
Rolan tampak murka dan mengepalkan tangannya setelah mendapat kabar dari mata-matanya yang bekerja di perusahaan milik keluarga Leo. Ia mengobrak-abrik perkakas yang ada di atas nakas dalam kamarnya.
Prang.. Sebuah gelas terjatuh. Bu Tania yang mendengar suara itu langsung saja menuju ke kamar Rolan.
"Rolan, kamu kenapa...?" Tanya bu Tania yang melihat Rolan tertunduk serta di kelilingi dengan perkakas yang berserakan di kamarnya.
Rolan mendongakkan wajahnya dan melihat bu Tania, "Mi, hiks..." rengek Rolan.
Segera bu Tania menarik anaknya itu ke dalam dekapannya agar menjadi lebih tenang. Benar saja, kini Rolan lebih bisa mengontrol emosi karena ada bu Tania di sisinya.
"Kamu kenapa bisa seperti ini Nak..?" Tanya bu Tania, ia sangat khawatir melihat kondisi anaknya seperti saat ini.
"Mi, wanita itu yang udah buat hubungan Rolan dan Ara semakin menjauh, padahal tadinya hubungan kami masih baik-baik aja Mi, sekarang untuk berteman aja Ara udah gak sudi," kata Rolan.
Bu Tania mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti siapa yang di maksud wanita itu oleh Rolan, apa itu Karina seperti yang disebutnya saat mabuk, sungguh membuat hati bu Tania perih, sepertinya Rolan benar-benar terpukul. Karena tidak tega melihat kondisi anaknya yang terus seperti itu, bu Tania memutuskan untuk menemui Ara.
"Sudahlah Nak, lupakan masalah itu ya. Kamu coba buka lembaran baru, coba untuk membuka hati kamu untuk wanita lain, Mami yakin kamu akan menemukan kebahagiaan kamu sendiri," kata bu Tania.
"Mi, apa mungkin ini semua karma karena Rolan udah mencampakkan wanita di saat dia hamil anak Rolan...?" Tanya Rolan yang mencoba jujur kepada ibunya, sontak saja bu Tania melepaskan Rolan dari dekapannya lalu menatap Rolan dengan penuh tanya.
"Kamu bilang apa tadi..? Apa maksud kamu ngomong seperti itu barusan...?" Tanya bu Tania.
"Aku pernah gak sengaja tidur sama cewek di club Mi, dia hamil dan minta tanggung jawab, tapi Rolan menolaknya karena Rolan syok Mi, Rolan belum siap kalau tiba-tiba harus nikah dan punya anak," jelas Rolan.
Plak... Sebuah tamparan mendarat di pipi Rolan yang membuatnya tercengang.
"Mam, maafin Rolan. Setelah Rolan berpikir mau tanggung jawab, wanita itu lebih memilih menikah dengan pria lain yang menerima dia apa adanya Mi," ucap Rolan, air matanya lolos begitu saja melihat wanita yang ada di depannya itu, wanita yang sangat ia cintai sangat kecewa terhadapnya.
"Dasar bodoh kamu Rolan, Mami tidak menyangka kalau kamu akan melakukan hal bejat seperti itu. Siapa wanita itu, dimana dia sekarang...?" Tanya bu Tania.
"Cinta Mi," jawab Rolan lirih.
"Cinta mantannya Arka yang sekarang menikah dengan sahabat Arka itu...?" Tanya bu Tania, ia memang memang mengetahui soal kisah cinta yang rumit itu karena Arka adalah keponakannya dan Arka sendiri lah yang telah bercerita padanya.
__ADS_1
"Iya Mi," jawab Rolan.
"Mami tidak habis pikir sama kamu Rolan," ucap bu Tania lalu meninggalkan Rolan di kamarnya.
...
"Maaf ya Ara Tante sudah lancang ajak kamu bertemu di sini, berdua. Terimakasih juga karena kamu sudah mau datang," ucap bu Tania saat bertemu Ara di sebuah Cafe.
"Gak apa Tante, tapi ada apa ya Tante tiba-tiba ajak Ara ketemu...?" Tanya Ara.
"Maaf kalau kamu tidak suka, tapi Tante mau bahas soal Rolan, apa kamu tidak keberatan...?" Tanya bu Tania.
Ara menghembuskan nafas kasar dan tampak berpikir, sebenarnya ia sangat malas jika harus membahas soal Rolan, tapi juga tidak tega jika harus mengatakan hal itu kepada bu Tania.
"Memang ada apa Tante..? Cerita aja, Ara gak masalah kok," jawab Ara.
Bu Tania menceritakan tentang kondisi Rolan saat ini dan apa penyebabnya kepada Ara, ia juga mengatakan apa yang Rolan katakan tadi soal hubungannya dengan Cinta.
"Kalau soal Cinta, kita semua udah tau Tante," ungkap Ara.
"Tante sudah duga, jika saat itu salah satu dari kalian memberitahu Tante, pasti Tante akan memaksa Rolan untuk bertanggung jawab," kata bu Tania.
"Maaf Tante, tapi menurut kita memberitahu Tante adalah hak Rolan dan Cinta. Lagian semuanya udah berlalu, Cinta udah bahagia sama pria pilihannya, pria yang udah lama mencintainya dan menerima dia apa adanya Tante," kata Ara.
"Ya kamu benar, Tante hanya merasa bersalah atas sikap Rolan. Kini kondisinya memprihatinkan, dia menganggap kalau ini semua adalah karma atas sikapnya terhadap Cinta," kata bu Tania.
"Jadi sekarang Tante maunya gimana? Jujur Ara juga kasian sama Rolan kalau sekarang kondisinya jadi seperti itu," tanya Ara.
"Kamu bisa tidak tolongin Tante, ikut Tante ke rumah dan berbicara sama Rolan. Tante juga mau ketemu Cinta untuk meminta maaf, semoga saja Cinta mau memaafkan Rolan," ucap bu Tania.
"Iya Tante, mumpung masih sore mendingan sekarang kita ke rumah Tante aja," ajak Ara.
"Kamu beneran mau...?" Tanya bu Tania.
__ADS_1
"Kenapa gak Tante, Ara akan bantu sebisa Ara," jawab Ara.
"Makasih ya Ra," ucap bu Tania tersenyum dan menggenggam kedua tangan Ara.
"Sama-sama Tante," jawab Ara juga tersenyum.
Setibanya di rumah bu Tania...
"Ara, Rolan ada di kamarnya," kata bu Tania.
"Ya udah Tante, biar Ara liat ya," kata Ara.
"Iya Ra, Tante mohon bantu Tante ya," pinta bu Tania.
"Iya Tan, Ara akan lakukan apa yang Ara bisa," jawab Ara.
Ara melangkahkan kakinya menuju ke kamar Rolan. Setelah sampai segera Ara membuka pintu kamar tersebut secara perlahan, di lihatnya Rolan sedang terduduk di sofa dan melamun, terlihat wajahnya yang sendu seperti sehabis menangis, pikirannya tampak kosong menatap ke arah jendela.
"Rolan," panggil Ara.
Rolan tersadar dari lamunannya karena mendengar suara yang tidak asing di telinganya, ia segera melihat ke arah sumber suara dan sangat terkejut melihat sosok wanita yang membuatnya tergila-gila itu ada di depan matanya.
"Ara..." Gumam Rolan, ia mengucek matanya untuk memastikan apa yang di lihatnya tidak salah.
"Iya, aku Ara Rolan," ucap Ara lalu mendekati Rolan.
"Kamu mau apa ke sini...? Bukannya kamu udah benci banget sama aku?" Tanya Rolan.
"Iya aku memang benci sama kamu, benci sama sikap kamu yang seperti ini," kata Ara.
"Ara, bukan aku yang salah. Semua itu ide Karina Ara, dia yang udah buat kamu benci sama aku," kata Rolan yang membuat Ara tercengang.
...****************...
__ADS_1