Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-283


__ADS_3

"Gue tau nih maksud dari arah pembicaraan lo, tapi gue sama sekali nggak ada niat kok buat nyakitin adik lo atau jadiin dia pelampiasan, gue sama Aria beneran cuma temenan aja," kata Rio.


"Ya gue tau kalian berdua cuma temenan, tapi lo pasti gak tau kan kalau adik gue udah lama banget suka sama lo," ungkap Arka yang keceplosan. Bukan hanya Rio, tetapi Beni dan juga Bryan sama-sama terkejut mendengar ungkapan dari Arka kakaknya Aria itu.


"Kenapa lo bertiga pada terkejut gitu? Emang kalian semua pada nggak bisa ngeliat apa?" Tanya Arka.


"Lo serius Ka?" Tanya Rio.


"Iya serius lah gue, tapi gue harap setelah lo tau ini lo jadi nggak berubah deh sikap lo sama Aria, gue cuma takut nanti Aria kecewa. Gue sih awalnya cuma nganggap itu main-main aja, ya apalagi dia suka sama lo waktu Nadia masih ada. Gue gak nyangka setelah lo kehilangan Nadia, Aria malah berusaha buat deket sama lo lagi. Eh tapi lo jangan bilang-bilang ini ke Aria ya kalau lo tau dari gue. Tapi gue juga mau minta tolong sama lo, sekarang kan lo udah tau kalau Aria itu suka sama lo, jadi kalau lo nggak suka sama dia, mendingan lo jangan kasih dia perlakuan yang berlebihan ya, supaya Aria nggak terlalu berharap lagi sama lo," kata Arka.


"Tu Yo, lo dengerin apa yang dibilangin sama Arka. Arka itu sayang banget sama adiknya, dia cuma nggak mau liat adiknya kecewa," kata Beni.


"Ya nggak bisa gitu juga lah Ben, itu semua biarlah menjadi urusan Rio dan Aria, mereka juga udah dewasa," kata Bryan.


"Gimana bisa menjadi urusan mereka berdua, gue ini kakaknya Aria," kata Arka.


"Eh udah-udah, kenapa kalian jadi pada berantem sih. Udah lah kenapa juga jadi ngebahas masalah gue dan Aria. Kalian semua kan tau kalau gue ini baru aja kehilangan Nadia, terus sekarang ini nggak mungkin lah secepat itu gue langsung move on dari Nadia," kata Rio yang membuat semuanya pun terdiam.


...


Sesuai kesepakatan, sore harinya saat mereka semua telah selesai bekerja, mereka pun menuju ke rumah sakit tempat Leo dirawat. Mereka langsung saja menghampiri Ara yang sedang menjaga Leo di luar ruang ICU, sementara ibunya Leo, bu Amara saat ini baru saja kembali ke rumahnya dan Pak Ardi masih mengurusi kasus mengenai pengeroyokan yang dilakukan kepada anaknya.


"Hai Ra," sapa Arka.


"Hai Ra," sapa Rio pula.


"Ra, gimana keadaan Leo?" tanya Beni.


"Hai semuanya, ya kayak gini lah seperti yang kalian liat, Leo masih belum sadarkan diri," jawab Ara.


"Yang sabar ya Ra, kita doain semoga Leo cepat sadar," ucap Bryan.

__ADS_1


"Aamiin," ucap yang lain Ikut mendoakan.


"Makasih ya semua doanya, dan makasih juga kalian udah datang ke sini buat jengukin Leo," ucap Ara.


"Sama-sama Ra, kamu ini kayak sama siapa aja. Kita kan sahabat-sahabat kamu dan Leo juga," kata Arka.


"Iya Ra bene kata Arka," sambung Rio.


"Oh ya, Tante Amara sama Om Ardi mana Ra?" Tanya Arka.


"Tante Amara baru aja pulang, dari semalam dia nggak pulang, udah sempat pingsan, nggak mau makan sama sekali jadi keadaannya juga nggak stabil Ka, kalau Om Ardi barusan aja ditelpon sama Polisi dan sekarang lagi ke kantor Polisi," jawab Ara.


"Oh ya, terus gimana perkembangan kasusnya?" Tanya Bryan pula.


"Masih diselidiki, aku heran deh siapa sih yang tega ngelakuin ini terhadap Leo? Siapa musuh itu sebenarnya, perasaan kita berdua enggak pernah cari masalah sama siapapun," kata Ara.


"Yang sabar ya Ra, terkadang musuh itu bukan karena kita yang mencari masalah sama mereka, tapi memang merekanya aja yang mau cari masalah sama kita. Bisa jadi karena mereka iri, tidak bisa mendapatkan apa yang mereka mau, bisa jadi juga karena mereka menganggap kita ini sebagai penghalang mereka," kata Rio.


"Emang gue bijak," kata Rio.


"Ra, menurut kamu beberapa hari ini ada yang aneh nggak sih dari Leo, ada yang disembunyiin gitu dari kamu?" Tanya Arka.


"Kalau masalah ada disembunyiin Leo atau enggak dari aku, aku sih nggak tau pasti ya, tapi kata Tante Amara, Leo kemarin pulang dalam keadaan pipinya yang memar dan sudut bibirnya yang terluka. Waktu ditanyain sama Tante Amara, Leo cuma bilang kalau itu hanya pukulan kecil dari orang yang buat masalah sama dia, tapi dia sama sekali nggak balas," terang Ara.


"Kira-kira siapa coba," ucap Bryan bertanya-tanya.


"Entahlah, yang jelas aku yakin orang itu juga dalang dari pengeroyokan Leo," kata Ara.


"Iya Ra kamu bener, aku janji akan cari tau juga mengenai masalah ini," kata Arka.


"Ya Ra aku juga," sambung Rio.

__ADS_1


"Aku juga," kata Bryan pula.


"Kalau kalian semua di sini membantu mencari tau kasus Leo, yang jelas aku juga lah," kata Beni.


"Ya iyalah nggak mungkin juga kalau kita bakal ada yang berdiam diri di sini, kita harus dapatin siapa dalang balik ini semua bagaimanapun caranya," kata Arka. "Oh ya Ra ngomong-ngomong kamu udah makan?" Tanya Arka yang begitu perhatian.


Ara menggeleng, ia tidak dapat membohongi perasaannya sendiri bahwa ia sangat sedih melihat kondisi tunangannya itu sehingga tidak berselera untuk makan.


"Kamu kebiasaan ya, aku yakin pasti kamu belum makan kan? Kalau gitu biar aku cariin kamu makanan ya, kamu tunggu aja di sini," kata Arka.


"Nggak usah Ka, aku lagi nggak pengen makan apa-apa," kata Ara.


"Ara, kamu nggak boleh kayak gitu. Sekarang Leo lagi sakit, kalau kamu nggak makan terus kamu sakit juga, siapa yang bakalan jaga Leo," kata Rio.


"Iya Ra Bener kata Rio, kamu harus makan, Biarin aja Arka yang cari makanan, kamu tinggal tunggu di sini terus kamu makan," kata Bryan.


"Ya udah aku cari makanan dulu ya, kalian bertiga aku titip Ara ya, awas aja kalau sampai Ara kenapa-napa, kata Arka.


"Iya-iya, udah kayak kakaknya aja lo," kata Beni.


"Ya begitulah," kata Arka.


"Sekalian cari makanan buat kita juga ya Ka, kita laper nih," kata Beni.


"Ya, yang penting kalian jaga Ara baik-baik," kata Arka.


"Iya," jawab Rio.


Lalu Arka pun pergi mencari makanan untuk mereka. Saat Arka melangkahkan kaki hendak masuk ke dalam mobilnya, tidak sengaja ia melihat Tama dan juga Karina yang berada di lokasi tidak jauh dari rumah sakit dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2