Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_182


__ADS_3

Arka yang panik segera saja mengambil beberapa alat di mobilnya untuk membuka paksa pintu mobil Cinta sehingga mengakibatkan alarm mobil Cinta berbunyi.


Security yang menjaga sekitar segera menghampiri Arka.


"Mas anda mau mencuri ya...?"tanya security.


"bukan Pak, ini ada teman saya di dalam terkunci dalam keadaan tidak sadarkan diri"jawab Arka.


Satpam segera membantu Arka hingga akhirnya pintu mobil terbuka dan Cinta buru-buru di bawa masuk ke dalam untuk di lakukan pemeriksaan.


Arka yang tadinya hendak pulang terpaksa ia tunda dulu sampai tahu bagaimana kondisi Cinta, karena Cinta juga tidak punya keluarga di sini, kedua orang tuanya ada di Belanda.


Ponsel Arka berdering ada panggilan masuk dari Ara.


"halo Ara"ucap Arka menjawab telpon Ara.


"halo Ka, kenapa lemes gitu, belum makan...?"tanya Ara meledek.


"Ra aku lagi panik"ungkap Arka.


"kenapa Ka..?"tanya Ara.


Ara yang tadinya bercanda sekarang menjadi lebih serius.Arka menceritakan kejadian yang baru saja terjadi kepada Ara, hingga ada Dokter yang memanggil Arka saat panggilan telfon belum berakhir.


"Ra udah dulu ya, Dokter manggil"ucap Arka.


"iya udah Ka, bye... "ucap Ara.


"bye Ra"balas Arka.


lalu panggilan telfon terputus.


Ara segera menghubungi Sarah yang sedang makan siang di kantin bersama suami nya itu.


"halo Sarah"ucap Ara.


"iya Ra kenapa kok panik gitu....?"tanya Sarah.


"Arka..... "ucap Ara panik.


"Arka kenapa..?"tanya Sarah.


"bukan Arka"terang Ara.


"bukan Arka,terus siapa....?"tanya Sarah kebingungan.


"speaker sayang"pinta Bryan.


Sarah menloudspeaker telfonnya agar Bryan ikut mendengar.


"Arka tadi nemuin Cinta dalam mobilnya dalam keadaan gak sadarkan diri"jelas Ara.


"apa...? terus gimana keadaannya sekarang...?"tanya Sarah.


"lagi di tanganin Dokter"jawab Ara.


"Ra, kalau ada apa-apa infoin ya, aku pengen banget ke rs sekarang tapi kerajaan lagi banyak banget karena Cinta gak masuk"ucap Sarah.


"iya Sar, pulang kerja aja kita ke rs gimana...? "usul Ara.


"iya Ra"jawab Sarah.


"ya udah, bye Sar"ucap Ara.


"bye Ra"balas Sarah.

__ADS_1


Lalu panggilan telfon terputus.


"sayang kamu sekarang peduli banget ya sama Cinta...?"tanya Bryan.


"iya gak tau kenapa semenjak ketemu Cinta di Bandung dan tau masalahnya aku merasa iba sama Cinta, Cinta juga orang baik kok, kamu gak marah kan aku peduli sama dia...?"jawab Sarah dan bertanya.


"ya gak lah sayang, aku malah bangga sama kamu"jawab Bryan tersenyum.


...


Ara dan sahabat-sahabatnya memutuskan untuk ke rumah sakit setelah mereka selesai bekerja, termasuk Nadia ia juga terlebih dahulu berada di rumah sakit bersama Sherin untuk melihat Dokter Herman.


"Nad, gimana keadaan kamu....?"tanya Ara.


"aku udah gak papa kok Ra...?"jawab Nadia.


"syukur lah"ucap Ara.


"Ra, makasih ya kemaren kalian udah sekalian jenguk Papa aku"ucap Nadia.


"iya Nad sama-sama, ini siapa (menunjuk Sherin)...?"jawab Ara dan bertanya.


"oh iya lupa kenalin, ini Sherin yang aku ceritain kemaren, Sherin kenalin ini sahabat aku Ara"Nadia memperkenalkan Suster dan sahabatnya.


Ara dan Sherin menjulurkan tangan saling berkenalan.


"Ara"ucap Ara.


"Sherin"ucap Sherin.


"sayang, maaf ya aku telat"ucap Leo saat baru tiba.


"gak papa sayang"jawab Ara.


"iya Yo aku abis jenguk Papa"jawab Nadia.


"oh... Rio mana...?"tanya Leo lagi.


"masih ada kerjaan"jawab Nadia.


"sayang ini Sherin Susternya Nadia"ungkap Ara.


"iya halo Suster Sherin"sapa Leo.


"hai"balas Sherin.


"ya udah kalau gitu kita masuk ke dalam sekarang aja kali ya, di dalam ada Arka,Sarah dan Bryan"ucap Ara.


"ya udah yuk"ajak Nadia.


Ara membuka pintu lalu masuk ke dalam ruang rawat inap Cinta di ikuti dengan yang lainnya.


"Wah... rame banget"ucap Cinta.


Cinta sangat terharu ia tidak menyangka orang-orang yang pernah ia musuhi kini malah menjadi orang-orang yang sangat peduli padanya dan menjadi teman baiknya.


"Cinta gimana keadaan kamu...?"tanya Ara.


"aku udah baikan kok Ra"jawab Cinta.


"syukurlah, Kakek Broto belum bisa datang...?"tanya Ara lagi.


"katanya sih hari ini, kemungkinan bentar lagi"jawab Cinta.


"oh.. gitu"gumam Ara.

__ADS_1


"hei Nad, kamu udah jenguk Papa kamu...?"tanya Sarah.


"udah Sar"jawab Nadia.


"hai Nad"sapa Arka tersenyum.


"hai Ka"balas Nadia dan juga tersenyum.


Entah kenapa hati Arka tidak bisa di kontrol saat ia bertemu dengan Nadia, rasa nya ingin terus memandang dan dekat Nadia, akan tetapi Arka sadar diri siapa dirinya.


"Berhubung ada kalian semua di sini, aku mau liat kondisi Beni bentar terus aku pulang duluan gak papa kan...?"tanya Arka.


"iya gak apa lah Ka, kasian banget liat hidup loe cuma di seputaran rumah sakit"jawab Bryan.


"iya mata loe juga udah sembab banget"sambung Leo.


"ya begitu lah Bro,ya udah semuanya aku pulang dulu ya"pamit Arka.


"hati-hati Ka, makasih ya"ucap Cinta.


"iya Cinta semoga lekas sembuh"ucap Arka.


"hati-hati Ka"ucap Ara dan lainnya.


"oke"jawab Arka.


...


Rolan tiba di rumah, ia kesal bila mengingat beberapa customer di restauran yang mengatakan bahwa makanan di restauran nya tidak enak, bahkan ada yang memaki itu adalah makanan yang tidak habis namun di panaskan kembali.


"Mas Rolan, kita harus mencari koki pengganti secepatnya, kalau seperti ini terus restauran ini bisa bangkrut dan image nya sangat jelek"ucap salah satu karyawan Rolan.


"akh....."teriak Rolan.


tok.. tok.. tok.. (Bu Tania mengetuk pintu kamar Rolan).


"ada apa Mi...?"tanya Rolan saat membuka pintu kamarnya.


"kamu udah makan...?"tanya Mami Rolan.


"Mi, aku kan punya restauran jadi aku makan di sana"jawab Rolan.


"jangan kamu pikir Mami tidak tahu masalah kamu ya, karyawan kamu sudah kasih tahu ke Mami"ungkap Mami Rolan.


"heh ember banget"gerutu Rolan.


"Rolan, jangan terlalu di pikirin, masalah dalam berbisnis itu wajar. Sekarang kamu makan dulu ya,sebelum pulang tadi Mami sudah minta Bu Jasmine khusus makan makanan kesukaan kamu dan sudah Mami hangatkan sebagian"ucap Mami Rolan.


"iya Mi, abis mandi Rolan makan"jawab Rolan.


"ya sudah Mami tunggu ya"ucap Mami Rolan.


"iya Mi"jawab Rolan.


Tidak lama kemudian Rolan menikmati hidangan di meja bersama Mami nya.


"Pak tua belum pulang Mi...?"tanya Rolan.


"maksudnya Daddy kamu, tidak boleh begitu dong sayang ngomong nya"ucap Mami Rolan.


Rolan tidak banyak bicara lagi, ia menikmati makanan di atas meja dengan lahap tanpa sisa hingga muncul sebuah ide di otaknya.


"Mi, boleh gak kalau Bu Jasmine aku jadiin chef di Restauran aku...?


***

__ADS_1


__ADS_2