
"Akh..... Pusing banget sih ngerjain pekerjaan kayak gini, di resto memang lebih baik," teriak Rolan.
"Mas Rolan, ada apa...?" Tanya pak David pria paruh baya yang merupakan asisten dari Pak Hernandes, ia kini bertugas mengajari dan mengawasi Rolan.
"Saya pusing Pak mau mempelajari pekerjaan yang sangat membosankan ini, bisa gak sih kita istirahat dulu," kata Rolan.
"Mas, memang seperti itu jika memulainya dari nol, Mas Rolan pasti bisa kok," kata pak David.
"Tapi saya benar-benar udah capek Pak, rasanya otak terkuras habis sehingga tubuh juga terasa lemah, saya butuh asupan Pak, saya mau makan," kata Rolan.
"Tapi Mas, ini baru jam 11, satu jam lagi sudah waktunya istirahat dan Mas Rolan bisa makan sepuasnya," kata pak David.
Rolan menghembuskan nafas kasar, kalau bukan karena tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan perhatian Ara, ia pasti sudah pergi dari perusahaan sekarang. Dengan sangat terpaksa Rolan pun mulai melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Ara, aku akan buktiin ke kamu, kalau aku bisa lebih sukses dari pada Leo dan aku pastiin kamu akan kembali lagi sama aku," gumam Rolan.
...
"Mar, butik kamu ini memang selalu menjadi yang terbaik, semua koleksi terbaru ada, bagus-bagus lagi," puji bu Amara.
"Iya, aku tidak menyangka kalau kamu benar-benar bisa mempunyai butik sebesar ini sesuai sama keinginan kamu waktu itu," sambung bu Tania.
"Terima kasih ya, aku juga sangat bersyukur karena Tuhan udah kasih aku kehidupan seperti ini dan aku juga tau kalian pasti juga sangat bersyukur kan dengan kehidupan yang kalian miliki sekarang," kata bu Maria.
"Ya, aku sangat bersyukur," ucap bu Amara.
"Aku juga, di tambah lagi sekarang aku sudah baikan sama kalian, terasa sangat sempurna," ucap bu Tania pula.
Mereka bertiga tersenyum lalu berpelukan.
"Oh ya, gimana kalau nanti malam kita dinner dengan anak-anak kita," usul bu Tania.
"Boleh, mereka pasti senang sekali," ujar bu Amara.
"Iya, aku juga setuju. Ara dan Leo juga kenal sama Rolan anak kamu Tan," sambung bu Maria.
"Iya dunia itu sempit sekali ya, tapi menurut aku kita jangan kasih tahu ke mereka dulu deh, biar jadi kejutan saja, gimana...?" usul bu Tania lagi.
"Aku setuju," jawab bu Amara dan bu Maria secara bersamaan.
"Ha.. Ha.. Ha.." Gelak tawa ketiga ibu paruh baya itu, meskipun usia mereka tidak lagi muda, akan tetapi mereka masih terlihat sangat cantik karena selalu perawatan dan bergaya modis.
__ADS_1
"Kalau gitu kalian pilih pakaian buat dinner nanti malam, ge ra tis," kata bu Maria.
"Ini serius...?" Tanya bu Amara.
"Ya serius lah, aku tahu kok kalian tidak kekurangan uang buat shoping, tapi tidak ada salahnya kan kalau aku mau traktir kalian sekali-sekali," jawab bu Maria.
"Sama sekali tidak ada yang salah," kata bu Tania dengan antusias.
...
"Leo, malam ini kamu tidak ada acara kan...?" Tanya bu Amara yang menghampiri anaknya itu saat sedang membersihkan motor.
"Mau ke rumah Ara Mi, udah janji sama Ara. Memangnya ada apa...?" Jawab Leo dan bertanya pula.
"Malam ini kamu temenin Mami ya, ada undangan makan malam dari teman lama Mami. Tidak mungkin dong Mami pergi sendirian, papi kamu tidak ada di rumah, jadi cuma kamu satu-satunya harapan Mami," kata bu Amara.
"Tapi Mi, Leo udah janji sama Ara," kata Leo.
"Please... Kamu bilang saja ke Ara, Mami yakin kok Ara bisa ngerti. Lagian kalian bisa kan ketemu dan jalan besok, sementara acara Mami tidak bisa di undur," kata bu Amara dengan wajah memelas. Leo yang paling tidak bisa membuat ibunya itu kecewa langsung saja menyetujuinya.
Saat Leo hendak menghubungi Ara lewat telepon watshap, ternyata Ara duluan yang telah menelponnya.
"Halo, Sayang aku mau minta maaf sama kamu," ucap Ara.
"Minta maaf...? Kenapa kamu tiba-tiba minta maaf?" Tanya Leo.
"Iya aku minta maaf karena malam ini gak bisa jalan sama kamu, Mami aku mendadak minta temenin arisan, katanya sih karena temen-temennya yang lain pada bawa keluarga," jawab Ara.
"Oh gitu, tapi sebenarnya kamu gak perlu minta maaf sama aku," kata Leo.
"Kenapa...?" Tanya Ara kebingungan.
"Karena aku juga gak bisa jalan sama kamu malam ini, baru aja mau aku kasih tau. Mami minta temenin aku ke gala dinner teman lamanya," jawab Leo.
"Oh ya, kok bisa kebetulan gitu ya. Tapi ya udah deh gak usah di pikirin, malam ini tunda dulu ya buat keliling bareng Marco," kata Ara.
"Iya sayang, yang penting tetap jaga hati kamu buat aku ya," kata Leo.
"Iya,kamu juga tuh, Aku tutup dulu ya Sayang telponnya, Bye..." Ucap Ara.
"Iya Sayang, Bye..." Balas Leo.
__ADS_1
Lalu panggilan telepon terputus.
...
"Mi, sebenarnya kita lagi nungguin siapa sih?" Tanya Rolan saat ia dan ibunya itu sedang berada di sebuah restauran.
"Kamu lihat saja ya nanti, sebentar lagi mereka juga datang kok," jawab bu Tania.
"Pokonya kalau 10 menit lagi teman mama itu gak datang, aku cabut dari sini!" kata Rolan dengan mantapnya.
"Eum, Mama sih tidak yakin ya kalau kamu tidak akan menyesal setelah pergi dari sini," kata bu Tania tersenyum. Sedangkan Rolan yang di buat bingung oleh ibunya itu hanya diam saja.
Sementara itu, bu Maria dan Ara baru saja tiba di restauran. Saat mereka baru saja keluar dari mobil, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menyorot lampunya ke arah mereka, lalu parkir di sebelah mobil Ara.
Ara yang tadinya merasa kesal karena sorotan lampu itu, berubah menjadi sangat senang karena mengetahui siapa yang ada di dalam mobil tersebut.
"Sayang, kamu ada di sini juga....?" Tanya Leo saat keluar dari mobilnya, ia dan maminya langsung menghampiri Ara dan ibunya itu.
"Iya, kamu ngapain Sayang...?" Jawab Ara dan bertanya pula, sedangkan bu Maria dan bu Tania hanya tersenyum melihat kebingungan anak-anaknya.
"Mi, kok gak bilang sih ada Ara juga," protes Leo.
"Iya nih, Mami juga gak bilang kalau ada Leo," protes Ara pula.
"Kejutan....." jawab bu Maria.
"Tapi kalian senang kan...?" Tanya bu Amara.
"Senang banget Mi," jawab Leo.
"Senang dong bisa ketemu sama Tante," jawab Ara.
"Jadi kamu gak senang gitu ketemu sama aku?" Tanya Leo.
"Enggak," jawab Ara.
"Ya udah aku pulang," kata Leo yang pura-pura ngambek.
"eh sudah-sudah, ayo kita masuk, masih ada kejutan di dalam buat kalian," kata bu Maria.
...****************...
__ADS_1