
"Sherin menurut kamu ada yang di sembunyiin gak sih sama Mama aku...?"tanya Nadia.
"maksud kamu...?"tanya Sherin balik.
"aku ngerasa ada yang Mama sembunyiin dari aku soal kerjaannya Sher, Mama kayaknya udah gak kerja di Kantor lagi,masak iya Sabtu Minggu harus kerja juga lembur, apa mungkin ya Mama di pecat gara-gara kebanyakan libur bolak balik ngurusin aku sakit"ucap Nadia.
"Nadia kamu harus percaya sama Mama kamu,mungkin emang bener kan karena udah sering gak masuk kerjaan nya jadi numpuk dan harus lembur,kamu itu harus percaya apa pun yang Bu Jasmine lakukan adalah untuk kebaikan kamu, gak boleh curiga gitu"ucap Sherin.
"ya ampun kamu bener Sher, aku baru aja buat hati Mama terluka dengan mencurigainya"ucap Nadia.
"ya udah gak apa yang penting kamu gak ngilanginnya lagi, oh ya waktu jalan-jalan keluar cari udara segar"ucap Sherin.
"iya, yuk"ajak Nadia.
Sherin sesekali memapah Nadia berjalan menuju taman depan rumah, Nadia dan Sherin duduk di kursi panjang menikmati sinar Mentari pagi dan indahnya suara kicauan burung.
"oh ya Sher aku mau tanya deh sama kamu, boleh...?"tanya Nadia.
"tanya soal apa..?"tanya Sherin.
"maaf ya kamu bilang kan dari kecil udah di tinggal sama Ayah dan Ibu kamu jadi kamu tinggal sama Nenek dan sekarang Nenek kamu juga udah gak ada, berarti kamu tinggal sendirian dong...?"tanya Nadia.
"iya Nad aku memang tinggal sendirian di rumah warisan keluarga aku, sederhana sih tapi sejuta kenangan"jawab Sherin.
"kamu gak ada saudara...?"tanya Nadia lagi.
"kalau saudara Nenek Kakek ada di kampung dan yang jelas aku gak tau sama sekali, kalau Ibu aku anak tunggal dan keluarga ayah aku gak nganggap aku dan Ibu aku ada"jawab Sherin.
"loh kenapa...?"tanya Nadia penasaran.
"karena Ibu aku bukan pilihan orang tua ayah aku, maka nya mereka kawin lari tanpa restu orang tua ayah aku"jawab Sherin dan mulai bersedih.
"Sher, maaf ya udah buat kamu ingat sama masa-masa lalu yang pahit itu"ucap Nadia lalu memeluk Sherin.
"gak apa kok Nad, betapa menyedihkan jalan hidup aku ini kan Nad"ucap Sherin.
"enggak, kamu sekarang bisa jadi Suster pribadi itu adalah hal yang luar biasa, kamu jangan sedih lagi ya, kamu punya aku sama Mama"ucap Nadia.
"makasih Nad"ucap Sherin.
Kini tangis Sherin berubah menjadi tangis bahagia.
__ADS_1
...
"Tahu pulang ke rumah juga kamu"bentak Pak Hernandes saat melihat Rolan pulang.
"sayang kamu sudah pulang...?"tanya Bu Tania dengan lemah lembut.
"Rolan kalau orang tua bicara dan bertanya di jawab, kenapa kamu semakin kurang ajar saja"ucap Pak Hernandes dengan penuh amarah.
"Mas sudah, kamu harus ke Kantor nanti terlambat"ucap Bu Tania.
"itu anak didikan kamu, baru bisa cari uang yang tidak seberapa itu saja sudah sombong"hina Pak Hernandes.
Rolan sangat kesal, ia menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangan dan ingin memukul Daddy nya itu. Bu Tania yang melihat akan hal itu segera menghampiri Rolan dan menenangkan nya.
"sayang yang sabar ya"pinta Bu Tania.
Rolan menatap wajah Pak Hernandes dengan penuh kebencian.
"urus saja anaknya mu itu"ucap Pak Hernandes lalu pergi meninggalkan rumah.
"Sayang, kamu mandi dulu ya, pasti lapar kan, nanti Mami minta tolong tukang masak kita masak makanan kesukaan kamu ya"ucap Mami Rolan.
"iya Mi, makasih ya"ucap Rolan lalu ia melangkahkan kaki ke kamarnya.
"Mi"sapa Rolan.
"iya sayang, oh ya lihat nih makanan kesukaan kamu semua.Ini semua Bu Jasmine yang masak. Dia tukang masak yang baru di rumah kita"terang Mami Rolan.
"Mas Rolan, saya Bu Jasmine"ucap Bu Jasmine dengan sangat sopan.
"iya Bu"jawab Rolan tersenyum.
"Bu Jasmine gak mau ikut makan...?"tanya Mami Rolan.
"tidak Bu terima kasih, saya sudah sarapan di rumah"jawab Bu Jasmine.
"oh ya sudah Bu"ucap Mami Rolan.
"gimana sayang, enak gak masakannya...?"tanya Mami Rolan.
"hm.. ini enak-enak banget Mi gak kalah sama masakan chef restauran"jawab Rolan.
__ADS_1
"Bu Jasmine dengar tidak apa yang anak saya bilang...?"tanya Mami Rolan.
"kayaknya gak dengar Mi, berisik air kran cuci piring, kan agak jauh juga"ungkap Rolan.
"oh iya juga ya, Bu Jasmine ini juga rajin sekali orangnya,padahal Mami bilang tugasnya hanya masak sarapan pagi sama siang,kalau peralatan masak sudah di beresin boleh pulang, tapi dia minta di tunda-tunda jam pulang nya sampai jam 3 dan dia mau kerjain apa saja tanpa di bayar, ya tidak mungkin dong sayang Mami tidak membayar keringat orang, sementara di rumah ini masing-masing sudah ada pembantunya, jadi Mami suruh dia duduk saja nunggu jam 3,tapi tetap aja suka bantuin Bik Sumi bersih-bersih"terang Mami Rolan.
"oh ya, kok bosa gitu ya Mi...?"tanya Rolan.
"tidak tahu sayang"jawab Mami Rolan menggelengkan kepala.
...
"Om ,Tante, Arka pulang dulu ya"pamit Arka.
"iya Arka terimakasih banyak ya"ucap Pak Burhan.
"iya sama-sama Om"jawab Arka.
"terima kasih banyak ya Arka, maaf ya kamu tidak bisa bekerja hari ini gara-gara menjaga Beni, sekarang saatnya kamu pulang dan istirahat agar besok kamu bisa bekerja kembali"ucap Bu Dania.
"Tante itu gak masalah kok, Arka sama Beni kan sahabatan udah lama, jadi udah seharusnya Arka lakuin itu"jawab Arka.
Pak Burhan dan Bu Dania tersenyum.
"makasih banyak ya Ka, hati-hati di jalan"ucap Beni.
"iya Ben cepat sembuh loe"ucap Arka lalu keluar dari ruang rawat inap Beni.
"Ka tolong jaga Cinta buat gue, kasian dia lagi menderita sekarang"isi pesan watshap dari Beni buat Arka.
Arka melihat pesan watshap tersebut lalu menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celana.
"ini orang udah jelas-jelas hampir mati karena tu cewek, sekarang masih aja di pikirin, kayak gak ada cewek lain aja"cibir Arka.
Setibanya di parkiran rumah sakit, Arka melihat mobil Cinta akan tetapi tidak melihat Cinta sejak tadi.
"aneh ada mobilnya tapi kemana nih orangnya"ucap Arka.
Arka mendekati mobil Cinta dan melihat ke dalam mobil Cinta, betapa terkejutnya Arka melihat kondisi Cinta yang tidak sadarkan diri terkunci di dalam mobil.
tok.. tok.. tok... Arka mengetuk kaca jendela dan pintu mobil berulang kali.
__ADS_1
"Cinta kamu kenapa, bangun Cinta"teriak Arka.
***