
"apa-apaan ini Pi, kenapa harus dia...?"tanya Leo.
"bukankah kamu bilang semua terserah Papi,kamu akan setuju kan dengan pilihan Papi"ucap Papi Leo.
"tapi gak dia juga Pi, Papi tau kan apa masalahnya, aku gak mau Pi"tolak Leo.
"sudahlah lupakan yang kemaren Leo, Karina sudah janji sama Papi akan bekerja secara profesional, dia sudah ikhlas kamu bersama Ara"ucap Papi Leo.
"terus Papi percaya gitu aja...?"tanya Leo.
"sudah ya kamu bicara dulu dengan Karina, Papi akan kembali ke ruangan Papi"ucap Papi Leo.
Pak Ardi berdiri dari kursinya lalu berjalan menghampiri Karina yang masih berdiri mematung di depan pintu.
"Om"sapa Karina.
"iya Karina silahkan kamu duduk dulu dan bicara sama Leo, ingat janji kamu sama Om ya"ucap Pak Ardi pelan.
"baik Om"jawab karina mengangguk.
Flashback on...
Karina datang menemui Pak Ardi di Perusaan saat Leo sedang tidak berada di Perusahaan.
"Om Papi Karin udah telpon Om kan...?"tanya Karina.
"iya ,sudah"jawab Pak Ardi.
"lalu bagaimana Om,tolong Om terima Karin di Perusahaan Om ya"pinta Karina.
"Om heran sama kamu, bahkan kamu bisa memimpin Perusahaan, kamu bisa buka cabang Perusahaan di Indonesia, kenapa kamu harus melamar menjadi sekretaris...?"tanya Pak Ardi.
"Karin mau mencoba suasana baru Om, tugas sekretaris gak seberat memimpin perusahaan yang banyak menguras otak, kalau soal membangun Perusahaan sendiri Karin belum tertarik"jawab Karina.
"oh begitu, tidak ada maksud lain kan...?"tanya Pak Ardi.
"maksud Om...?"tanya Karina pura-pura tidak mengerti.
"ini Om langsung saja ya bilang ke kamu, kalau tujuan kamu untuk mengejar Leo kembali sebaiknya kamu urungkan, karena Leo akan sangat membenci kamu, dia tidak mau hubungannya dengan Ara terus ada masalah, karena Leo sangat mencintai Ara"terang Pak Ardi.
"oh itu, Om tenang aja setelah Karin kembali ke Malaysia ,Karin merenungi semuanya Om, Karin sadar Karin salah, Karin udah ikhlas kok sama hubungan Leo dan Ara.Karin cuma mau hubungan Karin dan Leo membaik Om, temenan kayak dulu"jelas Karina dengan wajah meyakinkan.
"ya sudah Om akan kasih kamu kesempatan, tapi pegang kata-kata kamu ya, harus bekerja secara profesional"ucap Pak Ardi.
"iya Om Karin janji, terima kasih banyak Om"ucap Karina senang.
Flashback off...
__ADS_1
"Pagi Pak Leo"sapa Karina.
"langsung duduk di tempat kamu aja"perintah Leo.
"baik Pak,saya permisi"ucap Karina lalu keluar dari ruangan CEO.
"ini baru permulaan Leo, liat aja nanti"gumam Karina dalam hati.
...
"kamu kenapa sayang...? katanya mau ngomong sesuatu sama aku"tanya Ara.
Leo masih terdiam, dia bingung harus mulai dari mana mengawali pembicaraannya, akan tetapi Leo sudah berjanji akan selalu memberitahu Ara tentang apa pun.
"sayang.... "panggil Ara membuyarkan lamunan Leo.
"iya sayang"jawab Leo.
"kamu kenapa..?"tanya Ara.
"sayang, aku mau kasih tau kamu sesuatu"ucap Leo.
"iya, apa...?"tanya Ara penasaran.
"aku udah punya sekretaris baru di Kantor dan ini pilihan Papi karena aku serahin semuanya ke Papi"ungkap Leo.
"ya bagus dong sayang, jadi sekarang kerjaan kamu bisa lebih mudah karena udah ada yang bantu"respon Ara.
Wajah Ara yang tadinya tersenyum berubah menjadi murung seketika, ia tidak percaya kenapa wanita yang menyebabkan perselisihan antara hubungannya dan Leo, kini malah berada di Perusahaan Leo dan menjadi sekretarisnya, itu berarti Karina dan Leo akan selalu bersama.
"sayang,aku awalnya sama sekali gak tau. Tapi aku juga gak bisa nolak gitu aja, apa lagi Karina udah tanda tangan kontrak.Lagian Karina udah janji sama Papi dan sama aku juga hubungan kami hanya sebatas Bos dan sekretaris"terang Leo.
Leo menceritakan kepada Ara soal pertemuan dan pembicaraan antara Pak Ardi dan Karina sebelum Karina menjadi sekretaris nya.Setelah mendengar penjelasan dari Leo, Ara mencoba tersenyum kembali dan bersikap biasa saja.
"ya udah mau gimana lagi,yang penting bersikap profesional"ucap Ara.
"iya sayang aku janji,makasih ya udah percaya sama aku"ucap Leo tersenyum.
"iya sayang sama-sama"jawab Ara dan membalas senyuman Leo.
"kamu dan Om Ardi terlalu percaya sama alasan wanita itu, sudah jelas dia ada maksud lain. Oke kalau dia mau main cantik aku juga akan ikuti permainan kamu, jangan harap kamu bisa merusak hubungan aku sama Leo"gumam Ara dalam hati.
"sayang kenapa melamun, itu ice cream nya meleleh"ucap Leo.
"oh iya sayang aku lupa"jawab Ara.
...
__ADS_1
"akhirnya pulang juga loe, jangan nyusahin gue lagi deh loe"ucap Arka.
"iya.. iya lagian ngapain sih loe jemput gue,gue bisa pulang sendiri"ucap Rolan.
"kalau bukan permintaan Tante gue juga ogah kali capek-capek jemput loe"ungkap Arka.
"karena Mama lagi...?"tanya Rolan.
"iya lah karena siapa lagi"jawab Arka.
"hm.. oke tapi gue tetap terima kasih sama loe"ucap Rolan.
"iya, ya udah cepat kita keluar dari sini"ajak Arka.
"iya Ka sabar lah"ucap Rolan.
"gue udah neg banget perasaan bolak balik ke rs terus,bau rumah sakit udah nempel di hidung gue"ucap Arka.
"ha.. ha.. ha.. udah takdir loe kali Ka"tawa Rolan meledek.
"sialan loe, gue bukan Dokter jadi bukan takdir gue di rs"bantah Arka.
Saat Rolan dan Arka hendak melangkahkan kaki keluar dari ruang rawat inap, tiba-tiba Ara dan Leo datang menghampiri mereka.
"maaf ya telat"ucap Ara.
"Ara, Leo.... "gumam Arka.
"Ara ngapain kesini..?"tanya Rolan yang sebenarnya sangat senang.
Sementara Leo memandang Rolan sangat tidak suka.
"iya katanya kamu mau pulang, jadi sengaja mau mastiin kondisi kamu"jawab Ara.
"dia udah baik-baik aja, itu buktinya udah bisa berjalan dan berdiri dengan tegap, kamu aja yang khawatirnya berlebihan sayang"ucap Leo.
Ara yang tau tunangannya itu sedang cemburu hanya mengerutkan kening dan menggaruk pelipis matanya yang tidak gatal.
Kini Rolan dan Leo saling bertatapan tajam penuh kebencian, Arka yang menyadari akan hal itu mencoba memecahkan suasana yang tegang.
"Ara thank's ya udah bayar biaya rumah sakit"ucap Arka.
"santai aja Ka"jawab Ara.
"oh iya aku jadi lupa, makasih ya Ra, padahal gak perlu repot-repot gitu, dan makasih ya udah perhatian selama aku di rawat"ucap Rolan sengaja memanas-manasi Leo.
"hm sama-sama,itu hanya karena bentuk tanggung jawab aku aja kok gak ada maksud lain"ucap Ara.
__ADS_1
Leo tersenyum puas mendengar ucapan Ara yang membuat wajah Rolan tiba-tiba tampak murung akan tetapi tetap berusaha senyum terhadap Ara.
...****************...