
Malam pesta topeng pun berakhir, kini mereka semua telah kembali ke kediamannya masing-masing. Begitu juga dengan Ara dan Leo, untuk sementara waktu mereka berdua menginap di rumah orang tua Ara terlebih dahulu, kemungkinan setelah pulang dari berbulan madu barulah mereka akan tinggal di rumah mereka sendiri yang sudah Leo beli untuk hadiah pernikahannya dengan Ara.
Ara dan Leo berniat akan berbulan madu ke Cappadocia Turki, karena merupakan Negara yang sangat ingin Ara kunjungi, Ara ingin menikmati keindahan balon udara yang ada di sana dengan suaminya nanti. Saat ini Ara telah memiliki seorang suami, hanya tinggal berbulan madu saja dengan suaminya ke Cappadocia, maka impiannya telah terwujud dengan sempurna.
Setibanya di kediaman Pak Jackson, Ara dan Leo pun langsung saja menuju ke kamar pengantin yang telah didekorasi di kamar Ara sebelumnya.
"Yuk Sayang masuk" ajak Ara.
"Kenapa aku grogi banget ya mau masuk kamar kamu," kata Leo.
"Ya ampun sayang, kita itu udah jadi suami istri. Masa kamu grogi sih masuk ke kamar aku, ini tuh jadi kamar kamu juga sekarang," kata Ara.
"Hehehe maklum Sayang, ini kan baru pertama kalinya," kata Leo.
Lalu Ara dan Leo pun segera membersihkan diri dan Setelah itu mereka Langsung saja merebahkan diri yang sudah sangat lelah itu di atas kasur king size empuk di kamar tersebut.
"Sayang, aku nggak nyangka banget deh kalau kita sekarang udah sah menjadi suami istri, aku benar-benar nggak nyangka akan tiba hari ini dalam hidup aku," kata Leo.
"Iya sayang sama aku juga, nggak nyangka banget setelah melalui perjalanan panjang menghadapi lika-liku dalam hubungan kita, alhamdulillah ya kita bisa mewujudkan apa yang kita inginkan. Makasih ya karena kamu udah sabar nungguin aku, mudah-mudahan hubungan kita bakalan kekal abadi hingga maut memisahkan kita," ucap Ara.
"Iya Sayang, amiin. Aku pun juga berharap seperti itu. Sama-sama Sayang, makasih juga karena kamu udah mau menikah sama aku," ucap Leo.
__ADS_1
"Sama-sama Sayang, sekarang udah nggak akan ada lagi yang bisa ngerusak hubungan kita, karena kita berdua udah bersatu," kata Ara.
"Iya dong, liat betapa kuatnya cinta kita menghadapi masalah-masalah dalam hubungan kita selama ini, hingga kita bisa mencapai ke jenjang pernikahan. Oh ya Sayang, sekarang kan kita udah resmi jadi pasangan yang sah, apa boleh aku minta hak aku," kata Leo dengan sedikit gugup.
Ara pun merasa malu dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh pria yang baru saja menjadi suaminya itu.
"Kamu ngomong apaan sih Sayang, ya kita kan memang udah jadi suami istri sekarang, terus kenapa juga kamu harus nanya, jawabannya udah jelas boleh lah," kata Ara.
Leo tersenyum dan menjadi salah tingkah, entah kenapa Leo merasakan sangat gugup meskipun sekarang Ara telah sah menjadi istrinya. Leo mencoba memberanikan diri untuk menghadapkan dirinya dengan Ara hingga kini mereka berdua pun saling bertatapan.
Lalu Leo menempatkan dirinya di atas tubuh sang istri, tanpa aba-aba ia pun langsung menempelkan benda kenyal miliknya di atas bibir Ara, mereka mulai menyatukan bibir, saling melu*** satu sama lainnya, saling memainkan lidah secara bergantian dan sesekali bertukar saliva. Tidak hanya itu, Leo mulai memainkan aksinya dengan mencium leher jenjang milik sang istri, tangannya juga tidak tinggal diam, ia mulai melucuti satu persatu kain yang menempel pada tubuh istrinya hingga istrinya itu kini tidak menggunakan sehelai benangpun. Leo sangat terkesima melihat dua gundukan indah pada tubuh Ara, meskipun baru pertama kali akan tetapi Leo sangat lihai menari-narikan lidah di atas pucuk gundukan itu sambil sesekali menyesapnya yang membuat sang istri menggeliat atas perlakuan suaminya itu. Suara ******* terdengar dari keduanya yang sedang menjalankan ritual malam pertama sebagai pasangan pengantin baru. Setelah pemanasan dirasa cukup, Leo lansung saja melakukan penyatuan ke arah lembah yang sudah tampak basah. Ara merintih karena merasakan sedikit kesakitan hingga meneteskan air mata. Leo segera mengusap air mata itu dan melakukannya dengan lembut hingga pasangan suami istri itu sama-sama telah mencapai puncaknya.
"Makasih ya Sayang karena kamu udah memberikannya untuk aku," ucap Leo.
"Iya Sayang sama-sama, ternyata malam pertama itu benar-benar nikmat ya. Kalau tau gini, kenapa nggak dari kemarin-kemarin aja kita nikah," kata Leo.
"Mulai lagi deh, kan kita udah menyepakatinya kenapa kita bisa menikah hari ini," kata Ara.
"Ya Sayang, aku cuma bercanda kok. Yang jelas aku bahagia banget karena sekarang Ara dan Leo udah bersatu, Ara milik Leo dan Leo milik Ara," ucap Leo dan hanya ditanggapi senyuman oleh Ara.
Sebelum tidur, tak lupa Leo mencium kening istrinya yang akan menjadi rutinitas barunya setiap hari. Karena merasakan sangat lelah dengan acara hari ini dan juga atas permainan yang telah mereka lakukan hingga beberapa ronde, membuat keduanya terlelap dengan posisi saling berpelukan dan hanya ditutupi oleh selimut tebal.
__ADS_1
...
Keesokan hari, Ara terbangun dari tidurnya. Ia merasakan sesuatu yang berat telah menindih perutnya. Ara pun perlahan membuka mata dan di saat itu ia melihat ada sosok pria tampan yang saat ini berada di sampingnya, dan sesuatu yang menimpa perutnya itu merupakan tangan sang suami.
"Ternyata aku udah punya suami sekarang, aku udah nggak tidur sendiri lagi, udah ada yang nemenin. Jadi lucu sendiri deh," gumam Ara dalam hati sembari tersenyum, ia menatap lekat wajah pria tampan yang dikenalinya sejak berada di dunia lain.
Ara merasa sangat bahagia, karena setelah lama ia mengembara soal percintaan, akhirnya ia menemukan jodohnya juga.
"Ini hari pertama aku jadi seorang istri, aku harus bangun dan menyiapkan sarapan buat suami aku," gumam Ara.
Dengan perlahan Ara hendak menyingkirkan tangan Leo yang melingkar di perutnya itu, akan tetapi baru saja Ara menyentuh tangannya, Leo menggeliat dan malah semakin erat memeluknya.
"Sayang kamu mau kemana? Sini aja dong temenin aku. Aku masih ngantuk," ucap Leo dengan mata yang masih terpejam.
"Sayang ini udah siang, aku harus siapin sarapan buat kamu," kata Ara.
Leo pun mengerjap-ngerkapkan matanya hingga ia dapat melihat wajah cantik istrinya pagi ini.
"Selamat pagi sayang," ucap Ara.
"Pagi juga Sayang, morning kiss dong," kata Leo.
__ADS_1
Ara pun mengecup sekilas bibir suaminya itu, Leo tersenyum dan merasakan sangat bahagia atas perlakuan yang dilakukan oleh istrinya.
...****************...