Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-57


__ADS_3

"gitu dong senyum, kan aku jadi semangat kerja nya"ucap Ara.


"ah masak, bukan karena ada dua cowok yang nyemangatin kan...? "tanya Leo.


"hm..... bisa jadi"jawab Ara tersenyum.


"Sayang...tu kan" gumam Leo manyun.


Ara hanya tersenyum dan memulai pekerjaan nya.


Saat jam istirahat Ara bersama Leo duduk di kantin dan Ara telah memesan makanan nya. Dari jauh Edo melihat Ara yang duduk sendirian segera menghampirinya.


"hai Ra, ketemu lagi ni"sapa Edo.


"beh.... dia lagi"gumam Leo kesal.


"oh ya, memang biasanya ketemu juga kan nama nya masih satu kantor"jawab Ara.


"iya juga ya, aku boleh duduk sini gak. .? tanya Edo.


Sementara itu hanya ada satu kursi kosong di depan Ara yang di duduki oleh Leo.


"maaf Do, tapi kursi ini udah ada yang dudukin"ucap Ara.


"oh ya, siapa Ra...? "tanya Edo lagi.


"entar lagi juga datang kok"jawab Ara.


"oh ya udah deh kalau gitu aku ke sana dulu ya"ucap Edo.


"iya Do"jawab Ara .


"kok kamu nolak sayang,pasti karena ada aku kan...?"tanya Leo.


"kamu itu nanya sendiri,jawab sendiri"ungkap Ara.


"Ara..."gumam Leo.


"apa Leo,bukan hanya karena ada kamu kok tapi aku memang gak mau aja ada salah paham nanti nya"jelas Ara berbisik.


"ohh....gitu,ya bagus lah sayang"ucap Leo.


...


"Dika sayang, kapan sih kamu mau bangun liat Mami, Mami kangen banget liat senyuman kamu, canda tawa kamu, apa kamu tau umur Mami udah gak lama lagi sayang"ucap Bu Amara sambil memandang anak nya yang koma.


"Mami yang sabar ya, Papi yakin kok sebentar lagi anak kita akan bangun. Mami jangan ngomong gitu dong,umur Mami masih panjang, kita akan berkumpul lagi seperti dulu Mi"ucap Pak Ardi menenangkan istri nya.


tok.. tok.. tok... suara ketukan pintu.


"masuk"perintah Pak Ardi.


"maaf Pak, Buk saya mengganggu"ucap pembantu yang masuk ke dalam.


"ada apa Mbak..? "tanya Bu Amara.

__ADS_1


"ini Buk di depan ada Bu Maria dan Suami nya mau jenguk Bu Amara dan Mas Dika "jawab pembantu tersebut.


"ya sudah suruh saja mereka langsung kesini ya"perintah Bu Amara.


Lalu pembantu tersebut menyampaikan pesan dai Bu Amara kepada Bu Maria. Dengan segera Bu Maria dan suami nya menghampiri Bu Amara dan Pak Ardi.


"apa kabar kamu Ra...? "tanya Bu Maria dam memeluk Bu Amara.


"aku baik kok Mar ,makasih ya udah mau kesini"jawab dan ucap Bu Amara.


"iya sama-sama"jawab Bu Maria.


"bagaimana apa bisnis lancar Pak...?"tanya Pak Jackson kepada Pak Ardi.


"Pak Jackson kita ngobrol di luar saja gimana.. ?"ajak Pak Ardi.


"iya Boleh Pak"jawab Pak Jackson dan keluar dari kamar Dika.


"Ra ,maaf ya Ara sibuk banget kerja jadi aku belum bisa bawa dia kesini buat jenguk anak kamu"ucap Bu Maria.


"gak papa Mar, aku paham kok. Lagian harapan aku sekarang itu biar aja Dika bangun dulu, jadi mereka bisa kenalan langsung dan mau kita jodohin"ungkap Bu Amara.


"iya Ra mudah-mudahan aja ya ada keajaiban dan anak kamu cepat sadar"ucap Bu Maria.


"iya Mar"jawab Bu Amara.


...


Saat malam hari Nadia yang sedang berbelanja dengan Mama nya tidak sengaja bertemu dengan Bryan yang juga sedang menemani Ibu nya berbelanja.


"Hai juga kebetulan banget ya ketemu disini"balas Nadia.


"iya kebetulan"jawab Bryan.


"Nadia"panggil Ibu Bryan.


"hai Tante ini Mama aku"ucap Nadia memperkenalkan Mama nya kepada Ibu Bryan dan juga Bryan.


Mereka pun berkenalan singkat dan melanjutkan aktifitas belanja nya.


"itu Bryan mantan suami Sarah ya...? "tanya Mama Nadia.


"iya, kok Mama tau...? "tanya Nadia.


"kalian kan pernah cerita, Mama gak suka ya kamu dekat-dekat sama pria itu"ucap Mama Nadia.


"loh emang kenapa Ma....? "tanya Nadia balik.


"bisa-bisa nya kamu tanya kenapa, kamu yang lebih banyak tau gimana orang itu ,dia udah nyakitin dan nelantarin anak serta istri nya. Pria jahat seperti itu tidak pantas untuk kenal sama wanita sebaik dan secantik anak Mama"ungkap Mama Nadia.


"hmmm Mama, sayang deh sama Mama"ucap Nadia dan memeluk Mama nya.


"kamu denger ya jangan coba-coba kamu deket sama pria yang model nya seperti itu, apa lagi kalau sampai kamu punya hubungan sama dia"ucap Mama.


"cuma temenan kok Ma"ungkap Nadia.

__ADS_1


"kalau temen gak usah sering-sering ketemu, Mama gak mau ya kejadian Rio terulang lagi, kamu ngerti Nadia....?"ucap Mama Nadia dan bertanya.


"iya Mama sayang"jawab Nadia dan merangkul Mama nya lagi.


"kamu ini, Mama gak rela kalau kamu harus terluka lagi, hati Mama ikut terluka sayang"ungkap Mama Nadia.


"iya Mama, yuk ah lanjut belanja"ajak Nadia dan mereka lanjut untuk lagi untuk berbelanja.


...


"huft.. akhirnya selesai juga ni kerjaan , sekarang waktu nya pulang dan rebahan"gumam Ara.


"syukur deh, pulang yuk"ajak Leo.


"sabar dong, mau bernafas dulu bentar"ucap Ara.


"di sini udara nya gak segar sayang, mendingan cari udara segar di luar"ucap Leo.


"di luar banyak polusi udara"ungkap Ara.


"maksud nya bukan di luar kantor, tapi tempat yang ada udara segar nya" jelas Leo.


"hmm.... tapi mau kemana..? kalau saja bukit tempat favorit kita masih boleh di datangin, pasti kita udh kesana"ungkap Ara lagi.


"aku tau kita harus kemana"ucap Leo.


"kemana...? "tanya Ara .


"udah ikut aja yuk"ajak Leo.


Ara bingung tapi tetap mengikuti Leo.


Leo mengajak Ara naik ke balkon gedung kantor tempat Ara bekerja.


"ini seriusan....? "tanya Ara.


"iya dong, kamu liat disini kita bisa liat langit lebih dekat dan udara nya juga segar kok"jawab Leo.


"iya juga sih kamu bener"ucap Ara.


"Di sini kamu bisa melepaskan rasa lelah kamu sejenak dan setelah itu kita pulang deh"ucap Leo.


"iya ,huft....... "jawab Ara dan menghembuskan nafas nya dan berjalan menepi .


"sayang sini deh, di sini lebih seru. Kita juga bisa lihat pemandangan di bawah"panggil dan ajak Ara yang naik ke atas pagar balkon.


"iya aku ke sana, tapi kamu hati-hati ya sayang bahaya itu"ucap Leo.


"gak papa kok sayang"jawab Ara dan terus meniti di tepian balkon.


Akan tetapi Ara terus berjalan dan tidak menyadari bahwa ada krikil yang ia injak dan membuat nya terpeleset .


"tolong..... "teriak Ara yang bergelantungan dan berpegangan satu tangan pada pagar balkon.


***

__ADS_1


__ADS_2