
"Ara.. are you oke...? " tanya Mami yang melihat tingkah aneh Ara.
"ehmmmm oke Mam" jawab Ara canggung.
"beneran....? kalau ada apa-apa cerita ke Mami sayang" ucap Mami Ara.
"beneran Mam" jawab Ara.
"ya udah kalau gitu" ucap Mami .
Ara dan Leo saling berpandangan dan tersenyum.
"Hai dua bidadari nya Papi.... " sapa Papi Ara yang baru saja kembali ke rumah sakit.
"Hai Pi" balas Ara.
"Hai juga Pangeran nya Mami" balas Mami dan cipika cipiki dengan suami nya itu.
"iya deh yang punya Pangeran" ledek Ara.
"iri aja deh, maka nya cepetan cari pangeran" ucap Mami.
"hmmm iya iya" jawab Ara sambil tersenyum melihat ke arah Leo.
"ya udah yuk siap-siap" ajak Papi.
"siap-siap apa nya pi....?" tanya Ara.
"kamu belum di kasih tahu Mami ya...?" tanya Papi.
"kasih tau apa... ? ada apa Mi...? " tanya Ara kepada Mami nya.
Mami Ara hanya tersenyum dan melihat ke Ara Papi Ara.
Ara yang di buat bingung oleh kedua orang tua nya itu merasa sangat kesal dan ngambek dengan ekspresi wajah nya yang jutek.
"jadi Mami sore ini udah pulang, Papi baru aja menyelesaikan administrasi nya dan menebus obat Mami yang mau d bawa pulang" jawab Papi.
"Papi serius......? ah..... seneng banget" ucap Ara dan memeluk Mami nya.
Ara yang tadi kesal dan ngambek berubah menjadi sangat senang dan bahagia.
...
Ke esokan hari nya...
__ADS_1
"Nadia" panggil Rio saat Nadia mengantar berkas ke ruang kerja Rio.
"ada apa...? " tanya Nadia.
"untuk apa kamu nemuin Ara...? " tanya Nadia pula.
"Rio, aku minta maaf. Aku gak tau harus gimana lagi agar kamu mau kasih aku kesempatan sekali lagi" ucap Nadia.
"kamu gak perlu nemuin Ara ,bahkan presiden pun gak akan bisa memujuk aku agar mau balikan sama kamu. Harus nya kamu itu intropeksi diri kamu, apa kesalahan kamu dan berusaha sendiri agar aku respect lagi sama kamu" ucap Rio.
"iya aku tau aku salah, untuk itu kasih dong aku kesempatan untuk dekat sama kamu agar kamu bisa lihat perubahan aku, kamu bisa lihat kalau aku bener-bener mau kembali lagi sama kamu Rio" pinta Nadia.
"maaf untuk sekarang hubungan kita hanya sebatas sekretaris dan Bos ,kamu sudah boleh keluar"ucap Rio.
"Oke, tapi dengar ya Rio, aku pastikan kamu akan mau untuk kembali lagi sama aku" ucap Nadia.
Rio tidak menggubris nya,hingga membuat Nadia kesal dan keluar dari ruangan Rio.
...
Sementara itu Ara yang sudah beberapa hari tidak masuk kerja magang membuat ia terkena masalah besar.
"saya ingatkan kamu ya Ara, ini bukan Perusahaan punya nenek moyang kamu , lagian kamu cuma anak magang gak bisa suka-suka kamu kapan kamu mau datang atau tidak mau datang, kemaren kerjaan kamu yang gak beres, sekarang absen kamu, terus saya juga yang repot buat selesaikan tugas-tugas kamu.Kalau performa kamu di perusahaan seperti ini saya pastikan kamu tidak akan mendapatkan nilai yang bagus" Omel Bu Jeni kepada Ara.
Ara hanya terdiam mendengar omelan dari atasan nya tersebut.
" oke baik" jawab Bu Jeni.
"ada apa ya...? tumben banget Pak Haris ke Kantor,biasa nya juga Pak Cakra wakil nya yang selalu urus perusahaan" gumam Bu Jeni dalam hati.
Bu Jeni adalah manager keuangan Di perusahaan B,Ara magang sebagai asisten nya Bu Jeni yang membantu ia mengurusi masalah laporan keuangan. Sementara Pak Haris adalah Direktur dan Pemilik dari Perusahaan B tempat Ara magang.
tok.. tok.. tok... Bu Jeni mengetuk pintu ruang kepala Direktur Perusahaan.
"iya masuk" ucap Pak Haris.
Bu Jeni masuk ke dalam.
"permisi Pak, Bapak panggil saya...? " tanya Bu Jeni.
"Iya Ibu Jeni ,silahkan duduk" perintah Pak Haris.
"terima kasih Pak" ucap Bu Jeni.
"Buk saya dengar yang jadi asisten kamu anak magang ya...?" tanya Pak Haris.
__ADS_1
"iya benar Pak " jawab Bu jeni.
"kamu hebat sekali bisa mengajari anak magang itu membuat laporan keuangan sedetail dan serapi itu dan menurut saya anak magang itu juga luar biasa" puji Pak Haris.
"benarkah Pak..? " tanya Bu Jeni.
"tentu saja benar, saya sudah lihat semua nya,semenjak kamu di bantu anak magang itu laporan kamu jadi terlihat lebih rapi "jawab Pak Haris.
"terima kasih Pak" ucap Bu Jeni.
"iya... oh iya jam 2 siang ini perusahaan kita ada rapat dengan Perusahaan A.Kamu tau kan itu perusahaan besar. Direktur dan Pemilik perusahaan yang akan langsung datang kesini. untuk menanam modal di Perusahaan kita, saya mau kamu sebagai manager keuangan dan asisten kamu ikut serta dalam rapat" perintah Pak Haris.
"baik Pak" Jawab Bu Jeni.
Jam setengah 2 siang, Bu Jeni menghampiri Ara di meja kerja nya.
"Ara ayo ikut saya " ajak Bu Jeni kepada Ara.
"mau kemana Buk...? " tanya Ara.
"rapat" jawab Bu Jeni singkat.
"hah rapat...? tapi saya cuma anak magang Buk" ucap Ara terkejut .
"terus kenapa...? kamu juga kerja kan, rapat kali ini juga menyangkut kerjaan kamu, Direktur Perusahaan ini juga yang minta kamu ikut serta dalam rapat" jelas Bu Jeni.
"tapi Buk... " ucapan Ara terpotong.
"gak ada tapi-tapian" ucap Bu Jeni tegas.
Ara mengikuti Bu jeni masuk ke dalam ruang rapat, di sana baru mereka berdua yang hadir, tidak lama kemudian barulah muncul beberapa staf yang masuk ke dalam ruang rapat dan terakhir di susul oleh Direktur Perusahaan yaitu Pak Haris.
"Om Haris" gumam Ara terkejut.
Saat duduk di kursi utama Ara tahu bahwa Pak Haris adalah Direktur Perusahaan tersebut. Pak Haris melihat ke arah Ara dan akan menegurnya. Akan tetapi Ara memberikan kode untuk diam dan tidak memberitahu bahwa mereka saling kenal.
"Baiklah kita sebentar lagi akan kedatangan tamu istimewa yang merupakan investor terbesar untuk perusahaan kita ini. Oh ya Bu Jeni apakah ini anak magang asisten Ibu itu...? jelas Pak Haris dan bertanya kepada Bu Jeni sambil menunjuk ke arah Ara.
"iya benar Pak, ini Ara" jawab Bu Jeni.
"iya Pak saya Ara" ucap Ara lirih .
"oh iya iya" ucap Pak Haris manggut-manggut dan tersenyum melihat Ara.
Lalu ada yang membuka pintu ruang rapat dan masuk seorang tamu investor yang mereka tunggu bersama asisten dan sekretaris nya yang membuat mata Ara terbelalak melihatnya .
__ADS_1
***