
"Herman, kenapa kamu ada di sini...?"tanya Bu Jasmine.
"seperti yang kamu lihat saya Dokter di rumah sakit ini"jawab Dokter Herman.
"mana mungkin, bukannya kamu di Australia demi perempuan itu"ucap Bu Jasmine.
"Jasmine kamu salah sangka,oh ya saya sekarang sudah pindah tugas lagi di sini"jelas Dokter Herman.
"sudahlah itu bukan urusan saya"ucap Bu Jasmine.
"Jasmine kamu mau kemana..?"tanya Dokter Herman yang melihat Bu Jasmine pergi.
"bukan urusan kamu"ucap Bu Jasmine dan berlalu.
Dokter Herman adalah Dokter spesialis ginjal yang pindah tugas dari Australia yang nantinya juga akan menangani penyakit Nadia.
Flashback...
Bu Jasmine merasakan perutnya mual saat suami nya sedang bekerja, dengan memberanikan diri ia mencoba menggunakan tes kehamilan dan hasilnya positif. Bu Jasmine tersenyum bahagia karena penantiannya selama 2 tahun telah di kabulkan.
"aku yakin Mas Herman pasti senang karena pada akhirnya aku bisa hamil, dengan begini orang tua Mas Herman tidak mungkin menentang hubungan kita lagi dan Mas Herman juga tidak akan malu dengan rekan kerjanya di rumah sakit karena aku di gosipkan mandul"gumam Bu Jasmine.
Beberapa saat kemudian Dokter Herman pulang kerja dengan wajah kesal.
"Mas aku punya kabar bahagia buat kamu"ucap Bu Jasmine.
"kamu tidak lihat ya, aku lagi kesal"ucap Dokter Herman.
"ada apa Mas...? di hina lagi sama rekan kerja atau Orang tua kamu...?"tanya Bu Jasmine.
"Jasmine aku mau kita pisah, aku sudah tidak kuat lagi dengan ini semua, kamu juga tahu dari awal kita tidak di restui orang tua aku, di tambah lagi kamu yang tidak bisa kasih aku anak, orang tua aku mau aku menikah sama pilihan mereka dan pindah ke Australia"ucap Dokter Herman.
"tapi Mas, aku.... "ucapan Bu Jasmine terpotong.
"sudahlah Jasmine, mulai sekarang kita pisah. Aku talak 3 kamu"ucap Dokter Herman.
"Mas, kamu dengar dulu yang mau aku sampaikan"pinta Bu Jasmine.
"aku tidak mau mendengar apapun lagi"ucap Dokter Herman lalu mengemasi barangnya dan pergi meninggalkan Bu Jasmine.
Bu Jasmine hanya bisa menahan sakit dan menangis,hingga demi anak yang ada di dalam perutnya ia memutuskan untuk pergi dari Bandung dan pindah ke Jakarta memulai hidup barunya.
"Bu kita sudah sampai"ucap Supir taxi yang menyadarkan Bu Jasmine dari lamunannya.
"oh iya Pak,terima kasih"ucap Bu Jasmine lalu keluar dari taxi.
__ADS_1
...
"hm.. sudah lama sekali rasanya Tante tidak makan di sini, masih sama rasanya enak-enak"ucap Bu Risa.
"iya Tante, Ara kalau lagi pengen makan di luar juga selalu makan di sini, karena selain masakannya enak lokasinya juga deket sama kantor"ungkap Ara.
"iya benar-benar, Ara terima kasih ya sudah temenin Tante makan"ucap Bu Risa.
"sama-sama Tante, Ara seneng kok bisa makan bareng Tante lagi,lagian Ara juga laper"jawab Ara tersenyum.
"bagus dong kalau begitu,oh iya kamu mau langung pulang atau kemana dulu...?"tanya Bu Risa.
"Ara mau langsung pulang aja Tante,soal nya udah sore juga kan.Kalau Tante..?"jawab Ara dan bertanya balik.
"oh... kalau Tante mau ke rumah sakit dulu, tadi Pagi Tante sudah ke sana sih tetapi Tante janji sore ini mau ke sana lagi"jawab Bu Risa.
"oh ya udah kalau gitu Ara antar dulu Tante ke rumah sakit ya abis itu Ara pulang"tawar Ara.
"tidak usah sayang, Tante sama Om Haris kok, nah itu dia mobil nya"ucap Bu Risa dan menunjuk mobil suaminya di luar restaurant.
"iya udah Tante salam buat Nadia ya, maaf Ara ada urusan jadi gak bisa jenguk Nadia hari ini. Mudah-mudah Nadia cepat pulih dan cepat kembali ke rumah"ucap Ara.
"iya Ra nanti Tante sampaikan ya, salam juga buat Mami kamu"ucap Bu Risa pula.
"Om, Tante, Ara pulang dulu ya"pamit Ara.
"iya Ra hati-hati ya"ucap Bu Risa.
"hati-hati nyetirnya Ra"sambung Pak Haris.
"iya Om,Tante.Om dan Tante juga hati-hati ya"balas Ara lalu masuk ke dalam mobilnya dan melaju.
...
"Arka, kata nya adik kamu mau pulang ke sini"ucap Pak Boby.
"kapan Pa...?"tanya Arka.
"besok"jawab Papa Arka.
"kok mendadak banget,memang kuliahnya udah selesai...?"tanya Arka.
"katanya tinggal skripsi aja,kamu tanya saja sendiri,adik kamu itu lebih terbuka dan nurut sama kamu di bandingkan sama Papa"jawab Papa Arka.
"kenapa gak nunggu selesai kuliah aja sih baru pulang"ucap Arka.
__ADS_1
"itu anak kalau sudah mau nya ya harus,kamu telpon saja adik kamu itu ya"perintah Papa Arka.
"ya Pa entar Arka telpon Aria"jawab Arka.
Saat itu juga ponsel Arka berdering dan ada panggilan telfon dari adiknya.
"hallo"ucap Arka.
"hallo Kak, kak udah tau kan besok aku mau pulang ke Indo...?"tanya Aria.
"iya udah tau, kenapa mesti buru-buru sih, kan bisa tunggu selesai dulu kuliahnya baru pulang"ucap Arka.
"duh aku udah kangen banget sama Papa, sama Kakak"ungkap Aria.
"tapi... "ucapan Arka terpotong.
"gak ada tapi-tapian, aku bisa kok buat skripsi dimana aja, gak lama deh setelah itu aku balik lagi ke Amrik buat menyelesaikan semuanya"ucap Aria.
"hm.. terserah kamu aja"ucap Arka.
"jangan lupa jemput aku ya Kak bye... "ucap Aria.
Aria langsung memutuskan panggilan telfon tersebut.
"ini anak gak ada sopan-sopannya sama orang tua"gerutu Arka.
...
"kamu kenapa Mbak Jasmine,aku lihat kamu seperti khawatir..?"tanya Bu Risa saat di Rs.
"ada yang gawat Sa, tadi sore waktu Mbak mau pulang, Mbak jumpa sama mantan suami Mbak di rumah sakit ini"ungkap Bu Jasmine.
"loh bukannya Mbak bilang laki-laki itu ada di Australia...?"tanya Bu Risa.
"iya Sa, Mbak juga tidak menyangka setelah 26 tahun dia kembali lagi, bagaimana kalau dia ketemu sama Nadia"ucap Bu Jasmine panik.
"Mbak tenang ya selagi laki-laki itu tidak tahu Nadia adalah anaknya jadi tidak ada masalah,Mbak sendiri yang bilang dia tidak tahu kan kalau Mbak waktu itu hamil dan Nadia juga tidak tahu kalau Ayahnya masih hidup"ucap Bu Risa.
"iya kamu benar, Mbak minta tolong sama kamu jangan ceritakan ini sama Nadia ya"pinta Bu Jasmine.
"iya Mbak, mana mungkin aku cerita. Oh iya Mbak tadi Dokter Toni kasih tahu ke aku bahwa ada Dokter khusus Ginjal pindahan dari luar Negeri yang akan menangani penyakit Nadia, nama nya Dokter Herman, aku dan Nadia juga sudah kenal"terang Bu Risa.
"apa.....?"Bu Jasmine sangat terkejut.
***
__ADS_1