Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_234


__ADS_3

"Aku udah pesan taksi online kok," jawab Leo.


"Oh.. Ya udah yuk turun," ajak Ara.


Lalu mereka pun turun dari mobil dan telah disambut oleh bu Maria yang sedari tadi melihat mobil Ara tiba.


"Sore Tante," sapa Leo lalu menyalami calon mertuanya itu.


"Sore, eh ada Leo," ucap bu Maria.


"Iya Tan, Ara kecapean sampai tidur di mobil tadi. Jadi Leo cuma anterin pulang aja, Leo langsung pamit ya Tan," kata Leo.


"Oh ... gitu, loh kenapa buru-buru banget pulangnya? Masuk dulu yuk," ajak bu Maria.


"Lain kali ya Tante, kasian Ara mau istirahat. Lagian itu taksi pesanan Leo udah datang Tan," kata Leo sembari menunjuk mobil yang baru saja tiba dan terparkir di depan pagar rumah Ara.


Drt ... drt ... drt ... ponsel Leo bergetar ada panggilan masuk, segera saja Leo menjawabnya.


"Halo dengan Mas Leo ya, saya Jono supir taksi online yang Mas pesan. Saya sudah tiba di lokasi Mas," ucap seseorang dari sebrang telepon.


"Iya Mas, sebentar ya saya ke depan dulu," jawab Leo.


Lalu panggilan telepon terputus.


"Tante, Ara, aku pamit dulu ya," ucap Leo.


"Iya Leo, hati-hati ya, terimakasih sudah mengantar Ara pulang," ucap bu Maria.


"Iya Tante sama-sama," jawab Leo.


"Hati-hati Sayang, makasih ya," ucap Ara pula.


"Iya Sayang, sama-sama," jawab Leo.


Setelah berpamitan, Leo pun masuk ke dalam mobil yang dipesannya dan segera melaju menuju ke rumahnya.


"Hoam ..." Ara menguap karena masih merasa begitu mengantuk.

__ADS_1


"Ngantuk banget kayaknya sampai ketiduran di mobil dan sampai sekarang juga masih ngantuk, pasti kurang tidur kan tadi malam? Ini nih yang Mami khawatirkan juga kalau kamu keluar sampai larut malam," kata bu Maria.


"Iya Mi, Ara gak akan mengulanginya lagi kok," ucap Ara yang sangat malas berdebat dengan ibunya itu. Baru mengetahui Ara tertidur di mobil saja sudah diomeli, apalagi jika tahu anaknya yang ketiduran di kantor saat sedang bekerja, pikirnya.


"Ya udah kamu mandi dulu gih! Kalau memang masih ngantuk banget, mendingan kamu tidur dulu. Nanti jam makan malam Mami bangunin kamu," kata bu Maria.


"Iya Mi, Ara ke atas dulu ya," kata Ara lalu bergegas ke kamarnya.


...


Leo sedang duduk di taman belakang rumahnya, wajahnya tampak murung, tatapannya kosong, entah apa yang sedang dipikirnya saat ini. Yang jelas tubuh dan pikirannya sedang tidak berada di tempat yang sama.


"Leo ... Leo ...!" Panggil pak Ardi dari arah yang membelakanginya. Karena sedang asyik dalam lamunannya, Leo sama sekali tidak mendengar akan panggilan tersebut.


"Leo ...!" Panggil pak Ardi lagi sembari menyentuh pundak Leo hingga anaknya itu tersadar dari lamunannya.


"Papi," hardik Leo dan menoleh.


Pak Ardi tersenyum lalu duduk di samping Leo.


"Papi baru aja sampai rumah. Ya alhamdulillah lah semua berjalan dengan lancar," jawab pak Ardi.


"Syukurlah Pi," ucap Leo.


"Iya, oh ya kerjaan kamu sendiri gimana ...?" Tanya pak Ardi.


"Alhamdulillah baik juga Pi," jawab Leo.


"Ya berarti sesuai sama laporan yang Papi terima," kata pak Ardi.


"Iya Pi," jawab Leo.


"Kalau kerjaan baik-baik aja, terus apa ya yang udah buat pikiran anak Papi ini terganggu ...?" Tanya pak Ardi sembari merangkul Leo.


"Maksud Papi?" Tanya Leo menatap pak Ardi tidak mengerti.


"Papi tau kalau kamu lagi mikirin sesuatu tadi kan? Terlihat juga tuh dari tatapan mata kamu yang kosong tadi, melamun, sampai Papi panggil juga kamu gak langsung liat," kata Pak Ardi.

__ADS_1


"Papi tau aja," kata Leo sembari mengulas senyum tipisnya, Papinya ini meskipun jarang ada di rumah, tetapi selalu tau apa yang sedang terjadi pada anaknya.


"Tau dong, kamu kan anak Papi, apalagi kita sama-sama laki-laki," kata pak Ardi.


"Kelihatan banget ya Pi ...?" Tanya Leo.


Pak Ardi menganggukkan kepalanya lalu bertanya, "Ada apa Leo? apa ada masalah dengan hubungan kamu dan Ara?"


"Hm ... sebenarnya hubungan Leo dan Ara baik-baik aja sih, cuma ada sesuatu yang mengganggu pikiran Leo aja pi," jawab Leo.


"Apa tuh, coba kasih tau ke Papi," kata pak Ardi.


"Kenapa ya Pi Leo ngerasa kalau semakin ke sini Ara itu gak berniat untuk menikah dengan Leo? Leo rasa membangun perusahaan itu cuma alasan Ara aja biar bisa menunda-nunda terus pernikahan kami," kata Leo.


Pak Ardi menatap wajah anaknya, terlihat jelas dari mata anaknya itu bahwa ia sedang dilanda rasa bimbang dan kebingungan.


"Leo, apapun yang sedang terjadi saat ini, jika kalian memang masih saling mencintai, harusnya kamu tidak usah merasa khawatir. Dengan seperti ini, sama aja dong kalau kamu gak percaya sama Ara. Bukannya kamu bilang, kalau kamu selalu mendukung Ara. Kenapa sekarang malah kamu meragukannya, kesempatan Ara untuk membangun perusahaannya sendiri itu sudah ada di depan matanya, kamu harus percaya dong," kata Pak Ardi panjang lebar, mencoba memberi pengertian dan berharap anaknya bisa berpikiran jernih.


"Tapi Pi gimana kalau perusahaannya tidak berjalan sesuai keinginannya, bisa di bilang gagal atau bangkrut dan Leo gak bisa bantu apa-apa? Apa Ara akan tetap mau menikah sama Leo ...?" Tanya Leo dengan nada kekhawatiran.


"Hei, kenapa pikiran kamu jadi pesimis gini? Kamu harus berpikir optimis dong, kamu harus yakin kalau kamu bisa bantu Ara dalam kondisi apapun, lagipula Papi yakin kok Ara itu akan berhasil," kata pak Ardi dengan yakin.


"Lagian Ara itu udah janji sehabis perusahaannya diresmikan, maka ia akan segera memikirkan pernikahan kalian. Gak ada tuh nunggu berhasil dulu baru menikah. Memangnya perusahaan itu bisa berhasil dan bangkrut dalam waktu cepat apa? Jadi kalau memang kata kasarnya Ara gak berhasil membangun perusahaannya, ada kamu yang harus selalu ada di sampingnya dan selalu memberinya semangat," hardik bu Amara yang tiba-tiba datang dengan membawa dua gelas jus untuk para pria yang sangat dicintainya itu.


"Nah benar itu apa yang Mami kamu bilang," kata pak Ardi membenarkan.


"Iya Mami, Papi, maaf Leo udah salah malah berpikiran seperti itu," ucap Leo, entah kenapa lagi-lagi perasaan ragu itu muncul di dalam benaknya.


Bu Amara segera merangkul anaknya itu agar sedikit mengurangi beban di hatinya.


...


"Ibu, kenapa Ibu gak bilang kalau mau datang? Sarah jadi gak ada persiapan apa-apa buat menyambut kedatangan Ibu," protes Sarah saat tiba-tiba ibu mertuanya itu datang ke rumah.


"Ibu emang sengaja tidak memberitahu karena tidak mau kamu sibuk-sibuk," jawab bu Sinta.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2