
"wah superhero dalam dongeng"gumam Aria dalam hati.
Aria terkesima melihat pria tampan yang menolongnya.
"Mbak kenapa melamun, masuk ke dalam mobil"ucap Pria tersebut sebelum preman 2 menyerangnya.
Aria segera masuk ke dalam mobil, sementara Pria yang menurutnya superhero masih berjuang melawan 2 preman, dan pada akhirnya 2 preman itu kalah serta melarikan diri, sementara pria itu hanya mendapat sedikit luka memar di wajah dan pundaknya.
Aria segera keluar dari mobil dan menghampiri pria tersebut.
"Mas gak papa...?"tanya Aria.
"gak papa kok Mbak ,lain kali hati-hati Mbak perempuan malam-malam gini keluar sendirian lewat jalanan sepi"ucap pria itu.
"iya Mas, oh ya kenalin aku Aria"Aria mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
Akan tetapi pria itu tidak menghiraukannya.
"Mbak silahkan jalan duluan saya ikutin dari belakang"ucap pria tersebut.
Meski agak kecewa tetapi Aria juga senang karena pria tersebut mau mengantarnya pulang.
"makasih ya"ucap Nadia saat tiba di rumah.
Pria tersebut hanya mengangguk lalu berlalu dari pandangan Aria.
...
Keesokan hari Ara merasakan tubuhnya kedinginan dan kepalanya pusing sehingga ia tidak bisa menepati janjinya untuk jalan-jalan dengan Arka dan adiknya.
Pesan wathshap dari Leo juga belum Ara lihat karena ia sama sekali tidak memegang ponselnya.
"pagi Tante"sapa Arka lalu Aria.
"eh pagi Arka, ini siapa...?"tanya Bu Maria menunjuk Aria.
"hai Tante,aku Aria adiknya Kak Arka"jawab Aria.
"oh..ada janji sama Ara..?"tanya Bu Maria.
"iya Tan, Aria pengen ketemu dan jalan sama Ara"jawab Arka.
"oh..iya iya,ya sudah ayo Aria,Arka kita masuk dulu ya"ajak Bu Maria.
"silahkan duduk"ucap Bu Maria.
"makasih Tante"ucap Arka dan Aria.
"iya, kalian sudah kasih tahu Ara kalau sudah sampai...?"tanya Bu Maria.
"nah itu dia Tan, dari pagi di WA gak di balas, makanya kita langsung jemput aja"jawab Arka.
__ADS_1
"Kak Ara nya ada kan Tante...?"tanya Aria.
"seharusnya ada ya, Tante belum ada lihat Ara keluar dari tadi"jawab Bu Maria.
"oh.. atau belum bangun kali ya Tan"ucap Aria.
"bisa jadi, kalian tunggu dulu ya Tante suruh Bik Sri buat minum sekalian Tante panggil Ara nya"ucap Bu Maria.
"iya Tante, makasih ya Tan"ucap Arka.
tok..tok..tok.. (suara ketukan pintu)
"sayang....kamu sudah bangun, ada Arka sama adiknya tuh, katanya kalian janji mau jalan"teriak Bu Maria dari luar kamar.
"sayang.... "panggil Bu Maria lagi sembari terus mengetuk pintu.
Bu Maria sangat khawatir karena Ara tidak menjawab dan tidak keluar dari kamarnya, Bu Maria mencoba membuka pintu akan tetapi di kunci dari dalam.
"Mi, tolong Ara Mi, kepala Ara pusing banget terus menggigil"ucap Ara pelan.
"sayang, kamu sakit ya, tidak kuat mau bangun...?"tanya Mami Ara.
"iya Ma"jawab Ara.
"ya sudah Mama minta kunci cadangan dulu ya di bawah"ucap Mami Ara.
Bu Maria menelfon lewat telfon rumah ke lantai paling bawah,Bik Sri yang kebetulan lewat langsung mengangkat telfonnya, Arka yang mendengar hal itu langsung panik dan membawa kunci cadangan ke kamar Ara, Aria juga bergegas mengikuti Arka masuk ke lift secara bersamaan.
"Tante ini kuncinya biar Arka yang buka"ucap Arka saat tiba di depan pintu kamar Ara.
"ya ampun Ra panas banget badan kamu"ucap Arka saat memegang dahi dan tangan Ara.
"iya Ka, kepala aku juga sakit banget"ungkap Ara.
"sayang kita langsung ke Rs saja ya, kamu yang kuat"ucap Mami Ara.
Tanpa basa-basi Arka langsung menggendong Ara dan membawanya masuk ke dalam mobil,lalu Arka, Bu Maria dan Aria bersama-sama mengantar Ara ke rumah sakit.
...
"Leo kamu kenapa tidak tenang begitu...?"tanya Papi Leo saat dalam perjalanan.
"gak tau Pa, rasa nya gak tenang banget kepikiran Ara"jawab Leo.
"ya sudah kamu coba hubungi Ara"perintah Papi Leo.
Leo bergegas mengambil ponsel dalam saku lalu menelfon Ara. Akan tetapi ponsel Ara ada di rumah sehingga Ara tidak mengangkat telfon dari Leo.
"sayang angkat dong, jangan buat aku khawatir"gumam Leo dalam hati.
"tidak di angkat...? coba telpon ke rumahnya"ucap Papi Leo.
__ADS_1
"iya Pi"jawab Leo.
Leo segera menghubungi orang rumah Ara dan Bik Sri yang menerima panggilan tersebut, Bik Sri menceritakan semuanya kepada Leo. Leo terdiam dan tampak panik.
"kenapa Leo..?"tanya Papi Leo.
"Ara masuk rs Pi, demam tinggi"jawab Leo.
"ya sudah kamu pulang"perintah Papi Leo.
"tapi meetingnya Pi"ucap Leo.
"dengan keadaan kamu yang seperti ini apa kamu bisa fokus buat meeting, kamu tenang saja biar Papi dan Sekretaris Papi yang menghandle semuanya.Kamu turun sekarang mumpung kita belum terlalu jauh"ucap Papi Leo
"oke, makasih ya Pi"ucap Leo.
"berhenti Pak"perintah Pak Ardi
Supir segera menepi dan memberhentikan mobil. Leo segera keluar dan mencari taxi,lalu langsung menuju ke rumah sakit.
Saat di Rumah sakit...
"syukurlah hanya demam biasa, bikin Mami khawatir saja tahu tidak"ucap Mami Ara.
"maaf ya Mi udah buat Mami khawatir"ucap Ara.
"tidak apa-apa sayang, yang penting kamu sudah di tangani dan kata Dokter kamu harus di rawat dulu sementara"ucap Mami Ara.
"kenapa harus di rawat sih Mi, kan cuma demam biasa, Ara gak mau"bantah Ara.
"Ara ikut aja dong apa kata Dokter, kamu itu demam tinggi tadi, liat sampai di infus gini"ucap Arka yang baru saja masuk bersama adiknya.
"Arka,itu Aria...?"tanya Ara dan menunjuk Aria.
"iya Kak,aku Aria"jawab Aria memperkenalkan diri.
"Arka,Aria maaf ya udah ngerepotin kalian dan maaf banget kita belum jadi jalan.Aku janji kalau aku udah sembuh kita jalan"ucap Ara.
"gak papa Kak,yang penting itu kesehatannya Kakak"ucap Aria.
"iya Ra, kalau soal jalan-jalan itu gampang lah"sambung Arka.
Saat itu Sarah,Bryan dan Kayla juga tiba di rumah sakit dan langsung masuk ke ruang rawat inap Ara.
"Ara kamu gak papa kan..?"tanya Sarah.
"aku gak papa kok,kok bisa kesini....?"jawab Ara dan bertanya pula.
"dari Leo Ra"jawab Bryan.
"hah,kok bisa...?"tanya Ara lagi.
__ADS_1
"Leo panik hubungin kamu gak ada jawaban,jadi telpon ke rumah.Bik Sri yang angkat telponnya dan kasih tau kamu di rs,terus Leo telpon aku karena di kiranya aku lagi sama kamu,Tante juga gak jawab telfon Leo,Leo gak tau kalau Arka ada di sini yang bisa ia hubungin"jelas Sarah.
***