Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-295


__ADS_3

Saat itu juga Rio langsung saja menghubungi Aria lewat telepon WhatsApp.


"Halo Kak Rio," ucap Aria dari seberang telepon.


"Halo Ar, kamu udah tidur?" Tanya Rio yang entah kenapa merasa sangat gugup.


"Ya belum lah Kak, kalau udah tidur terus siapa dong yang angkat telepon Kakak," jawab Aria.


"Oh iya juga ya," kata Rio sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia menjadi salah tingkah sendiri.


"Ada apa Kak?" Tanya Aria.


"Gini, besok kamu udah ada pasangannya belum jadi bridesmaid dan untuk datang ke acara pernikahannya Ara dan Leo?" Tanya Rio.


"Belum Kak, memangnya kenapa?" Jawab Aria dan bertanya.


"Kalau aku jadi groomsmen dan jadi pasangan kamu besok, kira-kira kamu mau nggak?" Tanya Rio.


Jantung Aria terasa berdetak lebih cepat, hatinya saat ini berbunga-bunga. Aria mencoba mengatur nafasnya untuk menstabilkan perasaan senangnya itu agar tidak terlalu terlihat oleh lawan bicaranya.


"Kakak serius?" Tanya Aria yang merasa tidak percaya.


"Iya aku serius, itu pun kalau kamu mau," jawab Rio.


"Iya Kak aku mau kok," jawab Aria, terlihat senyum sumringah yang keluar dari sudut bibir mungilnya.


"Yes," ucap Rio sembari memperagakan tangannya naik turun tanpa sepengetahuan Aria. Ia begitu senang karena Aria tidak menolak keinginannya.


Begitu juga dengan Aria, ia melakukannya hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Rio tadi. Aria tidak menyangka jika harapannya untuk menjadi pasangan Rio di acara pernikahan akan menjadi kenyataan.


"Ya udah, kalau gitu besok mau aku jemput atau gimana?" Tanya Rio.


"Rencananya sih aku mau pergi sama Kak Arka dan Kak Sherin, jadi kita ketemu di sana aja ya Kak," kata Aria.


"Boleh, ya udah kalau gitu sampai ketemu besok ya Ar, makasih udah mau nerima ajakan aku," ucap Rio.

__ADS_1


"Iya Kak sama-sama. Makasih juga ya udah ajakin aku," ucap Aria pula.


"Iya Ar sama-sama. Ya udah kalau gitu selamat malam, selamat tidur ya, bye …," ucap Rio.


"Selamat malam dan selamat tidur juga Kak Rio, bye …," ucap Aria pula.


Dan panggilan telepon pun berakhir.


Aria dan Rio serentak merebahkan tubuh mereka di atas kasur sembari meletakkan ponsel di bawah dagu. Mereka terlihat sangat bahagia, senyuman yang mengambang di bibir keduanya mempertandakan bahwa mereka berdua sama-sama merasa senang dengan apa yang terjadi saat ini.


...


Hari pernikahan Ara dan Leo...


"Duh … cakep banget sih anak Mami," puji bu Amara saat melihat Leo yang sedang mempersiapkan dirinya di dalam kamar.


"Masa sih Mi, udah cocok belum buat jadi pasangan Ara?" Tanya Leo.


"Cocok, cocok banget malah, perfect. Kamu dan Ara akan menjadi pasangan yang paling sempurna. Mami yakin dengan pernikahan kalian hari ini pasti banyak yang iri deh," kata bu Amara.


"Ah Mami, gak usah berlebihan juga dong, ntar kalau banyak yang iri malah menimbulkan kejahatan lagi," kata Leo.


"Makasih ya Mi," Leo senang banget karena akhirnya hari ini akan terjadi juga di dalam hidup Leo. Leo udah lama banget nunggu hari ini Mi. Untungnya apa yang terjadi sama Leo waktu itu tidak menghambat pernikahan kami," ucap Leo penuh rasa syukur.


"Iya Sayang, Mami juga bersyukur. Tapi kamu beneran udah nggak apa-apa kan? kamu udah baik-baik aja kan Sayang?" Tanya bu Amara, ia ingin memastikan kondisi anaknya yang baru saja keluar dari sakit.


"Iya Mami Sayang, Leo udah nggak kenapa-napa kok. Mami liat dong Leo udah baik-baik aja kan?" jawab Leo.


"Iya mami liat kok. Anak Mami ini bersemangat banget karena sebentar lagi bakalan mempersunting anak orang menjadi istri," kata bu Amara.


"Iya dong Mi, doain ya Mi semuanya lancar-lancar aja," ucap Leo.


"Ya Sayang, Mami akan selalu doain buat kamu. Semua yang terbaik untuk kamu," ucap bu Amara.


"Makasih banyak Mami," ucap Leo tersenyum.

__ADS_1


"Sama-sama Sayang. Kamu udah selesai kan? Kalau udah selesai, yuk kita langsung berangkat. Ntar kasian lho kalau Ara-nya yang sampai duluan terus nungguin kamu," kata bu Amara.


"Leo udah selesai kok Mi, kalau gitu sekarang kita berangkat," ajak Leo.


"Wah anak Papi udah siap aja nih," kata Pak Ardi saat melihat anak dan istrinya itu baru saja keluar dari kamar Leo.


"Udah dong Pi, liat dong anaknya udah cakep gini," kata bu Amara. Sedangkan Leo hanya tersenyum saja.


"Ya iyalah orang keturunan Papi cakepnya," kata Pak Ardi.


"Ya Mami akui lah memang kalian berdua itu pria tampan yang ada di dalam hidup Mami, yang paling Mami cintai," kata bu Amara.


"Papi juga cinta sama Mami," kata Pak Ardi.


"Leo juga Mi," sahut Leo, lalu mereka bertiga pun berpelukan.


"Leo yang penting kamu ingat ya pesan Papi, setelah menikah nanti kamu harus jaga dan sayangi istri kamu seperti kamu menyayangi ibu kamu. Jangan pernah kamu sakiti dia, ingat kamu menikahi dia itu untuk memuliakan wanita yang kamu cintai itu," pesan pak Ardi.


"Iya Papi, Leo akan selalu ingat sama pesan Papi," jawab Leo.


...


Sementara itu di kediaman Pak Jackson tampak Ara yang juga sudah selesai. Ia menggunakan gaun bernuansa putih membuatnya kelihatan sangat cantik seperti ratu kerajaan.


"Akhirnya waktu yang dinanti-nantikan tiba juga, sebentar lagi anak kita akan jadi istri orang ya Pi," kata Bu Maria.


"Iya, putri Papi satu-satunya akan dipersunting untuk menjadi istri orang. Papi cuma berharap semoga anak Papi ini selalu bahagia," ucap pak Jackson.


"Mami juga berdoanya seperti itu," ucap Bu Maria.


"Mami, Papi, makasih ya doanya. Meskipun Ara udah nikah nanti, Ara tetap anak mami dan papi kan?" ucap Ara.


Bu Maria dan pak Jackson menghampiri anak mereka yang terlihat sangat terharu dan juga bahagia. Ara langsung saja memeluk kedua orang tuanya, setelah itu pun mereka segera pergi menuju ke lokasi acara pernikahan.


Setibanya di sana, Leo dan kedua orang tuanya beserta para undangan telah hadir terlebih dahulu. Ara yang didampingi kedua orang tuanya itu tampak anggun berjalan menuju ke tempat dimana acara ikrar janji suci akan dilaksanakan. Mata Leo tak berkedip, ia sangat terpesona dan kagum melihat kecantikan wanita yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya itu.

__ADS_1


"Ya ampun aku benar-benar nggak nyangka, sebentar lagi bidadari yang ada di depan mataku ini akan menjadi istri dan milik aku selamanya," gumam Leo dalam hati.


...****************...


__ADS_2