
"kenapa semua nya jadi kayak gini sih"rengek Ara.
"sayang udah ya, Irene juga gak kenapa-napa kok"ucap Leo.
"gak kenapa-napa gimana sih jelas-jelas sampai masuk Rs.Tante Risa juga jadi marah dan kecewa sama aku Yo"terang Ara.
"Ara kamu dengar aku ya, Tante Risa ngomong kayak gitu karena dia lagi panik, percaya sama aku semua akan baik-baik aja"ucap Leo sambil memegang kedua pundak Ara.
Ara terdiam, lalu Leo memeluk Ara yang membuat Ara merasa menjadi lebih tenang.
"ya udah sekarang kita balik ya"ajak Leo.
"iya sayang"jawab Ara.
...
tok.. tok.. tok.. Bu Jasmine mengetuk pintu kamar Nadia.
"Nadia..."panggil Bu Jasmine.
"masuk aja Ma gak di kunci kok"jawab Nadia.
Bu Jasmine membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar Nadia.
"kamu belum tidur Nak...?"tanya Mama Nadia.
"bentar lagi Ma, kenapa..? "jawab Nadia dan bertanya balik.
"Nadia,Om Haris baru ngabarin ke Mama kata nya Irene masuk ke rumah sakit"terang Mama Nadia.
"kenapa Mbak Irene Ma...?"tanya Nadia.
"kata nya depresi nya kumat dan mau mencoba bunuh diri, Mama juga belum tahu pasti kejadian jelas nya itu seperti apa, tapi Tante Risa pernah cerita ke Mama kalau Leo mantan Pacar Irene yang kata nya sudah meninggal ternyata masih hidup"ungkap Mama Nadia.
"oh ya masak sih Ma"ucap Nadia pura-pura tidak tahu.
"iya sayang,kasian Irene padahal sudah susah payah dia melawan depresi nya tapi kenapa malah ketemu lagi sama orang yang sudah buat dia depresi"ucap Mama Nadia.
"udah takdir nya gitu Ma, lagian Kak Irene itu udah punya suami lho, kenapa sih masih gak bisa juga lupain mantan nya yang nama nya Leo Leo itu Ma"ucap Nadia.
"hmm... entah lah, mudah-mudahan saja tidak ada yang serius sama kondisi Irene.Oh ya kamu tadi jadi jenguk Arka...?"tanya Mama Nadia.
"Nadia udah ke rs Ma tapi Arka nya pulang mendadak dan gak sempet mau ke rumah nya"jawab Nadia.
"ya sudah besok kita jenguk ke rumah nya"ucap Mama Nadia.
"kita...? maksud nya Nadia sama Mama...?"tanya Nadia.
"iya kita, kamu dan Mama, sudah ya sekarang kamu tidur, besok kerja, pulang kerja kita ketemu di rumah Arka"ucap Mama Nadia.
"iya Ma, good night"ucap Nadia.
__ADS_1
"good night too sayang"balas Mama Nadia mengecup kening Nadia, lalu keluar dari kamar Nadia.
"ini gila sih, aku harus gimana coba"gumam Nadia.
Dengan perasaan yang gelisah Nadia mencoba memejamkan mata nya hingga ia tertidur.
...
"Ara aku perhatiin hari ini kamu kurang bersemangat deh, kenapa melamun aja dari tadi...?"tanya Sinta salah satu teman Ara di Kantor.
"masak sih, tapi aku gak kenapa-napa kok, cuma kurang tidur aja tadi malam"jawab Ara.
"oh... "gumam Sinta.
Saat itu Ara melihat Pak Haris yang baru saja masuk Kantor dan menuju ruangan nya.
"Sin aku ke ruangan Pak Haris dulu ya, ada tender yang mau di bahas"ucap Ara.
"iya Ra silahkan"jawab Sinta.
tok.. tok.. tok.. Ara mengetuk pintu ruang Direktur.
"silahkan masuk"ucap Pak Haris.
Ara membuka pintu lalu masuk ke dalam.
"permisi Om"ucap Ara.
"oh Ara, silahkan duduk Ara"perintah Pak Haris.
"Ara maaf ya Om tidak sempat kabarin kamu dan Om berfikir akan kasih tahu kamu di kantor"terang Pak Haris.
"gak papa Om gak masalah, Ara tau kok Om sibuk ngurus Kak Irene dan Tante Risa. Ara cuma mau tanya gimana keadaan Kak Irene sekarang...?"tanya Ara.
"Ara kamu tenang saja ya, Irene tidak kenapa-kenapa,tadi pagi Irene sudah keluar dari rumah sakit dan barusan Om dan tante Risa antar Irene ke psikiater ,kata nya tidak ada masalah yang serius. Sekarang Irene sudah di rumah dan hanya butuh istirahat agar kondisi nya kembali membaik"jelas Pak Haris.
"syukur lah.Om maafin Ara ya, semua ini salah Ara"ucap Ara menunduk.
"no ini bukan salah kamu Ara, keadaan Irene yang belum stabil, Om juga sudah minta Bram untuk segera ke Jakarta jemput Irene .Kamu jangan khawatir ya"terang Pak Haris.
"Om boleh gak pulang nanti Ara mau jenguk Kak Irene ?"tanya Ara.
"no problem, kamu boleh datang kapan saja,pintu rumah Om selalu terbuka untuk kamu seperti biasa"jawab Pak Haris.
"tapi Om apa Tante Risa udah gak marah lagi sama Ara ?"tanya Ara lagi.
"kalau masalah Tante Risa Om yakin Tante tadi malam hanya kebawa suasana, nanti kamu bisa bareng dengan Om"jawab Pak Haris pula.
"makasih ya Om"ucap Ara.
"sama-sama"jawab Pak Haris.
__ADS_1
"kalau gitu Ara balik kerja lagi ya Om"pamit Ara.
"iya Ara silahkan"jawab pak Haris.
...
"kerjaan kamu udah siap sayang..?"tanya Rio kepada Nadia.
"udah dong, udah jam 3 kurang nih siap-siap pulang"jawab Nadia kegirangan.
"seneng banget yang mau jenguk calon suami"ledek Rio.
"hei calon suami aku kan kamu"goda Nadia.
"ah masak...?"tanya Rio.
"masak di dapur,udah ah yuk kita otw"ucap Nadia.
"otw kemana...?"tanya Rio.
"jadi kamu gak mau ikut aku jenguk Arka...?"tanya Nadia balik.
"sayang, kamu kan mau jenguk sama Mama kamu. Belum lagi entar di sana ada orang tua Arka, kalau aku di usir gimana"ucap Rio.
"kamu udah lupa sama kesepakatan kita.Bagus dong ada orang tua Arka, aku akan nolak langsung perjodohan aku dan Arka depan mereka dan aku akan langsung kenalin kalau kamu calon suami yang aku mau"ucap Nadia.
"sayang kamu benar, hari ini kita harus ngomong"ucap Rio.
"iya dong,lets go"ajak Nadia.
Nadia dan Rio menuju ke rumah Arka, setiba nya di sana, Bu Jasmine sudah menunggu Nadia di depan rumah Arka.
Rio dan Nadia turun dari mobil dan menghampiri Bu Jasmine.
"Mama baru sampai juga...? "tanya Nadia.
"Tante"sapa Rio...
Bu Jasmine tidak menjawab dan hanya memandang Rio dengan sinis.
"tidak, Mama sengaja nunggu kamu biar kita sama-sama masuk"jawab Mama Nadia.
"oh ya udah ayuk masuk"ajak Nadia.
"eits... kamu ngapain..?" tanya Mama Nadia kepada Rio.
"mau jenguk Arka juga Tante"jawab Rio.
"tidak, siapa yang ajak kamu dan ngebolehin kamu masuk ?"tanya Bu Jasmine.
"aku, aku yang ngajak dan aku yang izinin"jawab Nadia.
__ADS_1
Mama Nadia menatap Nadia dengan penuh amarah.
***