
Ara terkejut saat Rolan menyebut nama Karina, kenapa dia menyalahkan orang lain atas apa yang sudah dia lakukan.
"Ra, tolong percaya sama aku," pinta Rolan.
"Rolan, udahlah. Mau itu rencana kamu atau Karina, tetap aja kamu udah salah," kata Ara.
"Iya Ra aku tau, maafin aku ya," ucap Rolan.
"Aku akan maafin kamu, tapi aku minta kamu jangan lakukan hal-hal kayak gitu lagi," kata Ara.
"Iya Ra aku janji," ucap Rolan senang, saking senangnya ia reflek memeluk Ara. Sementara Ara hanya membiarkannya agar Rolan sedikit lebih tenang. Tapi tidak lama Ara langsung melepaskan pelukan tersebut.
"Maaf ya Ra, aku udah lancang peluk kamu, aku terlalu senang," ucap Rolan.
"Iya gak papa. Sekarang kamu gak boleh kayak gini Rolan, kamu harus semangat, dengan kamu kayak gini udah buat Tante Tania sedih. Masak iya hanya gara-gara cewek, kamu jadi gak semangat idup gini," kata Ara.
"Tapi aku mencintai kamu Ra, aku banyak melakukan kesalahan hanya karena aku ingin mendapatkan simpati dari kamu," ungkap Rolan.
"Bukan itu yang namanya cinta. Kalau benar-benar cinta sama aku, harusnya kamu gak buat hal-hal yang buat aku marah sama kamu, mencintai itu merelakan orang yang kamu cintai bahagia," kata Ara.
"Kamu bisa ngomong kayak gitu karena kamu gak pernah ada di posisi aku Ra," kata Rolan.
"Kata siapa...? Justru aku pernah merasakan sakit di tinggal nikah sama orang yang aku cintai. Tapi aku mencoba ikhlas dan akhirnya di ganti dengan yang lebih baik," kata Ara.
Rolan terdiam, dalam otaknya berpikir apakah sudah saatnya melupakan Ara dan membiarkan wanita yang dicintainya itu bahagia dengan pria pilihannya.
"Please lupain aku Rolan, aku memaafkan kamu dan mau menjadi teman kamu lagi, tapi maaf kalau untuk membalas cinta kamu aku gak bisa. Aku dan Leo tidak lama lagi akan menikah, aku sangat mencintai Leo Lan," kata Ara lagi.
"Ra, gimana kalau aku gak bisa lupain kamu...? Kamu itu cinta pertama aku," kata Rolan.
"Pasti bisa Rolan, asalkan kamu benar-benar membuka hati dan mencintai wanita lain, hanya satu wanita bukan banyak wanita. Aku yakin kamu akan menemukan kebahagiaan kamu sendiri meskipun bukan sama aku," kata Ara.
__ADS_1
"Aku akan mencobanya, terimakasih Ra udah mau maafin aku dan memberi aku semangat," ucap Rolan.
"No problem, ini semua aku lakukan juga demi Tante Tania. Kasian Tante Tania yang sedih melihat kondisi kamu kayak gini Rolan," kata Ara.
"Iya Ra, sekarang mami aku ada dimana..?" Tanya Rolan.
"Mami ada di sini," kata bu Tania yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Rolan. Ternyata sedari tadi ia telah menguping pembicaraan Ara dan anaknya itu.
"Mami, maafin Rolan yang udah buat Mami kecewa," ucap Rolan menangis lalu memeluk ibunya.
...
"Pa-pa," panggil Kayla.
"Iya Sayang, anak Papa sekarang udah besar, udah dua tahun umurnya," kata Bryan sembari mencium kening anaknya.
Saat libur kerja, Bryan memang selalu menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya di rumah. Apalagi saat ini Sarah sedang sibuk dengan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, mulai dari mengemas rumah, masak, mencuci baju yang mengharuskan Bryan untuk menjaga anaknya agar tidak mengganggu ibunya.
Bryan yang mendengar pertanyaan itu pun di buat tertawa gemas.
"Nenek ada di rumahnya, kapan-kapan kita main ya ke rumah Nenek," jawab Bryan.
"Iya Pa," jawab Kayla mengangguk.
"Anak Papa pinter banget sih," puji Bryan.
"Iya dong, pintar kayak Mamanya," sahut Sarah yang baru saja masuk ke kamar Kayla.
"Mama...." Teriak Kayla dengan lancarnya.
"Iya anak Mama Sayang," jawab Sarah lalu ikut nimbrung duduk di antara anak dan suaminya.
__ADS_1
"Sayang, pekerjaannya udah siap semua....?" Tanya Bryan.
"Udah, huft...... Mama cepek banget, Mama bobok di kaki Kayla ya," kata Sarah lalu meletakkan kepala di atas kaki anaknya.
"Aw atit Mama," rintih Kayla yang pura-pura kesakitan, padahal Sarah hanya berpura-pura juga.
"Mana yang sakit, sini biar Papa Dokter yang obatin ya, Mama jangan nakal ya," kata Bryan.
"Mama angan akal," kata Kayla mengikuti omongan Ayahnya.
"Ha.. Ha.. Ha.. Pinter banget deh anak Mama," Sarah tertawa, rasa capek yang tadi ia rasakan hilang begitu saja karena mendengar ocehan Kayla.
"Sayang, kalau capek mending istirahat aja ya, aku gak mau kamu sakit karena kecapean," kata Bryan.
"Aku gak papa Sayang, capeknya hilang karena liat kamu dan Kayla," ungkap Sarah tersenyum lalu berbaring dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Bryan.
Dengan lembut Bryan mengelus rambut Sarah sambil bermain dengan anaknya. Tanpa di sadari Sarah yang kelelahan itu pun terlelap. Begitu juga dengan Kayla, karena lelah bermain dari pagi, tiba-tiba saja ia juga tertidur. Bryan tersenyum melihat wajah polos kedua wanitanya lalu ikut memejamkan mata.
...
Ara dan dan Leo sedang berada di rumah Cinta, Ara menyampaikan maksud bu Tania yang ingin bertemu dengannya juga tentang kondisi Rolan saat ini.
"Jujur, aku males banget harus ngebahas soal Rolan. Mau dia kurang sehat atau gila sekalipun kayaknya sama sekali gak berpengaruh sama aku, aku benci banget sama dia Ara," kata Cinta.
"Ta, aku paham kok sama posisi kamu. Tapi bukannya sekarang kamu udah bahagia sama Beni? Terus buat apa lagi kamu tetap membenci Rolan? Bukannya semua juga ada hikmahnya, dengan Rolan tidak mau bertanggung jawab dan menikahi kamu, kamu malah bisa menikah dengan Beni yang jelas-jelas sangat mencintai kamu dari lama. Kalau kamu menikah dengan Rolan, belum tentu kamu akan hidup bahagia seperti sekarang kan? Rolan sekarang sudah cukup menderita, dia merasa kalau ini semua adalah karma karena sikapnya terhadap kamu," kata Ara panjang lebar, mencoba memberi pengertian untuk Cinta.
Cinta menyimak perkataan Ara dengan seksama, apa yang di bilang Ara memang benar, jika menikah dengan Rolan belum tentu ia akan hidup bahagia seperti sekarang ini hidup bersama Beni. Tapi rasanya juga sangat sulit memaafkan apalagi melupakan apa yang telah Rolan lakukan padanya.
Sementara Beni hanya diam saja, ia sama sekali tidak keberatan jika istrinya mau bertemu dengan Rolan dan bu Tania. Namun ia juga tidak akan memaksa, ia akan mendukung apapun yang menjadi keputusan Cinta.
Sedangkan Leo hanya tersenyum dan menatap Ara dengan kagum. Ia sangat bangga mempunyai tunangan sebaik Ara, yang selalu memaafkan dan tidak pernah merasa dendam dengan orang-orang yang pernah menyakitinya.
__ADS_1
...****************...