
Tidak Berapa lama kemudian, Bu Tania pun tiba di kediaman Beni dan langsung saja dipersilahkan masuk.
"Beni, Cinta, maaf ya kalau Tante mengganggu kalian," ucap Bu Tania. Saat ini mereka sedang berada di kamar Cinta dan sang bayi yang sedang tidur.
"Nggak kok Tante, Cinta malah senang karena Tante mau jengukin Cinta setiap hari," jawab Cinta.
"Iya Tante, Beni juga senang," jawab Beni pula.
"Syukurlah," ucap bu Tania. "Keadaan kamu gimana Cinta? Udah baikan?" Tanyanya yang begitu perhatian.
"Iya Tante, alhamdulillah Cinta udah baikan kok," jawab Cinta.
"Syukurlah Sayang, Tante senang dengarnya," ucap bu Tania sembari tersenyum menatap Cinta.
"Iya Tante makasih ya," ucap Cinta.
"Iya Sayang sama-sama," jawab bu Tania. "Cinta, Beni, sebenarnya Tante datang ke sini karena ada yang mau Tante sampaikan juga sama kalian."
"Tante mau sampaikan apa? Ngomong aja Tante," kata Beni.
"Jadi gini, Tante tau di rumah ini Cinta hanya sendirian kan kalau Beni lagi kerja? Ya ada pembantu tapi bukan bertugas untuk merawat Cinta dan juga anak kalian. Maksud Tante, daripada kalian mencari baby sister, bagaimana kalau Tante aja yang membantu kalian di sini?" Tanya bu Tania yang membuat Cinta dan Beni sama-sama terkejut mendengar permintaanya.
"Tante serius?" Tanya Beni.
"Iya Tan, Tante nggak haruslah melakukan hal seperti ini, kita bisa kok cari baby sister buat jaga cinta dan Clarissa. Tante boleh kok datang ke sini setiap hari," kata Cinta.
"Maaf Beni, Cinta, tapi Tante hanya ingin dekat sama Clarissa. Selama ini Tante kesepian, suami Tante selalu aja pulang pergi keluar kota bahkan ke luar Negeri, Rolan juga sekarang udah ada di luar Negeri. Jadi Tante ingin deket sama Clarissa kalau kalian mengizinkan," ucap Bu Tania. Raut wajahnya begitu sedih, terlihat juga dari tatapan matanya, bahwa ia sangat menginginkan hal tersebut.
__ADS_1
Beni dan Cinta merasa iba, sebenarnya mereka sama sekali tidak keberatan, akan tetapi mereka takut akan membuat Bu Tania menjadi kelelahan, terlebih lagi bu Tania juga mempunyai keluarga sendiri.
"Tapi gak apa-apa kalau kalian berdua nggak ngizinin, Tante ngerti kok, mungkin kalian nggak percaya jika anak kalian dirawat oleh orang luar," kata bu Tania.
"Tante, Cinta sama Mas Beni nggak pernah menganggap Tante orang luar, buktinya kita mengakui Tante sebagai Neneknya Clarissa kan? Itu berarti Tante juga bagian dari keluarga ini karena Cinta adalah ibunya Clarissa," kata Cinta.
"Iya Tante, benar apa yang Cinta bilang, kalau soal Tante mau tinggal di sini, jujur sebenarnya Beni senang. Tapi apa suami Tante dan Rolan nanti nggak keberatan? Terus Beni juga takut nantinya Tante bakalan kecapean," kata Beni.
"Apa itu artinya kalian mengizinkan Tante tinggal di sini?" Tanya bu Tania sembari menatap pasangan suami istri itu secara bergantian, dari sorotan matanya terlihat jelas bahwa ia sangat menginginkan Cinta dan Beni menjawab kata iya.
"Seperti yang Beni bilang tadi, kalau seandainya memang suami dan anak Tante mengizinkan dan tidak keberatan, juga tidak membuat Tante kecapean, Beni nggak masalah kok Tante," jawab Beni.
"Kamu serius Beni?" Tanya bu Tania yang belum bisa percaya. "Terus bagaimana dengan kamu Cinta?" Tanyanya pula kepada Cinta.
"Cinta juga nggak keberatan, Cinta malahan senang kalau ada Tante di sini, selain cinta ada temennya, Clarissa juga jadi deket sama Neneknya," jawab Cinta.
"Terimakasih Cinta, Beni, Tante sampai nggak tau harus ngomong apa lagi sama kalian selain ucapan terimakasih. Tante janji nggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Tante akan ngerawat Cinta dan juga Clarissa," ucap bu Tania dengan isak tangisnya.
"Tante jangan nangis gitu dong, harusnya Tante bahagia kan karena Tante bakalan deket sama cucu Tante," kata Cinta.
"Justru Tante nangis karena Tante terharu Sayang, Tante beruntung sekali bisa kenal sama kalian berdua. Terutama kamu Beni, kamu dengan ikhlas menerimanya dan sekarang kamu juga menerima Tante di sini," ucap bu Tania.
"Udah ya Tante, nggak usah dibahas lagi, Beni ngelakuin ini semua demi kebahagiaan Cinta, kebahagiaan Cinta adalah kebahagiaan aku Tante," ungkap Beni. "Beni ikhlas menerima ini semuanya, Beni juga udah anggap Clarissa sebagai anak kandung Beni sendiri, anak kami Tante, anak Beni dan Cinta," ucapnya dengan mantap
Tentu saja Cinta yang mendengar akan hal itu merasa sangat bahagia.
...
__ADS_1
Saat ini Ara dan Leo beserta Ibu mereka sedang berada di butik ternama untuk melakukan fitting baju pengantin pernikahan Mereka. Kedua calon pengantin itu masing-masing mengikuti pegawai yang menangani baju pernikahan mereka, Leo mengikuti pegawai yang menuju ke ruangan khusus baju pria, sedangkan Ara mengikuti pegawai menuju ke ruangan khusus gaun pengantin.
Tidak berapa lama kemudian, Leo pun keluar dengan setelan tuxedo lengkap dengan dasinya.
Leo saat itu terlihat sangat gagah dan tampan yang membuat bu Amara dan bu Maria menatap kagum melihatnya.
"Wah … ganteng banget ya anak Mami," puji bu Amara.
"Iya, kamu terlihat sangat berwibawa dan begitu tampan Leo. Memang nggak salah kamu menjadi calon menantu Tante," puji bu Maria pula.
"Jelas dong, anak aku itu," kata bu Amara dengan bangga.
"Iya aku tau itu anak kamu," kata bu Maria.
"Makasih Mami, Tante. Oh iya, Ara mana?" Tanya Leo.
"Tunggu dong sebentar lagi, kamu nggak sabaran banget sih," kata bu Amara, sedangkan bu Maria hanya tersenyum.
"He … he … he … iya Mami, Leo kira tadi kita bakalan sama-sama keluar, ternyata Leo duluan," kata Leo sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Leo pun duduk di sofa bersama ibu dan calon mertuanya. Beberapa saat kemudian, pegawai membuka pintu ruang gaun pengantin, dengan perlahan seorang wanita cantik menggunakan gaun berwarna kuning keemasan keluar dari ruangan tersebut. Wanita itu melangkahkan kakinya dengan anggun serta tersenyum menghampiri kedua wanita paruh baya dan juga seorang pria tampan yang saat ini beranjak dari tempat duduk dan tercengang karena kecantikannya.
"Kenapa pada bengong?" Tanya Ara setelah tiba di hadapan mereka.
Bu Maria dan Bu Amara langsung saja tersadar dari lamunan mereka. Tidak dengan Leo, dia masih saja tercengang dan sangat kagum dengan kecantikan yang ia lihat di depan matanya saat ini.
"Sayang, sayang, gimana aku cantik nggak?" Tanya Ara sembari menepuk pelan pundak Leo dan membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
...****************...