
Sementara itu, di dalam Villa mewah bertingkat tiga, Tama dan Karina yang tidak menyadari bahwa saat ini mereka sudah dikepung sedang asyik bersantai ria. Pasangan sejoli itu asyik bermadukasih di sebuah kamar, kegiatan apa lagi yang mereka lakukan kalau bukan bercumbu mesra dan melakukan hubungan terlarang yang sudah menjadi kegiatan mereka berdua. Kini Tama dan Karina dalam keadaan tanpa sehelai benang pun, suara desa*** terdengar dari pasangan yang sedang bertukar peluh di atas ranjang hingga keduanya mencapai puncak dan kelelahan, entah sudah berapa kali mereka melakukannya.
"Makasih ya Baby, akhirnya kamu mau juga nurutin keinginan aku, aku selalu puas dengan pelayan kamu," ucap Tama.
"Iya, lagian apa juga yang bisa aku lakukan saat ini, mau kabur juga nggak bisa kan," kata Karina.
"kan aku udah bilang, mendingan kita nikmatin aja waktu-waktu berdua di sini. Kamu nggak sendirian, ada aku," kata Tama.
"Ya itu mau kamu supaya bisa memuaskan hasrat kamu," kata Karina.
"Tapi kamu juga ikut menikmatinya kan," goda Tama.
"Udah ah, aku mau mandi," kata Karina. Dia memunguti pakaiannya yang berantakan di atas di lantai dan langsung saja masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang kotor. Ya walaupun dia mandi dengan Kembang tujuh rupa sekalipun juga tidak akan bisa membersihkan dirinya yang sudah kotor.
Tok … tok … tok … ting … tung …
Terdengar suara ketukan pintu dan juga bel, Tama yang saat itu masih polos, langsung saja memakai pakaiannya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang mengunjungi villa-nya.
"Siapa ya yang datang? Perasaan villa ini tersembunyi dan tidak ada yang tau. Atau mungkin anak buah aku," gumam Tama sembari melangkahkan kakinya menuju pintu utama.
Sebelum membuka pintu, Tama terlebih dahulu mengintip lewat jendela. Saat itu ia melihat jelas siapa yang ada di depan villanya saat ini.
"Saudara Tama dan Karina,buka pintunya! Kalian sudah dikepung dan tidak akan bisa pergi kemana-mana lagi," kata seorang Polisi yang ada di luar villa.
"Sial, ternyata Polisi. Dari mana mereka tau tempat persembunyian ini? Mana Karina lagi mandi lagi, mendingan aku kabur aja sekarang. Biarin aja Karina aku tinggal," umpat Tama dengan liciknya.
Tama segera masuk ke dalam kamarnya, ia mengambil beberapa barang lalu bergegas bersembunyi di sebuah ruangan bawah tanah yang terdapat dalam villa tersebut. Selesai mandi, Karina langsung saja memakai pakaiannya dan keluar kamar. Ia keheranan melihat Tama yang saat itu tidak ada di kamar.
"Kemana dia? Tapi baguslah daripada nanti minta yang nggak-nggak lagi, mendingan jauh-jauh aja deh sana dari aku," gerutu Karina.
Ting … tung … tok … tok … tok …
__ADS_1
Lagi-lagi terdengar suara bel dan ketukan pintu, kali ini Karina langsung saja berjalan menuju pintu utama untuk membukakan pintu. Ia tak menaruh curiga sedikitpun siapa yang saat ini sedang berkunjung. Saat pintu terbuka, Karina sangat terkejut melihat beberapa Polisi dan juga Arka beserta para sahabatnya yang sudah berdiri dihadapannya.
Karina membelalakkan matanya, ia segera saja memasang langkah seribu ingin berlari, akan tetapi dengan cepat Arka menarik tangannya.
"Mau kemana kamu?" Tanya Arka.
"Lepasin, mau ngapain kalian datang ke sini rame-rame? Bareng Polisi lagi," kata Karina yang mencoba mengelak.
"Maaf Mbak Karina, kami ke sini membawa surat perintah untuk menangkap Anda dan Pak Tama. Apa pak Tama juga ada di dalam?" Kata Polisi dan bertanya.
Karina tak dapat lagi berucap, dia begitu takut dan sangat gugup karena akhirnya dia tertangkap.
"Saya tidak tau Pak, tadi memang Tama ada di dalam, tapi saya sudah tidak melihatnya lagi," jawab Karina.
"Maaf boleh kami masuk?" Tanya Polisi.
"Bo-boleh Pak," jawab Karina.
"Bagaimana, apa kalian menemukan Tama?" Tanya Komandan Polisi.
"Tidak Pak, sepertinya Tama sudah kabur," jawab Polisi.
"Tama sialan, tega banget kamu kabur ninggalin aku setelah kamu mendapat kenikmatan dari aku," gumam Karina dalam hati.
"Sekarang cepat bilang kemana Tama kabur? Tanya Arka terlihat begitu emosi sembari mencengkram erat tangan Karina.
"Akh, sakit," rintik Karina sehingga Arka melepaskan cengkramannya itu. "Aku nggak tau, nggak mungkin juga kan kalau aku tau Tama kabur terus aku tetap tinggal diam di sini. Pasti aku bakalan ikut kabur lah," kata Karina yang terbilang masuk akal.
"Ka, udah Ka. Yang dibilang Karina benar juga. Berarti Tama memang sudah tau jika mereka udah dikepung, makanya dia kabur duluan dan meninggalkan Karina sendiri di sini," kata Beni.
"Dasar wanita bodoh, percaya banget sama laki-laki kayak Tama," kata Rio geram.
__ADS_1
"Diam kamu," hardik Karina.
"Sudah-sudah sekarang kita bawa saja Mbak Karina dulu ke kantor Polisi," kata Polisi.
Karina hanya bisa pasrah mengikuti polisi yang telah memborgol tangannya itu, mau menangis atau kabur pun sama sekali tak ada gunanya saat ini. Sementara itu sebagian Polisi mencari keberadaan Tama dan sebagiannya lagi tetap berjaga di villa Tama, bisa saja sewaktu-waktu Tama akan kembali atau memang Tama masih berada di villa tersebut.
...
"Sayang, aku dapat kabar dari Arka katanya Karina udah ketangkap, tapi Tama-nya belum," kata Ara.
"Oh ya? Baguslah, aku nggak nyangka banget kalau Karina bisa melakukan ini semuanya sama aku. Ternyata benar juga dugaan aku kalau dia itu hanya bersandiwara pura-pura baik, dia nggak pernah benar-benar berubah," kata Leo.
"Iya Sayang, kamu yang sabar ya. Dia pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal kok," kata Ara.
"Iya Sayang. Oh ya Sayang, aku belum cerita ya sama kamu," kata Leo.
"Cerita soal apa?" Tanya Ara.
"Waktu aku koma terakhir kali, aku seperti mimpi ketemu dengan Frans. Frans yang pernah kamu ceritain waktu itu apa mungkin itu dia ya? Kata Leo.
"Oh ya? Emang ciri-cirinya kayak gimana? Cakep nggak?" Tanya Ara.
"Kamu ini orang aku serius juga, ya cakep, tapi cakepan aku lah," kata Leo.
"Iya, iya aku serius. Ciri-cirinya kayak gimana?" Tanya Ara mengulanginya.
"Tinggi, putih, rambutnya agak keriting, ada tahi lalat di hidungnya, bisa dibilang cakep lah. tapi tetap cakepan aku," kata Leo.
"Hm iya, kamu memang paling cakep. Dari ciri-cirinya itu memang Frans Sayang," kata Ara. "Memang dia bilang apa sama kamu?" tanyanya. Ara begitu penasaran ingin tahu apa benar jika yang ditemui Leo waktu dia koma adalah Frans.
...****************...
__ADS_1