Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_165


__ADS_3

Tok.. tok.. tok.. (suara ketukan pintu)


"Mi tolong jangan ganggu Dika dulu ya, Dika mau sendiri"teriak Leo.


"sayang..."panggil Ara.


Leo terdiam karena mengenali suara tersebut.


"sayang buka pintunya dong, aku mau ngomong sama kamu"pinta Ara.


"kamu mau ngapain ke sini...?"tanya Leo.


"aku mau ngomong sama kamu"jawab Ara.


"ngomongin soal apa, aku lagi sibuk"ucap Leo.


"sayang, aku tau kok kamu kayak gini pasti karena ngeliat aku sama Arka tadi malam di sate Mamang kan,aku bisa jelasin kok"ucap Ara.


"gak ada yang perlu di jelasin,pantes aja kamu nolak aku ajak makan sate Mamang,ternyata udah janjian sama cowok lain"ucap Leo.


"kamu salah paham,bisa gak keluar dulu dari kamar biar gak teriak-teriak dari balik pintu"pinta Ara.


"gak bisa,kamu pulang aja"jawab Leo.


"oke kalau kamu gak mau keluar,aku tetap jelasin dari sini.Aku sama sekali gak janjian sama Arka,tiba-tiba pas mau pulang aku ketemu sama Arka yang gak sengaja lewat dan gak enak mau jenguk Nadia karena udah kemalaman,terus Arka emang ajak aku makan sekalian mau ngomongin soal kondisi Nadia,aku gak makan karena emang aku udah makan di rumah Nadia.Kalau aku salah aku minta maaf ,tadinya aku mau kasih tau kamu kalau udah di rumah tapi hp kamu gak aktif,maafin aku ya,lagian aku gak macam-macam kok kamu kan tau Arka itu cuma sahabat aku"jelas Ara.


Leo hanya terdiam mendekat ke arah pintu mendengar penjelasan Ara.


"aku gak akan ganggu kamu lagi,yang penting aku udah jelasin ke kamu.Kalau kamu udah gak marah kabarin aku ya sayang.Aku pulang dulu"ucap Ara bersedih.


Ketika Ara akan pergi hendak meninggalkan kamar Leo,tiba-tiba Leo membuka pintu kamarnya dan menarik tangan Ara masuk ke dalam kamar,Leo menutup pintu kamar dan mendekati Ara,Lalu leo mencium bibir mungil Ara dan mendapatkan balasan manis dari Ara,setelah itu Leo pun memeluk Ara dengan erat.


"kamu udah gak marah...?"tanya Ara.


"enggak,tapi jangan di ulang lagi ya"jawab Leo.


"iya makasih ya sayang"ucap Ara tersenyum.


"sama-sama sayang,aku juga minta maaf ya udah cuekin kamu"ucap Leo pula.


Ara mengangguk,mereka saling bertatapan dan tersenyum.

__ADS_1


...


"Cinta gimana kerjaan kamu...?"tanya Bryan.


"baik-baik aja, kenapa Bu Sarah ya yang suruh tanya...?"jawab Cinta dan bertanya.


"enggak, kerjaan kamu itu berkaitan sama kerjaan saya, jadi gak salah dong kalau saya tanya"ucap Bryan.


"oh gitu, iya juga ya. Berarti seru dong ya nanti"ucap Cinta.


"seru apa nya...?"tanya Bryan.


"ya di saat Bu Sarah benar-benar udah risent, berarti kita akan sering-sering bareng karena kerjaan"jawab Bryan.


"karena kerjaan kan, gak ada masalah lah, lagian terkadang masih ada tim yang harus gabung, gak harus kita berdua aja kan"terang Bryan.


"aku juga gak ada bilang kita cuma berdua kan,cuma bilang bareng. Jangan-jangan kamu ngarep ya kita bisa berdua, gak papa kamu atur aja waktu nya aku mau kok"goda Cinta.


"apaan sih, jangan ngacau kamu"bantah Bryan.


"ha.. ha.. ha.. bilang sama istri kamu, meskipun udah 2 hari dia gak masuk, kerjaan aku aman terkendali kok, masih ada waktu Seminggu lagi deadline, jadi kalau besok udah bisa masuk, Bu Sarah bisa cek kerjaan aku"ucap Cinta.


"dasar cewek gila, kok bisa ya Arka pacaran sama cewek kayak gitu, atau jangan-jangan gila nya karena di tinggal Arka kali ya"gumam Bryan dalam hati.


...


Saat jam istirahat kerja,Bu Jasmine dan Arka bertemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari Perusahaan Pak Boby.


"Tante maaf ya Arka telat"ucap Arka.


"tidak apa-apa Arka,harusnya Tante yang minta maaf sudah ganggu waktu istirahat kamu buat temuin Tante di sini"ucap Bu Jasmine.


"gak ganggu kok Tante"jawab Arka.


"iya Arka,terima kasih ya"ucap Bu Jasmine.


"sama-sama Tante,Nadia di rumah sendiri...?"tanya Arka.


"iya,Tante terpaksa tinggalin sebentar karena Nadia juga lagi tidur"jawab Bu Jasmine.


"oh... jadi ada apa ya Tante ajak Arka ketemu...?"tanya Bu Jasmine.

__ADS_1


"Tante bingung bagaimana Tante harus menjaga Nadia sekarang dan Dokter Herman sekaligus, sementara mereka ada di tempat yang berbeda, Tante benar-benar sangat berhutang budi sama Dokter Herman.Rencana nya Tante akan sewa Suster pribadi untuk merawat Nadia di rumah, karena Tante juga harus kerja, selain itu Tante juga bisa meluangkan waktu untuk menjaga Dokter Herman, bagaimana kalau menurut kamu...?"ucap Bu Jasmine dan Bertanya.


"Tante, kalau menurut Arka ide Tante itu baik, jadi Nadia selalu ada yang jagain di rumah, karena kita gak tau kondisi Nadia seperti apa di saat di rumah gak ada orang,tapi Tante apa gak sebaiknya Tante ngomong ke Nadia siapa Dokter Herman sebenarnya"ucap Arka.


"Tante sudah kepikiran mau bilang itu,bahkan adik Tante juga sudah saranin segera bicarakan ini sama Nadia,tapi Tante terlalu takut Arka"ungkap Bu Jasmine.


"Percaya sama Arka semua akan baik-baik saja, kalau Nadia udah tau yang sebenarnya, Tante akan lebih leluasa untuk menjaga dan merawat Dokter Herman juga kan nanti"ucap Arka.


"iya Arka, terima kasih ya. Tante lebih lega setelah bicara dengan adik Tante dan kamu"ucap Bu Jasmine.


"iya sama-sama Tante"jawab Arka.


...


"Mama dari mana...?"tanya Nadia saat melihat Bu Jasmine masuk ke dalam kamar nya.


"dari luar sebentar beli keperluan dapur, kamu udah lama bangunnya...?"jawab Mama Nadia dan bertanya.


"baru juga sih Ma, tapi tadi aku sempat ke belakang ambil minum dan gak liat Mama"jawab Nadia.


"oh iya maaf ya Mama lupa isi air minum kamu"ucap Mama Nadia.


"gak papa Ma, Nadia kuat kok jalan ke belakang ambil sendiri"ucap Nadia.


"iya sayang" jawab Mama Nadia.


"Ma, ada apa...?"tanya Nadia karena melihat wajah Mama nya yang murung.


"Nad, Mama mau jujur sama kamu"ucap Mama Nadia.


"jujur, jujur apa Ma..?"tanya Nadia.


"tapi kamu janji ya jangan marah sama Mama"pinta Bu Jasmine.


"ada apa sih ini Ma...?"tanya Nadia penasaran.


"Sayang, Papa kamu masih hidup dan dia yang sudah menyelamatkan nyawa kamu"ungkap Bu Jasmine.


"apa... ? maksud Mama Dokter Herman.. ?"tanya Nadia terkejut.


***

__ADS_1


__ADS_2