
Rio terdiam dan kesakitan akibat dari tamparan Papa nya tersebut, sementara itu Papa Rio menunduk dan menyesal atas perbuatan nya.
Rio yang sangat kesal dan marah atas perbuatan Papa nya itu keluar dari ruang kerja nya dan berjalan ke arah luar.
Nadia yang melihat ada yang tidak beres dengan Rio segera berlari menghampiri nya hingga ke parkiran mobil.
"Rio.. tunggu Rio" panggil Nadia.
Akan tetapi sudah terlambat karena Rio telah masuk ke dalam mobil dan melaju.Ara segera masuk ke dalam mobil nya dan melaju mengikuti mobil Rio.
Rio telah tiba di bukit tempat biasa dia, Ara dan Leo menenangkan diri.
"akh...........aku benci" teriak Rio di atas bukit.
Tiba-tiba Nadia menghampiri Rio dan memeluknya dari belakang sehingga membuat Rio terkejut.
"Rio.... "ucap Nadia.
"Nadia kamu ngapain disini, lepasin" ucap Rio.
"gak mau ,aku tahu kamu lagi ada masalah kan, kamu harus cerita sama aku agar kamu tenang" kata Nadia dan memeluk Rio dengan erat.
Rio memaksa melepas tangan Nadia hingga Nadia melepaskan pelukan nya.
"kamu dengar ya, aku gak butuh kamu ,aku cuma mau sendiri untuk saat ini, aku...." ucapan Rio terputus karena Nadia menutup mulut Rio dengan bibir nya.
Rio terkejut dan membuka lebar mata nya, awal nya Nadia senang karena Rio tidak menolak dan terlihat menikmati ciuman dari nya. Akan tetapi tiba-tiba Rio melepas ciuman itu dengan mendorong tubuh Nadia sehingga tidak sengaja membuat Nadia terpeleset dan jatuh ke dalam jurang.
"Rio tolong aku" teriak Nadia ketakutan yang berpegangan pada akar pohon.
Rio panik dan ia mengambil sebatang kayu untuk menolong Nadia.
"Nadia, kamu tenang ya sekarang kamu pegang erat batang kayu ini dengan sebelah tangan kamu dan aku akan menariknya" perintah Rio.
Nadia meraih batang kayu tersebut dan Rio mulai menariknya, tetapi karena tidak kuat kayu itu patah sehingga Nadia pun jatuh ke dalam jurang.
"Rio....... " teriak Nadia.
"Nadia..... " teriak Rio.
Rio segera mencari pertolongan.
...
"akhir nya kelar juga ni kerjaan sebelum jam makan siang" gumam Ara.
Tiba-tiba Bu jeni datang menghampiri Ara di meja kerja nya.
"bagaimana Ara, apakah sudah selesai...? " tanya Bu Jeni.
__ADS_1
"sudah Buk" jawab Ara dan menyerahkan berkas yang baru saja Ara selesaikan.
Bu Jeni mengambil berkas tersebut dan memeriksa nya.
"em Bagus, jadi hari ini kamu gak perlu lembur dan bisa pulang cepat" ucap Bu Jeni.
"terima kasih Bu" ucap Ara.
Bu Jeni mengangguk dan meninggalkan Ara dengan membawa berkas dari Ara.
"tumben tu perawan tua gak marah-marah sama kamu" ucap Leo.
"hustt.... gak boleh ngomong gitu, mungkin mood nya lagi baik" bisik Ara kepada Leo.
"ya abis ,biasa nya tiada hari tanpa marahin kamu kan" ucap Leo lagi.
"iya udah biarin aja, ikut aku makan siang yuk" ajak Ara.
"oke yuk" jawab Leo.
"sayang berarti hari ini kamu bisa pulang lebih cepat kan ,kita ke bukit yuk" ajak Leo.
"boleh entar kita ke sana ya " jawab Ara.
Saat pulang dari Kantor Ara dan Leo langsung menuju ke bukit sesuai rencana mereka.
"ini mobil Rio kan Ra...? " tanya Leo kepada Ara sambil menunjuk mobil jeep warna hitam.
"iya bener" jawab Ara.
Ara dan Leo turun dari mobil dan berjalan ke arah polisi yang menjaga keamanan di tempat itu.
"maaf ini ada apa ya Pak...?" tanya Ara kepada polisi.
"ada seorang wanita yang jatuh ke dalam jurang mbak sebaik nya mbak jangan mendekat ke lokasi kejadian" jawab Polisi.
"tapi Pak ada teman saya di sini, saya mau tahu siapa yang jatuh ke dalam jurang itu" ucap Ara.
"nama nya Nadia mbak" jelas polisi.
"hah Nadia....? " Ara sangat terkejut dan syok mendengar kabar itu.
Leo menghampiri Rio yang ia lihat ada di atas bukit.
"Rio, Ara ada di bawah dan tidak di izinkan polisi untuk naik, dia syok mendengar Nadia jatuh ke dalam jurang, loe harus jelasin ke Ara" ucap Leo.
Rio hanya diam ,lalu berjalan menghampiri Ara bersama Leo.
"Ara" panggil Rio.
__ADS_1
"Rio ,jelasin ke aku kenapa Nadia bisa jatuh ke dalam jurang.Bukan nya selama ini kita baik-baik aja ada di atas sana" teriak Ara.
"aku gak sengaja Ra" jelas Rio
"gak sengaja gimana yo...? " tanya Ara.
Rio pun menceritakan kejadian yang menimpa Nadia tersebut.
"Ya ampun Rio kenapa ceroboh banget sih ,terus selama 4 jam pencarian apa belum ada tanda-tanda Nadia di temukan..? " tanya Ara.
"Belum Ra, Polisi bilang kemungkinan Nadia di bawa arus sungai dalam jurang itu" jawab Rio.
"Lalu apa udah di cari ke arah air sungai itu mengalir..? " tanya Ara lagi.
"udah, tapi belum ketemu juga" jawab Rio panik.
"maaf Pak Rio karena hari mulai senja dan perkiraan cuaca juga akan turun hujan badai pencarian hari ini tidak bisa di lanjutkan lagi ,akan tetapi besok akan kita lanjutkan lagi pencarian nya Pak ,sebaik nya sekarang kita semua pulang" ucap salah satu Tim SAR yang menghampiri Rio.
"baik Pak, terima kasih banyak" ucap Rio.
Polisi dan Tim SAR telah bubar dari lokasi kejadian. Sementara itu Rio tidak mau pulang dah malah berlari ke arah hutan.
" Rio kamu mau kemana.. ?ini udah mau malam dan akan turun hujan ,kamu gak dengar ya apa yang di bilang petugas tadi" teriak Ara.
"aku gak peduli ,kamu dan Leo pulang aja. Aku akan cari Nadia sampai ketemu" teriak Rio.
"udah lah sayang, biarin aja Rio. Kita pulang aja ya " pinta Leo.
"gak bisa Yo, gak mungkin lah kita biarin ada orang yang sedang kesusahan ,ini bukan buat Rio tapi buat Nadia" ucap Ara.
"Rio tunggu.. " panggil Ara.
Ara berlari menghampiri Rio dan dengan terpaksa Leo juga mengikuti nya.
"Ara kamu gak perlu ikut, biar aku sendiri" ucap Rio.
" gak apa ada Leo kok juga kok yang nemenin" jelas Ara.
"Nadia.... " panggil Ara
"Nadia... " panggil Rio pula.
semakin mereka masuk ke dalam hutan, hari semakin gelap lalu tiba-tiba hujan turun dengan deras nya. Rio, Ara dan Leo berlari ke bawah pohon rindang untuk berteduh.
Sementara itu di balik rindangnya pohon dan banyak nya rerumputan ada seseorang yang membutuhkan pertolongan.
"tolong.. tolong.. tolong" ucap orang tersebut lirih.
***
__ADS_1