
Keesokan harinya, Leo menjemput Ara karena mereka akan sama-sama pergi Bandung untuk urusan pekerjaan yang sedang mereka tangani bersama. Mereka berdua sangat bahagia, karena selain menjalin hubungan, mereka juga menjadi partner dalam sebuah proyek. Lantas dimanakah Sekretaris mereka, Karina dan Seno...? Ternyata mereka berdua satu mobil menggunakan mobil Seno. Yah dari pada harus membawa mobil masing-masing, seperti ini lebih baik, pikir mereka.
"Sayang, Karina beneran mau pergi bareng Seno..?" Tanya Ara saat dalam perjalanan.
"Iya Sayang, aku udah bilang kalau kita gak mau semobil bareng mereka," kata Leo.
"Ya ampun Sayang, padahal aku gak papa loh kalau satu mobil sama mereka. Yang penting itu bukan kamu berdua sama Karina atau aku yang berdua sama Seno dalam satu mobil," kata Ara.
"Tapi aku gak mau Sayang, aku gak mau ada orang yang ganggu keharmonisan kita berdua," kata Leo, lalu ia mencium punggung telapak tangan Ara yang sedari tadi di genggamnya.
"Kamu nih ya, kita kan mau kerja Sayang, bukan mau pacaran," kata Ara.
"Sekalian boleh dong," kata Leo.
"Iya boleh," sahut Ara. "Oh iya mereka ada dimana...?" Tanyanya.
"Tadi aku suruh tunggu di depan jalan, nah itu dia," jawab Leo sembari menunjuk.
Din.. Din... Leo menekan klakson mobilnya, segera Seno dan Karina mengikuti mereka dari belakang.
"Aduh, bisa bawa mobil gak sih...?" Tanya Karina saat Seno menabrak sebuah polisi tidur yang membuat tubuh Karina terhentak.
"Ya elah Bu, cuma hentakan kecil doang, manja banget sih, udah tua juga," sindir Seno.
"Heh apa maksud kamu ngomong gitu?" Tanya Karina.
"Kenapa? Emang udah tua kan, 28 tahun seumuran sama Bos Ibu," kata Seno.
"Kamu bisa gak sih stop panggil saya Ibu, saya bukan ibu kamu," kata Karina yang sedari tadi menahan emosinya.
"Jadi mau di panggil apa...? Tante?" Tanya Seno.
"Ikh...." Teriak Karina dan hendak memukul pria yang sedang mengemudi itu.
"Eits, kalau Ibu berani pukul saya, Ibu saya turunin di sini ya, emang mau? pasti gak mau kan Bu," kata Seno.
Karina mengurungkan niatnya dan hanya dapat menahan kekesalannya itu pada Seno, "Awas aja kamu bocil," umpatnya.
...
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh dan menghabiskan kurang lebih tiga jam dalam perjalanan, akhirnya mereka telah tiba di sebuah penginapan. Setelah makan siang dan beristirahat sejenak, mereka akan meriksa lokasi pembangunan hotel.
__ADS_1
"Kak Ara, sini aku bantuin ya bawa Tas nya," tawar Seno yang menghampirinya.
"Gak usah, ada saya di sini yang selalu standby buat Ara," tolak Leo.
"Ya ampun Kak, segitunya banget," kata Seno terkekeh lalu menjauh dari Ara dan Leo.
"Sayang, sini aku bawain tas kamu," kata Leo dan mengambil tas yang sedang Ara tenteng.
"Makasih ya Sayang," ucap Ara.
"Sama-sama sayang," jawab Leo.
Lalu mereka berempat masuk ke dalam untuk memesan kamar.
"Halo Mas, Mbak, ada yang bisa saya bantu..?" Sapa resepsionis dan bertanya.
"Iya mbak, kami mau pesan empat kamar kosong," kata Seno.
"Sebentar ya," ucap resepsionis lalu memeriksa kamar yang kosong pada komputernya. "Maaf Mas kamar hanya ada tiga yang tersisa.
"Gimana Guys?" Tanya Seno.
"Berarti harus ada yang tidur satu kamar dong," ucap Ara.
"Maaf ya Ibu Karina yang terhormat, aku juga tidak berminat untuk tidur sekamar sama kamu," ucap Ara pula.
"Oh bagus dong," kata Karina.
"Apaan sih kamu," bentak Leo kepada Karina.
"Kenapa jadi aku yang salah sih," gerutu Karina.
"Mbak, kasih aja dua kunci kamar itu sama dua orang ini ya, karena kamarnya gak cukup jadi kami berdua akan cari penginapan lain," kata Leo kepada resepsionis.
"Loh Leo, tapi kita ini kerjanya satu team loh. Aku ini sekretaris kamu, harusnya biar aja Ara dan asistennya dong yang ada di sini," kata Karina.
"Karina, urusan kita hanya sebatas kerjaan, gak harus nginap di satu penginapan juga kali," kata Leo.
"Kak Leo, kita bisa kok tidur sekamar, jadi gak harus kan kalian cari penginapan lain. Takutnya entar malah kelamaan, kita gak sempat buat ke proyek hari ini," ujar Seno.
"Saya gak mau sekamar sama kamu," ucap Leo.
__ADS_1
"Sayang, tapi yang di bilang sama Seno ada benarnya, aku juga udah capek banget Sayang pengen istirahat, gak papa ya kita di sini aja," pujuk Ara.
Leo menatap Ara, sebenarnya ia tidak mau jika harus sekamar dengan Seno, tapi ia juga kasihan melihat Ara yang terlihat sangat lelah.
"Ya udah kalau gitu," jawab Leo demi Ara menyetujuinya.
"Makasih ya Sayang," ucap Ara dan merangkul lengan Leo dengan manja, Leo membalas dengan membelai mesra rambut Ara serta mencium keningnya.
"Apa-apaan sih maksudnya, sok mesra-mesraan depan umum kayak gitu," gumam Karina dalam hati sembari menatap Ara tidak suka.
"Pasti panaskan, kebakar-kebakar deh situ," gumam Ara dalam hati dan tersenyum puas.
"Sayang, entar aku jemput ya di kamar kamu," bisik Leo ke telinga Ara dan dan di jawab senyuman oleh Ara.
Karina yang melihat akan hal itu semakin merasa kesal.
Setelah menaruh barang bawaan masing-masing, mereka pun mencari tempat makan bersama sembari beristirahat. Setelah itu mereka pergi ke lokasi proyek pembangunan hotel.
...
"Pulang malam lagi kamu Pa..?" Tanya Sarah yang melihat suaminya itu baru tiba di rumah.
"Iya nih Sayang, maaf ya beberapa hari ini aku lagi banyak banget kerjaan jadi harus pulang telat," ucap Bryan.
"Kalau itu gak masalah Sayang, justru aku itu khawatir sama kesehatan kamu," kata Sarah.
"Kamu tenang aja ya, walaupun aku capek seharian bekerja, tapi saat pulang ke rumah liat kamu yang selalu menyambut aku dengan senyuman, segala sesuatu buat aku udah kamu siapin, terus liat wajah polos anak kita (sambil menatap Kayla yang sedang tertidur), membuat rasa capek itu hilang seketika. Makasih ya Sayang karena kamu dan Kayla udah hadir dalam hidup aku, aku beruntung banget bisa punya kalian," ucap Bryan.
"Sama-sama Sayang, aku dan Kayla juga beruntung punya suami dan ayah yang sudah mau berjuang demi kita," kata Sarah pula. "Sekarang kamu mandi dulu gih!" Perintahnya.
"Iya Sayang," jawab Bryan.
"Entar kita makan sama-sama ya," ajak Sarah.
"Loh memangnya kamu juga belum makan...?" Tanya Bryan.
"Belum, aku sengaja nungguin kamu, kan belum terlalu malam juga," jawab Sarah.
"Jam 9 kamu bilang belum malam, harusnya kamu itu udah makan. Jangan gitu lagi ya, aku gak mau kamu sakit," kata Bryan.
"Iya Sayang," jawab Sarah.
__ADS_1
"Ya udah, bentar ya Sayang," kata Bryan dan segera mandi.
...****************...