak Haris penasaran.
"Bunda ingat ayah pernah bilang kalau Ayah pernah ketemu sama Bu Amara itu kan...? "tanya Bu Risa pula.
"iya ingat, terus kenapa Bun...? "tanya Pak Haris lagi.
"Bunda khawatir saat kembali kesini Irene malah ketemu sama Bu Amara dia jadi depresi lagi Yah"ungkap Bu Risa cemas.
"Bun, Bunda jangan khawatir ya. Ayah janji itu gak akan terjadi, Kita akan jaga Irene sebaik-baik nya selama Irene ada di Indonesia"ucap Pak Haris menenangkan hati istri nya serta memeluk nya.
"iya sayang, Ayah ngerti kok"ucap Pak Haris lagi.
...
"ada apa sih...? kenapa coba suruh kita buru-buru kesini...? "tanya Sarah.
"iya Nih, kenapa Ra...? tanya Nadia pula.
"duh ini tu ada yang gawat"jawab Ara panik.
"gawat kenapa sih,tenang dulu, tarik napas.. buang... " ucap Sarah dan langsung di peragakan Ara.
"jadi gini,Irene hari ini mau pulang ke Indonesia"jelas Ara.
"Irene saudara aku...?"tanya Nadia.
"eeh... "jawab Ara mengangguk.
"masak kamu saudara nya gak tau sih Nad"cemooh Sarah.
"iya aku juga heran kenapa aku bisa gak tau, Mama gak ada bilang apa-apa, apa lagi Om Haris atau Tante Risa. Malah Ara yang tau, yang keponaan nya aku atau Ara sih...? "ucap Nadia.
"duh... itu gak penting lah, sekarang yang penting itu gimana kalau sampai Irene ketemu Leo"ucap Ara .
__ADS_1
"ya jangan sampai mereka ketemu lah"jawab Nadia.
"gimana kalau ketemu...? "tanya Ara panik.
"Ara, tenang dong jangan parno gitu. Mereka gak akan ketemu. Leo kan sekarang lagi di rumah sakit"ucap Sarah menenangkan Ara.
Prang... tiba-tiba terdengar suara gelas jatuh di ruang rawat inap Leo, Ara, Sarah dan juga Nadia yang tadi nya di luar buru-buru berlari masuk ke dalam untuk melihat kondisi Leo.
"Leo... kenapa... ?"tanya Ara.
"kamu dari mana aja sih, kata nya jagain aku tapi kok lama banget keluar. Aku haus Ara"ucap Leo.
"iya maaf tadi aku nemuin Nadia dan Sarah, ini mereka"jelas Sarah sambil menunjuk Nadia dan Sarah.
"Iya Leo, maaf ya"ucap Sarah.
"maaf" ucap Nadia pula.
Leo tidak menjawab apa-apa dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"jutek banget"gerutu Nadia dan di dengar oleh Sarah.
"hust... udah yuk kita duduk aja"ucap Sarah.
Sarah dan Nadia duduk di sofa, sementara Ara sibuk membersihkan pecahan kaca dan merawat Leo.
...
Tepat pukul 5 sore, Irene telah tiba di Indonesia dan di sambut oleh kedua orang tua nya.
"welcome to Indonesia"ucap Pak Haris.
"Ayah, Bunda... Irene kangen banget"ucap Irene.
"Bunda juga kangen sekali sama kamu sayang"balas Bu Risa lalu memeluk Irene.
"Ayah juga dong pasti nya"sambung Pak Haris juga memeluk Irene.
"oh ya Ayah, Bunda , Ara mana...? "tanya Irene.
"Ara nya lagi ada urusan sayang, tapi Ara bilang nanti dia langsung ke rumah buat ketemu sama kamu"jawab Pak Haris.
"oh gitu, jadi gak sabar mau ketemu Ara adik angkat aku itu"ucap Irene tersenyum.
"ya sudah sekarang kita pulang ke rumah dulu ya, kangen-kangenan nya di rumah saja"ajak Bu Risa.
"oke lets go... " jawab Irene.
***
__ADS_1