
"Jangan sedih gitu dong Cinta, kita udah lupain masa lalu itu kok," kata Ara.
"Iya, yang penting sekarang kamu benar-benar udah berubah jadi yang lebih baik dan sekarang kamu adalah sahabat kita," sambung Sarah.
"Makasih banyak ya," ucap Cinta meneteskan air matanya.
Lalu Sarah dan Ara memeluk Cinta.
"Apa-apaan ini, bisa-bisanya ya kalian menikah tanpa restu saya!" Teriak Bu Lily. Kini semua mata tertuju padanya.
"Mama," gumam Cinta.
Bu Lily melangkahkan kaki menghampiri Cinta dan Beni.
Plak... Sebuah tamparan mendarat di pipi Cinta.
"Awh," rintih Cinta.
Beni sangat terkejut,ia tidak menyangka jika Mama mertuanya itu akan berani main tangan di depan para tamu undangan.
"Sayang, kamu baik-baik aja kan...?" Tanya Beni sembari mengusap bekas tamparan di pipi Cinta.
Ara dan sahabat Cinta yang lain juga di buat syok dengan sikap Bu Lily, akan tetapi mereka juga tidak mau ikut campur.
"Jahat banget sama anak sendiri," kata Bryan.
"Hust....." Sarah memberi isyarat kepada suaminya untuk diam.
"Tante, saya minta maaf kalau Tante kecewa dengan adanya pernikahan ini, tapi kami sekarang udah menikah secara sah. Cinta adalah istri saya, saya tidak terima jika Tante menyakiti istri saya!" Kata Beni dengan amarahnya.
"Berani ya kamu, kamu itu sudah salah menikah dengan anak saya tanpa restu," kata Bu Lily. "Bahkan orang tua kamu juga tidak merestui kan? Cinta itu anak saya, jadi apa pun yang saya lakukan, kamu sama sekali tidak ada hak untuk ikut campur."
"Cukup Ma, puas Mama udah buat berantakan acara pernikahan aku, memang ada orang tua yang sengaja memperlakukan dan memalukan anaknya di saat hari bahagia anaknya," kata Cinta tampak meneteskan air matanya.
"Sudah Cinta, lanjutkan saja acara kalian," kata Kakek Broto. "Biar Kakek yang akan bicara sama manusia tidak tahu diri ini."
__ADS_1
Kakek Broto menarik tangan Bu Lily dan mengajaknya ke suatu ruangan yang kosong agar dapat berbicara empat mata.
Cinta menatap punggung Bu Lily yang mulai menjauh dengan tatapan penuh amarah, ia tidak menyangka akan mempunyai seorang Ibu yang kejam serta yang gila harta seperti itu. Saat ini Cinta juga malu pada sahabat dan teman-temannya juga pada para tamu undangan.
"Cinta yang kuat ya, kita ada di sini buat kamu," kata Sarah sembari mengusap pundak Cinta.
"Iya Cinta, kamu jangan nangis lagi ya, luntur tuh make-up nya, entar jadi gak cantik lagi," kata Ara berusaha menghibur Cinta.
"Maaf ya kalau ikut-ikutan, aku cuma mau kasih semangat buat kamu, kamu harus percaya kalau setiap masalah itu akan ada jalan keluarnya, gak ada yang namanya bahagia tanpa di awali dengan masalah," kata Sherin.
"Uh... Sherin dewasa banget sih, gemes tau," kata Sarah.
"jangan gitu dong Sar, aku kan jadi malu," kata Sherin. "Aku cuma ingat aja sama kata-kata Nenek sebelum dia meninggal," kata Sherin lagi.
"makasih ya Ra, Sar, Sher, " ucap Cinta. "Sejujurnya aku malu banget sama kalian, tapi kalian selalu aja menguatkan aku."
...
"Keterlaluan! Apa yang ada di dalam pikiran kamu Lily, apa yang sudah kamu lakukan barusan, tega sekali kamu melakukan itu terhadap anak kandung kamu sendiri di depan orang banyak!" Bentak Kakek Broto.
"Ya memang Papa yang mendampingi mereka untuk menikah, mereka tidak memberitahu kamu, itu karena kesalahan kamu sendiri, kamu meminta syarat yang tidak masuk di akal," kata Kakek Broto.
"Apanya yang gak masuk akal? Aku hanya meminta mahar saja karena anak perempuanku di ajak nikah Pa," kata Bu lily.
"Harusnya kamu itu bersyukur, dengan kondisi anak kamu yang sekarang, ada pria yang benar-benar tulus mencintai dan menerima dia apa adanya," kata Kakek Broto. "Apa kamu sama sekali tidak berpikir bagaiman nasib Cinta jika punya anak tanpa suami...? Tanyanya pula.
Bu Lily terdiam, akan tetapi bukan Bu Lily namanya jika ia kalah begitu saja berdebat dengan Papanya itu.
"Pokoknya aku akan terima Beni jadi menantu aku jika uang yang aku minta akan di berikan oleh pria itu," kata Bu Lily tetap mengotot.
"Mau mendapatkan uang dari mana, menikah saja secara sederhana, itu murni uang Beni sendiri hasil tabungannya selama ini, Papa dan teman-temannya mau membantu saja mereka tidak mau," kata Kakek Broto.
"Itu salah mereka sendiri dan bukan urusan aku," kata Bu Lily.
"Ah sudahlah, berdebat sama kamu tidak akan ada habisnya, awas saja! Jika kamu berani muncul dan membuat keributan lagi di sana, Papa tidak akan pernah lagi menganggap kamu sebagai anak," ancam Kakek Broto.
__ADS_1
Lalu Kakek Broto pergi meninggalkan Bu Lily melangkahkan kaki menuju acara pernikahan kembali, sementara Bu Lily hanya terdiam tampak memikirkan sesuatu.
...
Selesai mandi dan berpakaian, Rolan meraih ponselnya yang ada di atas tempat tidur, ia membuka pesan wathsap dari seseorang yang mengirimkannya sebuah video.
"bagus, ini baru permulaan," gumam Rolan sembari tersenyum tipis.
FLASHBACK ON...
"Siapa kamu? Untuk apa kamu mengajakku untuk bertemu di restauran ini?" Tanya Bu Lily.
"Kenalkan Tante, aku Rolan, Ayah dari anak yang di kandung Cinta," kata Rolan.
"Apa..? Berani sekali ya kamu mengakuinya di depan saya tapi kamu tidak mau bertanggung jawab, kurang ajar," kata Bu Lily murka.
"Tenang Tante, saya bisa jelaskan," kata Rolan.
"Jelaskan apa?" Tanya Bu Lily yang di buat bingung oleh Rolan.
"Awalnya aku memang syok Tan, aku gak percaya tiba-tiba Cinta hamil dan aku akan punya anak, sementara aku belum siap, ya bagaimana mau siap? Kami melakukannya dengan tidak sengaja," jelas Rolan. "Tapi setelah aku berpikir lagi, aku harus tetap tanggung jawab ke Cinta, aku juga udah bilang ke Cinta akan tanggung jawab, tapi Cinta nolak aku mentah-mentah karena dia lebih memilih menikah dengan Beni," sambungnya lagi.
"Lalu kamu menyesal?" Tanya Bu Lily.
"Lebih tepatnya kecewa," jawab Rolan.
"Kenapa? Bukannya seharusnya kamu senang karena tidak perlu menikah dengan wanita yang tidak kamu cintai?" Tanya Bu Lily. "Terlebih lagi kalian juga tidak menginginkan anak itu."
"Siapa bilang Tante? Setelah aku pikir-pikir sepertinya enak juga menikah dan punya anak. Jadi aku mau anak itu lahir," jawab Rolan.
"To the point aja, jadi apa mau kamu sekarang?" Tanya Bu Lily.
"Aku mau Tante bantu aku untuk menghancurkan pernikahan Cinta dan Beni, setelah itu aku akan menikah dengan Cinta. Tante tenang aja, aku punya segalanya untuk mencukupi kebutuhan anak Tante bahkan kebutuhan Tante," kata Rolan meyakinkan.
FLASHBACK OFF.
__ADS_1
...****************...