
"maksud kamu apa Jasmine...?"tanya Dokter Herman.
Bu Jasmine menunduk dan menangis,lalu Dokter Herman mendekati Bu Jasmine.
"apa jangan-jangan Nadia itu anak aku, jawab Jasmine"pinta Dokter Herman.
"iya Nadia memang anak kamu, puas kamu"jawab Bu Jasmine.
"kenapa kamu baru bilang sekarang,kenapa kamu harus bohong ke Nadia kalau aku sudah meninggal, pantas aku merasa dekat dengan Nadia, sedih melihat kondisi Nadia"ucap Dokter Herman.
"terus kamu mau aku bagaimana, aku bilang ke Nadia kalau kamu masih hidup, kamu sudah menelantarkan aku di saat aku hamil Nadia, apa itu yang harus aku katakan Herman, kamu mau Nadia membenci kamu sama seperti aku"ucap Bu Jasmine.
"tapi seharusnya kamu bilang kalau waktu itu kamu hamil"ucap Dokter Herman.
"kamu lupa sebelum kamu memutuskan untuk pisah ada sesuatu yang mau aku sampaikan tapi kamu menolak untuk mendengar"ucap Bu Jasmine.
Seketika Dokter Herman terdiam dan mengingat akan masa lalu itu.
"jadi itu yang mau kamu katakan sama aku, aku minta maaf Jasmine"ucap Dokter Herman.
"sudahlah bukan itu yang terpenting untuk saat ini, kalau kamu mau menolong Nadia setidaknya kamu ada kesempatan. Tapi aku minta tolong jangan pernah kasih tahu ke Nadia siapa kamu"ucap Bu Jasmine.
"kamu jangan egois Jasmine"bentak Dokter Herman.
"sekarang kamu mau menyelamatkan anak kamu atau tidak...?"tanya Bu Jasmine.
"iya itu pasti,tanpa kamu minta aku juga akan melalukan yang terbaik untuk anak kita"jawab Dokter Herman.
Bu Jasmine keluar dari ruangan Dokter Herman, ternyata Arka ada di depan pintu dan mendengar percakapan mereka.
"Tante maaf, Arka sama sekali gak bermaksud nguping.Arka mau cari Tante,tapi Arka gak sengaja dengar pembicaraan kalian"ucap Arka.
"iya sudahlah Arka,kamu juga tahu penyakit Nadia,jadi tidak ada salahnya kamu dengar masalah ini juga"ujar Bu Jasmine.
"iya Tante"jawab Arka.
...
"Sayang,kamu lagi dimana...?"tanya Leo lewat telfon.
"di rumah Tante Risa, kenapa...?"jawab Ara dan bertanya balik.
"oh... masih lama gak pulangnya,aku mau ke rumah kamu, aku jemput ya...?"ucap Leo.
"oh.. gitu, gak usah ini juga bentar lagi mau pulang kok,aku juga bawa mobil sendiri, kita sama-sama jalan aja gimana"ucap Ara.
"kamu nih ya, emang udah sembuh keluyuran bawa mobil sendiri lagi"ucap Leo.
"hm.. mulai deh bawel nya kayak mami"gerutu Ara.
"sayang aku khawatir sama kamu"ungkap Leo.
__ADS_1
"iya sayang aku tau, tapi aku baik-baik aja kok"terang Ara.
"ya udah aku siap-siap dulu, terus kita sama-sama jalan pelan-pelan ya"ucap Leo.
"oke sayang"jawab Ara.
"ya udah, sampai ketemu nanti ya. Hati-hati bawa mobil nya, bye... "ucap Leo.
"iya sayang kamu juga ya, bye... "balas Ara.
Lalu panggilan telfon terputus.
"Leo khawatir banget ya sama kamu,kamu beruntung bisa punya Leo"ucap Bu Risa.
"makasih ya Tante, oh ya Ara pamit dulu ya Tan Leo mau ke rumah"ungkap Ara.
"oh iya sayang, hati-hati ya. Salam buat Mami dan Leo juga"ucap Bu Risa.
"iya Tante"jawab Ara.
Ara berpamitan, mencium tangan Bu Risa dan memeluknya, setelah itu Ara langsung pulang ke rumahnya.
Saat Ara tiba di rumah, Leo terlebih dahulu tiba dan sedang menunggunya di depan rumah.
"sayang kamu udah lama sampainya..?"tanya Ara.
"baru aja kok, tumben kamu lama nyetirnya"jawab Leo.
"iya iya emang harus pelan"ucap Leo.
"terus ngapain kamu gak masuk duluan...?"tanya Ara.
"sengaja nunggu kamu"jawab Leo.
"oh... oh iya Tante Risa kirim salam tuh, katanya suruh mampir sekali-sekali kalau ada waktu"ungkap Ara.
"kalau gak sama kamu malas ah"ucap Leo.
"kenapa..?"tanya Ara penasaran.
"canggung aja udah lama gak ketemu dan ngobrol bareng"jawab Leo.
"cieh canggung ngobrol sama mantan calon mertua"ledek Ara.
"ih.. sayang ngeledek ya kamu"gerutu Leo.
"ha..ha..ha.. "tawa Ara.
"terus aja ketawa"gumam Leo.
"udah ah sakit perut, masuk yuk"aja Ara.
__ADS_1
Lalu Leo dan Ara masuk ke dalam rumah Ara.
...
"Mau ngapain kamu ajak aku ketemu...?"tanya Beni kepada Cinta.
"cuma mau ajak kamu santai-santai aja kok minum kopi"jawab Cinta.
"gak usah main-main, aku gak ada waktu mau ngeladenin orang kayak kamu"terang Beni.
"what...? apa maksud kamu orang kayak aku..?"tanya Cinta.
"cewek stres"ucap Beni lalu akan meninggalkan Cinta.
"tunggu"panggil Cinta.
"kenapa lagi...?"tanya Beni.
Cinta mendekati Beni dan memegang tangannya.
"Beni, aku tau kok kamu sayang dan cinta banget sama aku kan,kamu juga pasti mau ngelakuin apa aja buat aku"ucap Cinta.
"Cinta lepasin, ini di cafe tempat umum jadi jangan cari masalah"ucap Beni.
"siapa yang cari masalah Ben,aku cuma mau ngomong baik-baik kok sama kamu, duduk dulu dong"ucap Cinta.
Dengan enggan Beni pun duduk kembali.
"kamu mau apa sih sebenarnya...?"tanya Beni.
"Ben aku mau jadi pacar kamu"ungkap Cinta.
"kamu lagi nyatakan perasaan atau lagi kasih jawaban atas pernyataan cinta dari seseorang...?"tanya Beni mencibir.
"Ben aku serius, kamu masih cinta kan sama aku"ucap Cinta.
"sory ya Cinta kalau ini adalah jawaban atas pernyataan cinta, aku sama sekali gak merasa udah nyatain perasaan itu ke kamu dan kalau ini adalah pernyataan cinta dari kamu, aku langsung nolak, kamu salah rasa cinta aku sama kamu itu udah gak ada,udah aku kubur dalam-dalam karena untuk apa aku mencintai orang yang salah"ungkap Beni.
"kamu beneran nolak aku...?"tanya Cinta.
"iya,kenapa tiba-tiba kamu mau jadi pacar aku,udah gak ada stok cowok yang bisa kamu permainkan ya"ucap Beni ketus.
"Beni kok kamu ngomongnya gitu sih, bukannya selama ini kamu ingin memperjelas hubungan kita ya.Sekarang ini aku perjelas, aku tau selama ini kamu tulus sama aku,aku baru sadar kalau aku juga cinta sama kamu.Aku serius Ben mau pacaran sama kamu,jangan sampai kamu menyesal karena udah nolak aku"ucap Cinta.
"sayangnya kesadaran kamu itu udah terlambat,di antara kita gak pernah ada hubungan apa-apa itu udah jelas,aku gak akan pernah menyesal dengan keputusan aku, justru aku menyesal karena udah pernah mencintai kamu.Jangan pernah kamu ganggu dan temui aku lagi"ucap Beni lalu pergi meninggalkan Cinta.
"Beni tunggu"panggil Cinta.
Beni tidak menggubrisnya sehingga membuat Cinta kesal.
"ih... awas aja kamu Ben"gerutu Cinta.
__ADS_1
***