
Setelah menghabiskan waktu selama satu minggu di Cappadocia Turki, Ara dan Leo pun kembali ke Indonesia. Pasangan pengantin baru ini juga langsung pindah ke rumah baru mereka setelah sampai di tanah air.
Setelah beristirahat di rumah selama tiga hari menghilangkan kepenatan yang mereka rasakan, ini adalah hari pertama Ara dan Leo akan kembali beraktivitas seperti biasanya setelah menikah. Mereka akan kembali untuk mengurus perusahaan mereka masing-masing.
"Pagi sayang," sapa Ara saat Leo baru terbangun, sedangkan Ara saat itu sudah rapi dan duduk di tepi tempat tidur.
"Pagi Honey, kamu udah siap? Kok kamu nggak bangunin aku sih Sayang," kata Leo.
"Ini aku baru aja mau bangunin kamu, tapi kamu-nya udah bangun duluan. Ya udah deh kamu mandi gih sana! Aku udah siapin baju kamu nih sama perlengkapan kamu untuk ke kantor. Aku mau turun duluan bikin sarapan buat kita, ntar kamu langsung turun aja ya Sayang," kata Ara.
"Duh … seneng banget deh punya istri, pagi-pagi ada yang bangunin, ada yang nyiapin keperluan aku, nyiapin sarapan," kata Leo.
"Kan aku memang selalu nyiapin sarapan buat kamu sekarang," kata Ara.
"Iya sih, tapi ini kan beda. Sekarang aku mau ke kantor, bahkan semua perlengkapan aku ke kantor juga kamu yang siapin," kata Leo.
"Iya dong, pokoknya semenjak aku jadi istri kamu, apapun itu keperluan kamu, kebutuhan kamu, aku yang siapin," kata Ara.
"Makasih ya Sayang," ucap Leo.
"Iya Sayang sama-sama," jawab Ara.
"Morning kiss-nya mana?" pinta Leo.
Ara pun mendekati Leo dan mencium sekilas bibir sang suami. Leo tersenyum lalu ia beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi, sedangkan Ara langsung saja pergi ke dapur, membuatkan sarapan untuk mereka berdua.
Selesai mandi, Leo langsung saja turun ke bawah untuk menemui sang istri yang berada di dapur. Saat itu juga Ara telah siap membuatkan sarapan untuk mereka.
"Hai Sayang, sapa Leo saat ia sudah tiba di dapur.
"Hai juga Sayang, udah siap kamu?" Balas Ara dan bertanya.
"Belum pasang dasi, mau di pakaikan kamu," jawab Leo.
"Manja banget sih suami aku, sini biar aku yang pasangin," kata Ara, ia meraih dasi yang saat ini dipegang oleh Leo lalu memasangkan dasi tersebut di leher suaminya.
Leo tersenyum, lalu ia pun mencium kening sang istri dan memeluknya. Ara terheran melihat kelakuan suaminya pagi pagi.
"Kenapa Sayang?" Tanya Ara.
__ADS_1
"Nggak papa kok Sayang, emangnya kalau mau peluk kamu harus ada alasannya ya," kata Leo.
"Ya nggak sih, cuma ini kan kita mau sarapan. Kamu juga udah meluk aku loh semaleman sambil tidur," kata Ara.
"Ya biarin aja lah, aku sih maunya meluk kamu terus. Habis gimana dong Sayang, kita kan baru nikah terus udah dua minggu lebih kita barengan terus dan hari ini kita bakalan berpisah," kata Leo.
"Ya ampun Sayang, kita tuh cuma berpisah sebentar doang, gak sampai satu hari di tempat kerja," kata Ara sembari melepaskan pelukan mereka.
"Iya sih, tapi aku kayaknya belum siap Sayang mau jauh-jauh dari kamu," kata Leo.
"Kamu ini ada-ada aja deh Sayang, kita juga pergi kerja dan pulang kerjanya bareng, bakalan ketemu terus kan," kata Ara.
"Iya, iya, tapi nanti siang aku ke kantor kamu ya, kita makan siang bareng," kata Leo.
"Boleh, kalau gitu aku mau ajak Amira juga deh sama Seno, gimana? Biar mereka makin dekat sekalian aku mau kasih oleh-olehnya Seno," kata Ara.
"Boleh, itu semua terserah kamu aja Sayang, yang penting aku bisa ketemu sama kamu," kata Leo dan hanya ditanggapi senyuman oleh Ara
"Ya udah yuk sarapan, entar telat lagi kita ke kantornya," ajak Ara.
"Yuk, kamu buat sarapan apa Sayang?" Tanya Leo.
"Nih, kamu liat aja sendiri," jawab Ara dan menunjuk makanan di atas meja.
"Kita sarapan spaghetti Sayang?" Tanya Leo.
"iya, gak papa kan? Setiap hari ganti menunya, beragam gitu biar nggak bosen," kata Ara
"Ya nggak papa dong, ini aku juga suka kok. Pokoknya apapun yang kamu buat, kamu masakin buat aku, aku pasti suka," kata Leo.
Ara dan Leo pun duduk di meja makan dan menikmati sarapan bersama. Setelah selesai sarapan, mereka langsung saja pergi ke kantor. Leo mengantar sang istri ke perusahaannya terlebih dahulu baru ia pergi ke perusahaannya sendiri.
...
"Wah yang habis honeymoon, pengantin baru ceria banget wajahnya," goda Amira saat melihat Ara yang tersenyum sumringah dan akan masuk ke dalam ruangannya melewati meja kerja Amira itu.
"Pagi Amira," sapa Ara tersenyum lebar.
"Pagi Mbak Ara, oh iya aku jadi sampai lupa nih ngucapin selamat pagi buat Mbak, sangking ikut bahagianya ngeliat Mbak Ara tersenyum," kata Amira.
__ADS_1
"Ah kamu Mir bisa aja. Udah sarapan belum?" Tanya arah.
"Udah dong Mbak, aku kan sebelum ke kantor sarapan dulu sama Ibu," jawab Amira.
"Oh gitu, ya bagus deh. Ya udah kamu lanjutin aja kerjanya, aku masuk dulu ya," kata Ara.
"Oke Mbak," jawab Amira.
Lalu Ara pun membuka pintu ruangannya, tapi saat ia akan memasuki ruangannya tersebut, tiba-tiba langkahnya terhenti dan menghadap ke Amira kembali sehingga membuat Amira heran menatapnya.
"Ada apa Mbak?" Tanya Amira.
"Ini Mir, aku lupa sesuatu. Ada oleh-oleh dari Cappadocia, kamu bagiin ya ke semua karyawan," kata Ara lalu menyerahkan bingkisan yang sedang ia pegang.
"Wah … asik dapat oleh-oleh nih. Makasih ya Mbak, nanti bakalan aku bagiin deh sama semuanya," kata Amira.
"Oke Mir, sama-sama. Oh iya ada satu lagi," kata Ara.
"Ada apa Mbak?" Tanya Amira.
"Nanti siang kita makan bareng ya, aku ajak Seno juga," kata Ara.
"Dalam rangka apa ya Mbak?" Tanya Amira.
"Nggak dalam rangka apa-apa, pengen makan siang bareng kalian aja. Udah lama gak makan bareng, jadi kangen," jawab Ara.
"Mbak Ara, aku jadi tersanjung nih dikangenin sama Mbak," kata Amira tersipu malu.
"Emang kamu nggak kangen apa makan siang bareng aku?" Tanya Ara.
"Kangen dong Mbak. Tapi Emang pantes aku kangenin Bos aku?" kata Amira.
"Kamu nih ya, masih aja ngomongnya kayak gitu. Aku itu udah anggap kamu kayak adik aku sendiri Mir, jadi nggak usah ngomong gitu lagi ah," kata Ara.
"Iya Mbak, tapi kan tetap aja Mbak itu Bos aku," kata Amira.
"Iya, iya, ya udah lanjutin kerjanya. Jangan lupa kasih aku laporan selama aku enggak ada di kantor ya," kata Ara.
"Beres Bos," jawab Amira tersenyum.
__ADS_1
Ara juga tersenyum, lalu ia masuk ke dalam ruangannya dan mulai disibukkan dengan aktivitas kantor karena telah dua minggu ia meninggalkan perusahaannya tersebut.
...****************...