
"kamu kenapa jadi aneh gini sih...?"tanya Ara kebingungan.
"aneh, emang salah ya seorang tunangan nanya kapan siap buat nikah, kita ini udah dewasa bukan anak kecil lagi Ra"ucap Leo.
"aku belum siap buat nikah sekarang, kalau kamu emang mau buru-buru nikah,silahkan kamu cari aja wanita lain yang udah siap nikah"ucap Ara sembari melepaskan cincin tunangan dan ia berikan kepada Leo.
Leo terkejut mendengar ucapan Ara, terlebih lagi Ara mengembalikan cincin tunangannya.
"Ara ini maksudnya apa...?"tanya Leo tidak mengerti.
"kamu pikir aja sendiri"jawab Ara lalu pergi meninggalkan Leo.
Leo yang juga merasa kecewa hanya terdiam dan membiarkan Ara begitu aja, Ara masuk ke dalam mobil nya dan melaju tidak tentu arah.
"akh......... "Ara berteriak sembari terus memukul stir mobil.
...
Leo kembali kembali ke Perusahaannya, ia duduk di Meja CEO sambil terus memikirkan kata-kata Ara dan menatap cincin Ara.
"aku belum siap buat nikah sekarang, kalau kamu emang mau buru-buru nikah,silahkan kamu cari aja wanita lain yang udah siap nikah"
"apa yang harus aku bilang ke Mami, apa Mami akan kecewa kalau tau Ara menolak untuk menikah bahkan mengembalikan cincin tunangannya"gumam Leo.
"Leo" panggil Pak Ardi yang baru saja tiba.
Leo terkejut melihat Papi nya yang tiba-tiba muncul dan buru-buru menyimpan cincin Ara dalam sakunya.
"Papi, kapan pulang...?"tanya Leo.
"baru saja, ini Papi langsung ke sini.Kamu kenapa, lagi ada masalah...?"jawab Papi Leo dan bertanya karena melihat wajah anaknya yang tampak murung.
"gak ada kok Pi, Papi mau minum apa...?"tanya Leo mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Leo kamu itu sudah 28 tahun menjadi anak Papi, meskipun Papi jarang di rumah tapi Papi selalu memperhatikan kamu, kamu tidak bisa menyembunyikan masalah kamu sama Papi"ungkap Papi Leo.
Leo terdiam, ia bingung apakah harus cerita atau tidak dengan Papi nya itu, tapi pikirnya sama saja walau tidak bercerita sekarang pasti nanti ia akan cerita juga.
"ini soal Ara Pi"ucap Leo.
"why. .?"tanya Papi Leo.
"Mami minta Leo buat bahas soal pernikahan sama Ara, meskipun Leo udah pernah bahas sebelumnya dengan Ara dan Leo udah tau apa keputusan Ara tapi Leo tetap ikut apa mau Mami. Barusan Leo ketemuan sama Ara dan minta Ara bersedia menikah bulan depan"cerita Leo.
"lalu apa kata Ara...?"tanya Papi Leo penasaran.
"Ara marah Pi, katanya dia belum siap kalau harus nikah mendadak, pernikahan bukan untuk main-main, Ara bilang kalau Leo memang terburu-buru mau menikah silahkan cari wanita lain yang sudah siap menikah, Ara juga kembaliin cincin tunangan ini Pi"sambung Leo sembari menunjukkan cincin Ara.
"dan sekarang kamu hanya diam saja...?"tanya Papi Leo.
"terus Leo harus berbuat apa Pi...?di satu sisi Leo mau nurutin permintaan Mami, apa lagi Mami pakai bawa-bawa kondisi Mami saat ini, Leo takut Pi, Ara juga harusnya gak boleh egois gitu dong"ucap Leo.
"kenapa Leo yang salah Pi...?"tanya Leo.
"bukannya kalian sudah sepakat tidak membahas soal ini sampai keinginan Ara terwujud, kamu juga kan baru memulai bisnis lagi, sabar lah paling 1 atau 2 tahun lagi, kamu malah mendadak ngajak Ara nikah bulan depan"ucap Papi Leo.
"Pi tapi ini permintaan Mami, apa Papi gak peduli akan hal itu... ?"tanya Leo.
"siapa bilang, Papi sangat peduli sama keinginan Mami kamu, kamu pikir Papi tidak ingin memiliki menantu dan cucu...? sangat ingin sekali, tapi semua itu tidak bisa di paksa, harus berjalan sesuai alur, jika di paksa seperti sekarang ini, malah buat hubungan kalian yang hancur,sekarang mau bagaimana,siapa yang mau tanggung jawab, kalau pun kamu mau segera menikah karena permintaan Mami, bicarakan baik-baik sama Ara, minta pengertian Ara, kamu kasih dia waktu buat berpikir, Papi yakin Ara pasti mengerti"ucap Papi Leo.
Leo mencerna semua perkataan Papi nya itu, apa yang Pak Ardi ucapkan semua benar dan membuat Leo semakin menyadari kesalahannya.
Tanpa Pak Ardi dan Leo sadari, ternyata Bu Amara ada di depan pintu ruangan Leo dan mendengar semua percakapan anak dan suaminya itu.
"Leo kenapa diam...? cepat kamu hubungi Ara, kalau ada masalah lebih cepat di selesaikan itu lebih baik dari pada harus di tunda-tunda"ucap Papi Leo.
"iya Pi"jawab Leo.
__ADS_1
Leo mencoba menghubungi Ara akan tetapi nomor ponselnya tidak aktif.
"gak aktif Pi"ungkap Leo.
"ya sudah pulang kerja langsung kamu samperin"ucap Papi Leo.
...
"Tante Amara ada apa ya ajak Ara ketemuan...?"tanya Ara.
"Ra, Tante sudah tahu masalah kamu sama Leo"ucap Bu Amara.
"secepat itu Leo ngomong ke Tante dan minta Tante buat ngomong ke Ara. Maaf Tante Ara benar-benar gak bisa"ucap Ara.
Bu Amara menggelengkan kepalanya dan tampak bersedih.
"tidak Ara, buka Leo yang ngomong ke Tante dan Tante ajak kamu ketemu hanya mau bilang kalau ini semua salah Tante, ini karena keegoisan Tante yang sudah buat hubungan kalian jadi seperti ini"ucap Bu Amara.
"maksud Tante apa, kenapa Tante jadi sedih...?"tanya Ara.
"tadi Tante ke Kantor Leo, Tante tidak sengaja dengar percakapan Leo dan Suami Tante soal pertemuan kalian tadi siang,Tante juga tahu kamu mengembalikan cincin tunangan kamu,Tante harap itu hanya emosi kamu sesaat saja sayang"terang Bu Amara.
"enggak Tante itu bukan emosi sesaat, kalau Leo memang mau buru-buru nikah, Ara belum siap jadi Leo bisa cari wanita lain yang siap menikah"ucap Ara.
"kamu yakin, kamu tidak ada masalah kalau Leo menikah dengan wanita lain yang tidak dia cinta hanya untuk memenuhi permintaan Tante yang umurnya sudah tidak lama lagi, kamu yakin Ara...?"tanya Mami Leo
Deg... jantung Ara terasa tersambar petir mendengar pertanyaan Bu Amara, jelas saja di dalam hati Ara sangat tidak rela jika Leo menikah dengan wanita lain, Ara juga bingung dengan maksud Bu Amara yang mengatakan permintaan Tante yang umurnya sudah tidak lama lagi.
"Tante, Ara gak ngerti maksud Tante"ucap Ara.
"sayang, Tante tahu kamu dan Leo saling mencintai, Tante juga tahu kalau kamu punya impian sebelum menikah, Tante yang sudah minta Leo untuk segera menikahkan kamu karena Tante takut tidak bisa melihat kalian menikah dan punya cucu, Ra kondisi kesehatan Tante semakin memburuk, apa Tante salah ingin melihat anak Tante bahagia sebelum Tante pergi"ucap Bu Amara menangis.
...****************...
__ADS_1