Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab 330


__ADS_3

Dengan perasaan yang sangat senang, Leo pun pulang ke rumah membawa pesanan sang istri. Ia begitu sangat senang karena dapat menuruti apa yang menjadi permintaan istrinya. Meskipun butuh perjuangan, tetapi ia begitu sangat bahagia melakukannya.


Setibanya di rumah, Leo langsung saja mencari keberadaan istrinya yang ternyata saat itu sedang menyirami tanaman di halaman belakang rumah.


"Sayang," sapa Leo.


"Hai Sayang, eh kamu udah pulang," balas Ara.


Kini pasangan suami istri itu saling bertatapan dan tersenyum manis.


"Kamu lagi siram tanaman ya?" tanya Leo.


"Iya dong, udah tau nanya," jawab Ara.


"Ya nggak papa dong nanya aja," kata Leo, lalu ia berjalan hendak menghampiri sang istri.


"Stop!" Teriak Ara.


"Loh kenapa? Aku udah bawain loh pesanan kamu," kata Leo.


"Pesanannya taruh aja di meja. Kamu mandi dulu bersih-bersih, baru boleh dekat-dekat sama aku," kata Ara.


"Ya ampun Sayang, padahal kamu itu udah nggak terlalu mual lagi loh, masa iya nggak mau langsung dekat-dekat sama aku sih," protes Leo manyun.


"Bukan itu masalahnya, gimanapun juga kamu itu kan dari luar ya, apalagi pasti kamu habis ngantri cimol. Jadi udah pasti kamu itu bawa bakteri yang sangat banyak, ntar bahaya loh buat anak kita di dalam perut," kata Ara yang lagi-lagi membawa nama anak dalam perutnya.


"Iya, iya aku mandi dulu. Tapi ini cimol-nya udah aku bawain, seneng nggak kamu dapat cimol yang kamu mau?" Tanya Leo.


Ara tersenyum lalu menjawab, "Ya senang dong Sayang. Makasih ya, aku mau langsung makan cimol-nya. Kamu mandi gih! Terus kita ketemu di ruang makan."


"Iya sayang, aku mandi dulu ya," kata Leo, lalu ia pun segera pergi.


Memang saat ini tubuhnya begitu sangat gerah, karena setelah seharian beraktivitas dan panasnya di luar saat ia membeli cimol. Leo tidak dapat membayangkan bagaimana dengan para pengantri tadi, sedangkan ia yang langsung dapat saja merasa kegerahan, apalagi mereka. Ya tapi mau bagaimana lagi, bukan Leo tidak menghargai para pembeli itu. Ini semua ia lakukan hanya demi istri tercintanya itu.


...


"Halo Kak Arka, sekarang Kakak lagi ada dimana?" Tanya Aria dari seberang telepon.

__ADS_1


"A-aku lagi di rumah temen," jawab Arka gugup. "Ada apa Dek?" Tanyanya.


"Kak, Kakak tau nggak kalau sekarang Kak Rio itu lagi ada di rumah sakit, dia kecelakaan Kak," kata Aria.


"Hah? Kamu tau dari mana?" Tanya Arka dengan ekspresi terkejut. Bukan terkejut karena mendengar kabar Rio masuk rumah sakit, melainkan karena Aria sudah mengetahui tentang kondisi Rio saat ini.


"Aku tahu dari Pak Wijaya Kak, Bos di perusahaan kita. Soalnya tadi Bos minta aku buat membatalkan jadwal meeting, katanya Rio kecelakaan dan masuk rumah sakit. Cuma aku nggak tau rumah sakitnya dimana, aku khawatir kak sama Kak Rio," kata Aria.


"Dek, Dek, kamu yang tenang ya. Kamu yang sabar. Nanti Kakak coba tanya sama temen-temen yang lain dimana Rio berada, barangkali mereka ada yang tau," kata Arka.


"Beneran ya Kak , kalau udah tau Kakak langsung kabarin ke aku ya. Aku mau langsung ke rumah sakit," kata Aria.


"Iya Dek. Kamu sekarang ada dimana?" Tanya Arka.


"Aku udah pulang Kak, aku lagi di rumah," jawab Aria.


"Ya udah kamu yang tenang ya, Kakak akan cari tau secepatnya dimana Rio dirawat. Nanti kalau Kakak udah tau, pasti langsung aku kabarin ke kamu," kata Arka.


"Iya Kak," jawab Aria.


Lalu ia menutup panggilan telepon.


"Siapa yang nelepon Ka? Sampai sembunyi-sembunyi gitu dari gue," Tanya Rio.


"Dari Aria. Memang lo mau kalau Aria tau gue lagi sama lo sekarang," jawab Arka.


"Oh … ya nggak usah lah Ka, seperti yang gue bilang tadi kalau adik lo nggak bakalan peduli juga kok sama gue," kata Rio.


"Lo salah," bantah Arka.


"Salah? Maksud lo salah gimana?" Tanya Rio mengerutkan kening tanda ia tidak mengerti.


Arka tidak sanggup lagi untuk tidak ikut campur atau membohongi Rio, akhirnya ia pun memberitahu kepada Rio jika barusan Aria yang meneleponnya dan menanyakan keberadaannya Rio. Aria juga sangat khawatir dan ingin menjenguk Rio saat sudah mengetahui dimana keberadaan Rio.


"Lo serius Ka kalau Aria khawatir sama gue?" Tanya Rio.


"Serius lah, untuk apa juga gue bohong sama lo. Lo tuh nggak peka atau gimana sih sebenarnya, Aria itu masih cinta sama lo, makanya dia begitu khawatir," kata Arka.

__ADS_1


"Tapi kalau Aria cinta sama gue, kenapa dia nolak waktu gue bilang sayang dan cinta sama dia? Kenapa dia nggak langsung terima aja?" Tanya Rio yang tampak begitu kecewa.


"Itu karena Aria udah lelah, Aria udah lelah selama ini mengejar cinta lo Yo. Dia nggak mau aja kalau hubungannya harus kandas di tengah jalan nantinya, dia enggak mau kalau lo cuma jadikan dia sebagai pelampiasan lo aja. Makanya Aria benar-benar ingin meyakinkan hatinya lagi, karena dia udah susah payah ngelupain lo tapi enggak bisa," kata Arka.


"Lo nggak lagi menghibur gue kan?" Tanya Rio yang tidak mempercayainya.


"Ngapain juga gue menghibur lo? Lo pikir gue laki-laki penghibur apa. Kurang kerjaan banget gue," bantah Arka.


"Ya kalau memang kayak gitu kenyataannya, harusnya Aria jangan cuekin gue dong. Apalagi kayak tadi malam, sampai gue kecelakaan kayak gini. Gue nggak fokus Karena mikirin Aria terus," kata Rio.


"Jadi lo nyalahin adik gue penyebab kecelakaan lo ini?" Tanya Arka yang tak terima adiknya disalahkan.


"Ya nggak sih, gue cuma bilang aja kalau gue gak konsen karena kepikiran Aria," jawab Rio.


"Ya udahlah, jadi nggak masalah kan kalau adik gue tau dimana keberadaan lo sekarang?" Tanya Arka.


"Iya Ka kasih tau aja, gue juga nggak mau kalau Aria terus khawatirin gue. Mungkin kalau udah jumpa sama gue, dia akan lebih tenang," kata Rio.


Karena Rio sudah menyetujuinya, Arka pun segera saja menghubungi adiknya untuk memberitahu tentang keberadaan Rio saat ini.


...


"Apa? Rio kecelakaan?" Ucap Leo saat membaca pesan WhatsApp dari Arka.


Leo tidak menyadari jika ucapannya itu terdengar oleh sang istri yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang kecelakaan?" Tanya Ara.


"Rio Sayang, aku baru aja dapat infonya dari Arka," jawab Leo.


"Hah? Kapan?" Tanya Ara yang sama terkejutnya dengan Leo.


"Katanya sih tadi malam," jawab Leo.


"Tadi malam? terus Arka baru sampaikan ke kita sekarang?" oceh Ara yang terlihat begitu kesal.


Leo sudah tahu jika istrinya pasti akan kembali uring-uringan, memang saat ini Ara begitu sensitif sehingga masalah kecil akan dibesar-besarkan olehnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2