Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-303


__ADS_3

"Heh lo!" Panggil ketua preman wanita di sel tahanan yang bernama Santi itu dengan kasar.


Karina sama sekali tidak menggubrisnya sehingga membuatnya Santi murka.


"Heh punya telinga nggak lo? Dengar nggak Kalau Bos manggil lo," kata wanita yang satu lagi bernama Tara.


Karena Karina sama sekali tidak meladeni mereka, Tara pun mendekati Karina dan mendorong tubuh Karina hingga tersungkur ke lantai.


"Akh," rintih Karina kesakitan. "Apa-apaan sih kamu."


"Lo nggak dengar ya kalau bos kita manggil lo," kata Tara yang merupakan tangan kanan dari Santi.


"Bos kita? Itu Bos kalian aja kali, aku nggak punya Bos di Sini," kata Karina yang terang-terangan menantang para preman itu.


"Berani banget lo ya menantang kita," kata Tara.


"Hajar aja Mir," kata Dona yang merupakan teman Mira.


"Iya, biar tahu rasa nih orang," kata Tara, lalu mendekati Karina dan menarik rambutnya dengan kuat.


"Aw lepasin! Apaan sih kalian. Saya nggak ada gangguin kalian, kenapa sih kalian usil banget gangguin saya," kata Karina yang kali ini tidak mau tinggal diam. Ia berusaha melepaskan tangan Tara dari rambutnya.


"Itu karena lo nggak mau nurut apa kata kita, lo juga udah berani terang-terangan nantang kita," kata Mira.


"Emang kalian siapa sampai aku harus nurut apa kata kalian," kata Karina lalu membalas menarik rambut Tara.


Dona dan Santi pun ikut membantu Tara, sehingga terjadilah tarik-menarik rambut dan perkelahian antar wanita itu. Sipir yang mendengar keributan itu segera saja datang dan memisahkan mereka.


"Apa-apaan ini, kalian ini sudah di penjara masih juga berbuat ulah," bentak Sipir.

__ADS_1


"Dia nih Pak yang mulai duluan," kata Tara menunjuk Karina.


"Alah, dia ini anak baru. Memangnya kamu pikir saya lupa apa kalau kalian itu emang biang rusuh, pembuat masalah. Awas ya sekali lagi saya dengar kalian mengganggu para tahanan baru, kalian akan saya beri hukuman berat," kata Sipir.


Santi dan yang lainnya hanya bisa terdiam, tetapi dalam hati mereka sangat kesal dan menggeram karena menahan emosi, ingin rasanya segera menghajar Karina.


...


Cappadocia Turki.


Cappadocia Turki merupakan kota bawah tanah terbesar di dunia. Tempat tersebut juga ditetapkan menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO tahun 1985. Keunikan Cappadocia juga tak lepas dari keberadaan ribuan balon udara warna warni memenuhi langit, keindahan itu lah yang membuat semua orang menjadikan kota tersebut kota impian termasuk Ara.


Cuaca di Cappadocia hari ini sangat dingin, karena kebetulan Cappadocia sedang diguyur hujan lebat, tampak pasangan pengantin baru hanya bisa bergelut di dalam selimut, tidak dapat keluar dari penginapannya. Padahal mereka berencana untuk berjalan-jalan hari ini, Ara hanya dapat menatap rintik hujan yang terlihat dari jendela ditemani oleh sang suami yang memeluknya dari belakang.


"Hujannya kapan berhenti ya Sayang? Aku kan pengen jalan-jalan," kata Ara.


"Tapi gimana kita mau naik balon udaranya kalau hujan, lagian aku khawatir ah kalau cuacanya kayak gini," kata Ara.


"Iya juga ya, ya udah sabar aja ya dulu Sayang. Kita juga kan baru sampai, mungkin emang kita disuruh istirahat, disuruh honeymoon dulu di kamar," kata Leo sembari melirik ke arah istrinya.


"Apaan sih Sayang, kamu ini. Ini masih pagi loh," kata Ara.


"Justru karena pagi-pagi itu dong, kita juga belum mandi," kata Leo.


"Kamu nih memang ya," kata Ara.


Saat itu, tanpa aba-aba langsung saja Leo pun melu*** bibir merah muda milik sang istri yang selalu membuatnya candu. Ara pun membalasnya, ia juga melingkarkan tangan di leher suaminya, Leo menarik tengkuk sang istriku agar ciuman itu semakin dalam, Leo menggigit sedikit menggigit bibir Ara agar terbuka lalu dengan leluasa lidahnya masuk menguasai rongga mulut istrinya itu. Ciuman panas pun tak terelakkan, keduanya semakin bergairah, ditambah lagi dengan cuaca yang sangat mendukung membuat kedua pasangan suami istri itu langsung saja melanjutkan aktivitas mereka di atas kasur. Keduanya saling bertukar peluh dengan diselimuti gairah yang menggebu. Hingga mereka pun kecapean dan berbaring dengan posisi saling berpelukan.


"Kalau nanti cuacanya udah agak reda, kita langsung pergi ya Sayang," kata Ara.

__ADS_1


"Iya Sayang, selain mau naik balon udara kamu mau ke mana lagi?" Tanya Leo.


"Kemana aja yang penting jalan-jalan berdua sama kamu," jawab Ara.


"Iya dong sama aku, kan tujuan kita di sini mau honeymoon berdua," kata Leo.


"Ya Sayang," jawab Ara tersenyum.


Lalu Leo pun semakin memeluk erat tubuh sang istri. Ara juga membenamkan kepalanya itu di dada bidang milik sang suami. Rasanya begitu hangat dan nyaman hingga tanpa sadar pun mereka memejamkan mata dan terlelap hanya ditutupi oleh selimut.


...


Tanpa sadar Ara dan Leo pun sama-sama terbangun saat waktu menunjukkan pukul 11.00 siang, karena saat itu seseorang mengetuk pintu mereka untuk mengantarkan makan siang yang telah disediakan oleh pihak hotel. Langsung saja Leo memakai pakaiannya dan segera mengambil makanan yang telah diantarkan di depan pintu.


Ternyata saat itu hujan telah berhenti berganti dengan langit yang cerah. Setelah makan siang, Ara dan Leo akan pergi berjalan-jalan untuk menaiki dan melihat keindahan balon udara yang sudah lama Ara impikan. Setelah selesai makan siang pun mereka langsung saja pergi menaiki kendaraan yang sudah dipesan melalui online. Kendaraan tersebut melaju menuju ke tempat dimana balon udara berada.


Ara begitu sangat bahagia dengan menampilkan senyum sumringah di wajahnya, apa yang Ara rasakan juga dirasakan oleh Leo, ia merasa begitu bahagia melihat istri yang dicintainya itu tersenyum lebar seperti itu.


"Sayang, kamu senang gak?" Tanya Leo.


"Iya dong, gimana nggak seneng coba, selama ini aku tuh cuma bisa ngelihatnya dari internet doang dan sekarang aku benar-benar bisa ada di sini bareng kamu Sayang," jawab Ara.


"Padahal Sayang buat kamu ke sini itu nggak susah kan, dari segi biaya kamu ada, segi waktu pun kamu ada," kata Leo.


"Kata siapa aku ada waktu, kamu kan tau kalau aku ini wanita karir, sejak lulus kuliah aku selalu sibuk. Lagian aku memang dari kemarin memimpikannya bisa datang ke sini bareng suami aku dan sekarang benar-benar terwujud. Aku benar-benar senang banget Sayang," ungkap Ara, lalu memeluk Leo.


Saat ini Ara dan Leo sedang menaiki balon udara, menikmati keindahan kota Cappadocia yang terletak di Negara Turki itu dari atas sana.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2