
"biar aku aja yang buka pintu nya, kamu masuk ke kamar aja duluan"perintah Rio.
"iya,oke" jawab Nadia singkat.
Nadia menuju ke kamar nya, sementara Rio bergegas membuka pintu.
"Plak.... "sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Rio saat ia baru membuka pintu.
"Tante, ada apa...?"tanya Rio terkejut.
"ada apa, ada apa, kamu pikir saya tidak tahu bahwa kamu menyembunyikan anak saya Nadia di sini"bentak Bu Jasmine.
"Tante, saya bisa jelasin. Silahkan masuk dulu Tante" ucap Rio.
"Tidak perlu,berani ya kamu masih saja mendekati anak saya, saya hanya mau anak saya keluar dan ikut saya pulang sekarang, Nadia keluar kamu"teriak Bu Jasmine.
"Tante ini udah malam, gak enak di dengar tetangga, Tante masuk dulu ya kita omongin baik-baik"pinta Rio.
Lalu tiba-tiba ada seorang pria yang keluar dari mobil dan menghampiri Bu Jasmine.
"Tante, Tante yang sabar ya. Entar tetangga bisa ngamuk kalau denger Tante teriak-teriak"ucap Arka.
Arka adalah pria yang akan di jodohkan Bu Jasmine dengan Nadia anak nya.
"Arka kamu tunggu saja di mobil, kamu tenang saja Tante akan bawa calon istri kamu pulang"ucap Bu Jasmine.
Rio terkejut dan terdiam mendengar ucapan Bu Jasmine.Ia tidak percaya bahwa Nadia akan secepat itu di jodohkan dengan pria lain.
"Tante ayok kita masuk dulu dan ajak Nadia pulang secara baik-baik"ajak Arka.
"ya sudahkan karena pujukan kamu Tante mau masuk ke rumah pria ini"ucap Bu Jasmine.
"Tante silahkan masuk"ucap Rio.
Rio membawa Bu Jasmine dan juga Arka masuk ke dalam rumah nya, saat Rio akan membangunkan Nadia, ternyata Nadia sudah keluar dari kamarnya dan bertemu Rio di ruang tv.
"Sayang ada apa...? aku dengar ada ribut-ribut"tanya Nadia.
"kamu liat aja yuk, ada tamu buat kamu"ajak Rio.
"tamu...? siapa...?"tanya Nadia.
"entar kamu juga tau"jawab Rio.
Karena penasaran pun Nadia melihat siapa tamu yang datang dan di ikuti oleh Rio.
"Mama... ngapain sih Ma malam-malam ke rumah orang dan bikin keributan...? "ucap Nadia.
__ADS_1
"Nadia,Mama tidak mau ya habiskan tenaga Mama di sini buat marahin kamu. Sekarang kamu pulang dan kita bicarakan di rumah" Ucap Mama Nadia dan menarik tangan Nadia.
"lepasin Ma, Nadia gak mau dan gak akan pulang sebelum Mama merestui kami berdua"ucap Nadia dan menggandeng tangan Rio.
"lepas, ini Arka calon suami kamu"ungkap Mama Nadia dan melepaskan gandengan tangan Nadia dan Rio.
"Mama egois...... "teriak Nadia menangis dan berlari keluar dari rumah Rio.
"Nadia.... "teriak Mama Nadia sambil berlari mengejar Nadia.
Arka mengikuti Bu Jasmine dengan mobil nya, sementara Bu Jasmine masih berlarian mengejar Nadia.
Rio yang juga panik ikut mengejar Nadia dengan mobil nya.
...
Keesokan hari saat selesai dari bekerja, Ara buru-buru bergegas menuju ke Parkiran untuk mengambil mobil nya.
"Ara... "panggil Pak Haris.
Langkah Ara terhenti karena panggilan tersebut.Ara menoleh ke belakang dan mendapati Pak Haris yang memanggilnya.
"Iya Pak"jawab Ara.
"Ara ini kan di luar kantor dan sudah bukan jam kerja lagi, kok masih panggil Bapak"ucap Pak Haris yang mendekati Ara.
"ini Om, Tante sama Irene malam ini mau makan malam di luar, kamu ikut ya"ajak Pak Haris .
"aduh Om sekarang ini Ara lagi ada urusan, kalau cepat kelar dan bisa ikut entar Ara kabarin deh ya"ungkap Ara.
"oh gitu, kamu buru-buru memang ada urusan apa kalau Om boleh tau...? "tanya Pak Haris.
"bukan apa-apa kok Om, Ara duluan ya Om"pamit Ara.
"ya sudah, tapi nanti kamu kabarin ya. Ini permintaan nya Irene dan Tante Risa"ungkap Pak Haris.
"oke Om"jawab Ara dan bergegas meninggalkan Pak Haris.
Tidak lama kemudian Ara pun tiba di rumah sakit, Ara bergegas ke ruang rawat inap Leo dan di sana sudah ada suster yang akan menerapi Leo berjalan.
"maaf telad"ucap Ara.
"hm... kirain gak jadi datang"gerutu Leo.
"iya maaf ada urusan bentar tadi di kantor, udah mau mulai ya..?"jelas Ara dan bertanya.
"iya ini mau ke ruang terapi"jawab Leo jutek.
__ADS_1
Selama 20 menit suster mendampingi Leo berjalan, dan tiba saat nya Leo berjalan sendiri dan hanya di pantau oleh Suster.
"maaf Mas Dika kan udah mulai lancar jalan nya, saya tinggal sebentar bisa gak ya. Saya titip Mas Dika dengan Mbak Ara"ucap Suster.
"iya boleh kok Sus, biar saya aja yang dampingin Dika nya"jawab Ara.
"terima kasih banyak ya Mbak"ucap Suster.
"iya sama-sama Sus"jawab Ara.
Saat Suster pergi, Ara mendekati dan mengikuti Leo yang sedang terapi berjalan, sesekali Ara juga memapah Leo.
"semangat Dika, yey... "teriak Ara bersorak gembira dan tersenyum manis.
Leo terkesima melihat senyuman yang Ara lontarkan, sehingga ia tidak menyadari bahwa tubuh nya tidak seimbang dan akan terjatuh. Ara yang melihat hal itu segera menghampiri Leo dan menahan tubuhnya sehingga Leo tidak terjatuh.
Dika menatap Ara, Ara juga menatap mata Leo dengan penuh Cinta. Lalu tiba-tiba Leo merasa mengingat sesuatu dan kepala nya terasa sakit.
"akh...... "teriak Leo kesakitan.
"Leo... sayang kamu kenapa...? "tanya Ara panik.
Ara yang panik bergegas memanggil suster untuk meminta pertolongan.
"suster... suster... tolong... "teriak Ara .
...
"aku udah putuskan akan terima kamu lagi dan kita akan segera rujuk"ucap Sarah.
"Sarah kamu serius...?"tanya Bryan.
"ya aku serius"jawab Sarah yakin.
"makasih ya sayang, aku janji gak akan pernah sia-siain kamu lagi"ucap Bryan.
"iya karena aku percaya sama kamu ,maka nya aku mau kita rujuk. Dan ini semua demi Kayla, Kayla masih sangat kecil, ia sangat membutuhkan kamu"ungkap Sarah.
"iya.. aku janji pokok nya aku gak akan sia-sia kesempatan kedua ini dan aku janji akan menjadi yang terbaik buat kamu dan Kayla anak kita"ucap Bryan lalu memeluk Sarah.
Sarah merasa sangat bahagia dan yakin bahwa keputusan nya untuk kembali lagi hidup bersama dengan Bryan adalah keputusan yang sangat tepat.
Lalu Bryan melepaskan pelukan nya dan menggendong Kayla.
"Kayla kamu dengar kan Mama dan Papa akan segera rujuk, kamu senang kan Nak karena bentar lagi kamu akan ketemu Papa setiap hari"ucap Bryan.
Sarah dan Bryan tersenyum bahagia, lalu mereka sama-sama memeluk Kayla yang juga ikut tersenyum.
__ADS_1
***