Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-296


__ADS_3

Ara kini telah duduk di samping Leo dan mereka pun siap untuk mengikrarkan sumpah janji di depan para saksi dan akan dinikahkan oleh Pak penghulu


Beberapa saat kemudian, acara ijab kabul pun selesai, semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Leo dan Ara kini terlah resmi menjadi pasangan suami istri, ucapan selamat berdatangan dari para kerabat, sahabat, dan juga seluruh tamu undangan yang hadir pada acara pernikahan mereka.


Semuanya tampak turut berbahagia, terlihat senyum sumringah dari kedua pasangan mempelai karena apa yang mereka harapkan telah menjadi kenyataan. Terlihat juga para bridesmaid dan groomsmen yang merupakan sahabat dari kedua mempelai tampak cantik dan tampan dengan menggunakan setelan tuxedo dan juga gaun senada yang telah disediakan dari pihak WO. Sembari mengucapkan selamat, mereka juga bergantian melakukan acara sesi foto untuk mengenang momen bahagia di hari pernikahan Ara dan Leo.


"Alhamdulillah banget ya Ra, kita benar-benar udah jadi besan sekarang," ucap bu Maria.


"Iya Mar, aku lega banget karena akhirnya apa yang kita inginkan benar-benar menjadi kenyataan," ucap bu Amara pula.


Lalu mereka berdua pun berpelukan mencurahkan rasa bahagia yang sedang menyelimuti hati mereka saat ini.


"Selamat ya buat kalian berdua udah jadi besan, udah jadi keluarga," ucap bu Tania yang menghampiri mereka.


"Makasih ya Tania, tapi kamu juga tetap keluarga kita kok," ucap bu Maria.


"Iya Tan, walaupun anak kita nggak ada yang bisa menikah sama anak kamu, tapi kamu tetap menjadi bagian dari keluarga kita kok," sambung bu Amara.


"Iya. Makasih banyak ya. Aku nggak tahu deh kapan bakalan punya menantunya, soalnya anak aku Rolan sampai saat ini belum menemukan jodoh. Yah kalian tahu sendiri lah gimana jalan hidupnya saat ini," ucap bu Tania yang terlihat sedih. Dalam hatinya teringat akan penyesalannya karena tidak mengetahui soal hubungan anaknya dengan Cinta. Jika ia tahu pastinya saat ini Cinta sudah menjadi menantunya dan ia akan selalu dekat dengan cucunya itu.


"Udah-udah kok malah jadi sedih sih, ini kan hari bahagia, masa kamu sedih-sedih kayak gitu," kata bu Amara.


"Iya, aku nggak sedih kok. Aku ikut bahagia sekarang ini," kata bu Tania.


Bu Maria dan bu Amara pun memeluk sahabatnya itu agar beban di hatinya sedikit berkurang.

__ADS_1


"Selamat ya Sayangku, akhirnya udah resmi juga jadi istri orang, seneng banget deh aku," ucap Sarah.


"Selamat ya buat kalian berdua, mudah-mudahan cepet nyusul berbadan dua biar si Kayla langsung punya adik dua," ucap Bryan.


"Makasih banyak Bumil, Bryan. Ya doain aja semoga aku langsung ketularan Sarah, kalian udah mau dua aja ya anaknya. Cinta juga udah punya anak satu, terus sahabat kita yang dua lagi kapan nih mau nyusul," kata Ara menyindir kedua sahabatnya yaitu Arka dan Rio.


"Doain aja Ra, semoga kami cepat menyusul ke pelaminan kayak kalian," kata Arka. Sementara Sherin hanya tersenyum saja karena merasa malu.


"Aamiin …," ucap semua ikut mendoakan.


Di saat mereka semua sedang tertawa dan bercanda bersama, Seno dan Amira saat itu juga menghampiri mereka.


"Selamat ya atas pernikahan Kak Ara dan Kak Leo," ucap Seno.


"Makasih ya Sen," ucap Ara dan Leo.


"Aamiin, makasih Mir," ucap Ara lalu mereka berpelukan sebentar.


"Makasih ya Amira," ucap Leo pula. "Sen, gimana perkembangannya? Jangan lama-lama ya, buruan," kata Leo.


"Jangan lama-lama apaan sih Kak, jadian aja belum nih masih PDKT," jawab Seno yang membuat semuanya tertawa, sedangkan wajah Amira kini tampak memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu.


Tidak jauh dari sana, tampak Rio dan Aria yang sedang menikmati makanan bersama, tidak lama kemudian Rio dan Aria pun ikut bergabung bersama mereka karena di panggil oleh Bryan.


"Ini nih pasangan satu lagi yang belum ada kejelasannya, kapan ya kira-kira bakalan jadian terus nyusul ke pelaminan?" kata Sarah.

__ADS_1


Arka melirik ke arah adiknya dan sahabatnya itu. Sedangkan Aria hanya tersipu malu, di dalam hatinya ia juga sangat berharap bisa menjalin hubungan dengan Rio, akan tetapi ia pun menyadari jika Rio saat ini masih belum bisa melupakan calon istrinya yang telah meninggal dunia. Maklum saja Nadia baru saja pergi satu bulan yang lalu, tentunya tidak mudah bagi Rio untuk move on dengan orang lain.


"Kita berdua cuma temenan aja kok Sar, tapi kalau seandainya takdir mengatakan lain, ya nggak mungkin juga kan aku nolak," kata Rio yang membuat Aria itu pun tersenyum.


"Kak Rio ngomong kayak gitu? Apa itu berarti Kak Rio juga berharap kalau takdirnya nanti bakalan bisa sama-sama dengan aku," batin Aria sembari menampilkan senyum tipis di sudut bibirnya.


Arka yang mengerti akan senyuman yang terpancar dari wajah adiknya itu, turut merasakan bahagia.


Setelah acara pernikahan Ara dan Leo selesai, para tamu undangan pun semuanya telah pulang. Kini telah tiba saatnya pesta topeng pada malam hari, para muda-mudi datang bersama pasangannya dengan menggunakan topeng yang telah disediakan. Tampak mereka semua berbahagia menari bersama dengan pasangan mereka masing-masing. Menambah semaraknya kemeriahan pesta topeng pada hari pernikahan Ara dan Leo yang saat ini sedang menjadi Raja dan Ratu dalam satu hari.


...


Akan tetapi, dibalik kebahagiaan mereka saat ini, ada dua orang yang sangat menderita dibalik jeruji besi karena ulah mereka sendiri. Siapa lagi kalau bukan Tama dan Karina. Ya saat ini Tama telah tertangkap, ia dan Karina sudah dinyatakan bersalah dan sedang menunggu sidang untuk menetapkan berapa lama hukuman penjara yang akan mereka terima. Orang tua Tama dan Karina tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya dapat mengurangi masa hukuman tetapi tidak bisa membebaskannya kecuali Ara dan Leo mau mencabut gugatan mereka.


"Kamu tau nggak, di balik penderitaan kita saat ini, mereka sedang bersenang-senang menikah dan berpesta. Mereka sama sekali nggak mikirin kita di sini," kata Karina.


"Ya iya lah, emang kamu pikir mereka akan memikirkan nasib kita di sini? Udah jelas-jelas ini yang mereka mau, nggak mungkin juga kali mereka mikirin kita," kata Tama.


"Iya, dan ini semua itu gara-gara kamu tau nggak," kata Karina kesal.


"Kenapa gara-gara aku? Kita berdua sama-sama melakukannya kan," kata Tama.


"Iya memang, tapi ini semua karena ide konyol kamu tuh kita jadi ketangkap kayak gini, sebelum kamu datang ke sini dan ikut campur, apa pun yang aku lakukan enggak pernah tuh sampai bermasalah dengan Polisi. Sekarang nasib kita harus mendekam di penjara, pokoknya ini semua salah kamu," kata Karina.


"Ini semua bukan gara-gara aku, tapi gara-gara mereka, terutama Leo dan Ara. Liat aja aku nggak bakalan tinggal diam, meskipun aku berada di dalam penjara tapi aku pastikan hidup mereka nggak akan pernah tenang," ucap Tama dengan sorotan mata tajam.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2