
"Tapi Sarah yang jadinya gak enak Bu, bahkan Sarah belum sempat masak apa-apa. Seperti biasa Bu, nunggu Mas Bryan pulang dulu biar ada yang jaga Kayla terus masakannya juga masih fresh banget pas mau disantap," kata Sarah.
"Iya, Ibu tau kok. Lagian Ibu kan udah bilang kalau kamu gak usah repot-repot Sarah," kata bu Sinta.
"Iya Bu, Sarah buatin minuman aja ya Bu," tawar Sarah.
"gak usah, Ibu udah kenyang karena sebelum ke sini tadi, Ibu udah makan," kata bu Sinta.
"Ya udah deh kalau itu maunya Ibu," kata Sarah.
"Ibu mau liat Kayla aja, boleh kan? Tanya bu Sinta.
"Iya boleh lah Bu, yuk kita ke kamar Kayla Bu," jawab Sarah dan mengajak ibu mertuanya itu melihat Kayla yang sedang tidur.
Sesampainya di kamar Kayla, mereka melihat Kayla yang masih tertidur dengan nyenyak. Bu Sinta segera saja menghampiri cucunya.
"Bu, Sarah mau titip Kayla sebentar boleh gak, Sarah mau ke mini market," ucap Sarah.
"Boleh dong, biar Ibu yang temenin Kayla sambil istirahat juga di sini," jawab bu Sinta.
"Ya udah Bu, maaf ya. Kebetulan memang barang belanjaan udah pada abis, rencananya besok pas Mas Bryan off baru kita mau belanja Bu, ini Sarah mau beli bumbu buat masak nanti ada yang kurang," kata Sarah.
"Iya Sar, kamu gak perlu sungkan gitu ah sama Ibu, sana gih pergi! Hati-hati ya," kata bu Sinta.
Lalu Sarah pun segera pergi ke mini market yang dekat dengan rumahnya, karena dekat ia tidak membawa kendaraan. Saat akan pulang ke rumah, tiba-tiba saja hujan lebat datang ditemani dengan petir yang menyambar.
"Duh ... gimana mau pulang nih, mana gak bawa payung, terus gak bawa hp juga mau ngabarin, lagian petir kuat kayak gini, palingan hp Ibu dimatiin. Duh ... gimana ya," gumam Sarah, diwajahnya tampak sangat khawatir.
Setengah jam kemudian, hujan tampak semakin lebat, tapi untungnya petir sudah mereda. Sarah bertekad untuk pulang menerobos derasnya hujan di sore itu dengan suasana langit yang mendung.
"Stok payung di mini market ini pakai habis segala sih, ya udah deh aku pulang aja. Pasti Ibu khawatir banget karena aku belum pulang," gumam Sarah.
Saat Sarah hendak melangkahkan kaki kedalam derasnya hujan, tiba-tiba ia merasa ada yang melindungi kepalanya yang ternyata adalah sebuah payung yang sedang dipegang oleh seorang pria tampan yang sangat dikenalnya.
"Sayang, kamu ngapain di sini ...?" Tanya Sarah kepada suaminya itu.
"Ya jemput kamu lah Sayang, aku pulang hanya ada ibu dan Kayla di rumah, katanya kamu ke warung. Hujan lebat kayak gini, gimana aku gak khawatir coba, makanya aku langsung jemput kamu, kamu kenapa gak bawa mobil sih ..? Gak bawa payung lagi," kata Bryan.
__ADS_1
"Deket Sayang, biasa juga aku jalan kaki. Lagian mana aku tau bakalan hujan, jadinya aku gak payung lah," kata Sarah.
"Iya, tapi kan ...," ucapan Bryan terputus karena Sarah menutup mulutnya dengan jari telunjuk.
"Kamu masih mau ngomel atau kita pulang sekarang?" Tanya Sarah.
"Pulang," jawab Bryan, lalu mereka pun masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, bu Sinta dan Kayla telah menyambut mereka dengan senyum kelegaan.
"Sarah, syukurlah kamu gak apa-apa, Ibu khawatir banget karena kamu gak pulang-pulang, hujan lebat lagi, untung aja Bryan udah pulang jadi bisa langsung jemput kamu," kata bu Sinta.
"Ibu, Sarah gak apa-apa kok, karena hujannya terlalu lebat Sarah jadi gak bisa pulang," kata Sarah.
"Ya udah kamu sama Bryan mandi dulu gih! Ganti baju, kalau gak kalian bakalan masuk angin," perintah bu Sinta.
"Iya Bu," jawab Bryan. "Yuk Sayang kita mandi dulu," ajak Bryan.
"Yuk," jawab Sarah. "Bu, titip Kayla lagi ya," ucapnya.
"Iya, cepetan kalian mandi!" Kata bu Sinta.
Kini menu makan malam telah tersaji di atas meja, segera saja Bryan dan keluarganya menikmati makanan tersebut dengan sangat lahap. Apalagi di cuaca hujan begini, tentu saja menambah selera makan mereka.
Setelah makan, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol santai sambil menonton televisi.
"Bryan, Sarah, ada yang mau Ibu sampaikan," kata bu Sinta.
"Ada apa Bu ...?" Tanya Sarah.
"Ibu udah putuskan akan berhenti usaha katering di Jogja, dan Ibu mau ikut kalian tinggal di sini," kata bu Sinta. "Kalian gak keberatan kan?" Tanyanya.
"Ibu serius, jelas aja kita gak keberatan Bu. Kan udah dari lama kita minta Ibu tinggal disini, Sarah seneng banget Bu," ucap Sarah, matanya berbinar memancarkan kebahagiaan.
"Iya Bu, Bryan juga seneng banget. Bryan jadi lebih tenang ninggalin anak dan istri saat kerja karena ada Ibu yang nemenin, makasih ya Bu," ucap Bryan tersenyum.
"Sama-sama, makasih juga ya kalian udah mau terima Ibu di sini," ucap bu Sinta.
__ADS_1
"Iya Bu, Sarah seneng banget, Kayla juga seneng kan ada Oma di sini," kata Sarah kepada anaknya.
"Seneng," jawab Kayla spontan yang membuat semuanya tertawa gemas.
...
Hari H keberangkatan Nadia...
Saat ini Rio sedang mengantar Nadia dan bu Jasmine ke Bandara, mereka akan kembali ke New York Amerika. Sementara yang lain tidak bisa mengantarnya karena harus bekerja, sedangkan Rio hanya meminta izin sebentar khusus untuk mengantar Nadia.
"Hati-hati ya Sayang, gak rela banget rasanya harus berpisah sama kamu lagi. Aku ikut kamu aja ya Sayang," ucap Rio.
"Dengan senang hati," ucap Nadia.
"Tapi kalau di sana nanti aku gak ada kerjaan gimana? Boleh kan aku numpang hidup sama kamu," kata Rio.
"Boleh aja sih, tapi sebagai gantinya kamu harus bersih-bersih rumah dan masak buat aku," jawab Nadia.
"Jadi pembantu dong aku," gerutu Rio.
"enggak Sayang, cuma jaman sekarang gak ada yang gratis," hardik Nadia.
"Itu sih sama aja Sayang," ujar Rio sambil mengerucutkan bibirnya.
"Hi ... hi ... hi ... aku bercanda Sayang," kata Nadia sembari tertawa cekikikan.
"Lagi ngomongin apaan ...? Seru banget kayaknya," tanya bu Jasmine yang baru kembali dari toilet.
"Tante, Nadia nih Tante ngeledek Rio mulu," jawab Rio mengadu.
"Idih ngadu," Ledek Nadia.
"Biarin," hardik Rio.
"Perhatian-perhatian, penumpang penerbangan XXXXX tujuan New York dengan pemberhentian di Amsterdam dan Dubai, harap naik dari gerbang C2 dan harap siapkan boarding pass Anda, juga pastikan Anda telah mengambil semua bagasi jinjing Anda. Terima kasih".
"Ayo sayang, pesawat kita udah mau jalan," ajak bu Jasmine setelah mendengar pengumuman itu.
__ADS_1
...****************...