Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_180


__ADS_3

Cinta akhirnya perlahan mencoba memejamkan mata dan terlelap, hingga satu jam kemudian...


krek....suara pintu di buka, semua tersadar dengan sendirinya.


"Dok gimana kondisinya Beni sekarang,apakah operasinya berhasil..?"tanya Cinta.


"untung lah operasi nya berjalan lancar meskipun tadi ada sedikit kendala"jawab Dokter.


"syukurlah Dok, apa bisa kami melihatnya Dok...?"tanya Arka.


"karena keadaannya masih sangat lemah dan belum sadarkan diri maka sementara waktu akan kami pindahkan ke ruang ICU dan hanya boleh bergantian yang masuk melihatnya"terang Dokter.


"baik Dok terima kasih"jawab Arka.


Meskipun operasi nya berjalan lancar, akan tetapi dengan kondisinya saat itu membuat Cinta tidak bisa bernafas lega begitu saja.


"hiks.. hiks.. hiks.. Beni maafin aku Ben"ucap Cinta menangis.


"apaan sih loe nangis mulu, dia kan udah selamat cengeng amat berisik gue mau tidur"bentak Rolan.


Arka yang geram mendengar ucapan Rolan tersebut langsung saja mengepalkan tangan dan hendak memukul wajah Rolan, akan tetapi Leo dengan sigap mencegahnya.


"Ka jangan, ini di rumah sakit"Leo melarang.


"tapi ni anak udah berulah, kurang ajar banget mulutnya"ucap Arka.


"iya gue tau, tapi gak di sini dan gak sekarang"ucap Leo.


"benar kata Leo Ka, gue sebenarnya juga udah greget banget liat sepupu loe ini, tapi tahan aja dulu, tunggu tanggal mainnya"ucap Rio sambil melihat Rolan dengan senyum sinis nya.


"heh"gumam Rolan membalas senyum senyum sinis itu.


"sekarang kan udah gak ada masalah ya, mantan loe juga baik-baik aja, yang operasi juga udah selamat, gue boleh kan pulang mau istirahat, kalau ada apa-apa boleh kan di lanjut siang-siang"ucap Rolan.


"enak aja mau keman loe, belum selesai urusan kita"bantah Rio.


"biarin aja dia pulang"ucap Ara.


"akhirnya ada orang yang belain gue,meskipun tadi dia juga yang minta gue ikut"ucap Rolan.


"tapi Ra"ucap Rio.


"kita fokus aja dulu sama Beni,Cinta juga bilang ke aku gak mau bahas masalahnya sekarang dia mau cowok ini (menunjuk Beni) pergi dari pandangannya,menurut aku ada baiknya sekarang Rolan pergi dari pada makin berulah"terang Ara.


"Ara kamu emang paling mengerti aku dari dulu"ucap Rolan.

__ADS_1


Ara sangat terkejut dengan ucapan itu,hingga semua mata juga terpandang padanya.


"maksud Kak Rolan apa Kak...?"tanya Aria.


"aku gak ngerti apa maksudnya,sekarang kamu boleh pergi"ucap Ara.


Dengan senang hati Rolan melenggangkan kaki pergi meninggalkan rumah sakit.


...


"makasih ya sayang udah anterin aku pulang, kamu yakin gak ngantuk, bahaya loh nyetir dalam keadaan ngantuk, mending mampir dulu tidur"ucap Ara.


"gak sayang, kecuali tidur nya bareng kamu"goda Leo.


"ih Leo aku serius tau"ucap Ara.


"maaf bercanda doang sayang, aku tadi malam kan masih ada tidur walaupun 2 jam cukup lah, kamu tuh yang sama sekali belum tidur sampai ketiduran di mobil"ucap Leo.


"iya sayang, ini masuk dalam bersih-bersih terus aku mau tidur, untung tadi udah sarapan bareng kamu"jelas Ara tersenyum.


"iya sayang, ya udah aku pulang ya"pamit Leo.


"iya sayang, hati-hati ya bye... "ucap Ara.


Setelah Leo berlalu dari pandangan mata Ara, Ara langsung masuk ke dalam rumah, kali ini mereka yang sama-sama lelah enggan berdebat harus tunggu Ara masuk dulu baru Leo pergi dan begitu pun sebaliknya.


"hua.... akhirnya jumpa kasur juga"gumam Ara saat tiba di kamarnya.


Setelah itu Ara bangun karena tersadar ia belum mandi ,setelah mandi ia kembali merebahkan diri di kasur empuknya itu.


"untung aja Beni gak kenapa-napa dan udah di pindahin ke ruang rawat inap,begitu besar pengorbanan cinta Beni, padahal dia tau Cinta udah gak virgin sama cowok lain,itulah yang nama cinta buta gak mandang apapun, Cinta Beni aku doakan semoga kalian berdua bahagia walau tidak bisa bersama,tapi lebih bagus lagi bersama sih"ucap Ara tersenyum lalu memejamkan mata nya hingga terlelap.


Tok.. tok.. tok... (suara ketukan pintu kamar Ara)


"duh siapa sih, baru juga tidur"gerutu Ara.


Tok.. tok.. tok..


"iya sebentar dong,duh mana jauh banget lagi pintunya"ucap Ara.


Dengan berjalan sempoyongan dan mata yang belum terbuka sempurna,Ara tiba di depan pintu dan membukakan pintu, Ara tidak tahu bahwa yang datang adalah Leo.


"ada apa sih, Ara baru aja tidur, ini tuh masih pa.."ucapan Ara terhenti saat ia melihat Leo ada di depan matanya.


Mata nya terbuka lebar dan dengan malu Ara menatap Leo lalu menatap dirinya yang hanya menggunakan bikini putih serta celana pendek.Ara tersadar dan buru-buru menutup pintu.

__ADS_1


Leo yang tadinya bengong juga tersadar dan langsung tersenyum.


"gak usah malu sayang, nanti kalau udah nikah aku juga bakalan liat semuanya kok, tanpa sehelai benangpun lagi"goda Leo dari balik pintu.


"ih apaan sih kamu, kenapa gak jadi balik...?"tanya Ara.


"baru datang udah di suruh balik, bukannya kita mau jenguk Beni ya sore ini"ucap Leo.


"iya kan sore, ini masih pa"Ara terkejut saat melihat jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore.


"kenapa diam, masih mau bilang ini Pagi, kamu itu tidur udah seharian sayang, gak puas juga"ucap Leo.


"ya udah aku mandi dulu, kamu duduk aja dulu ya"ucap Ara.


"iya sayang"jawab Leo.


...


Kedua orang tua Beni yaitu Pak Burhan Papa nya Beni dan Ibu Dania Mama nya Beni baru tiba di Indonesia.Setelah melihat kondisi anaknya, Bu Dania meminta untuk berbicara sebentar dengan Cinta.


"ada apa ya Tante...?"tanya Cinta saat mereka tiba di luar ruangan.


"jadi kamu yang udah buat anak saya celaka"ucap Bu Dania.


"maafkan saya Tante, saya juga gak tau kenapa Beni mau lakukan itu, harusnya dia biarin aja saya yang mati"ucap Cinta menangis.


"dasar bodoh kamu, kenapa kamu tidak mengerti bahwa Beni itu sangat tulus mencintai kamu meski kamu sudah mempermainkan dia, jadi seperti ini sosok wanita yang selalu Beni bangga-banggakan sampai dia rela mengorbankan nyawanya"ucap Bu Dania dengan penuh amarah.


Cinta terdiam, ia sadar akan kesalahannya yang pernah mempermainkan Beni.


"maafkan saya Tante"ucap Cinta.


"simpan maafmu itu, sekarang sudah tidak ada gunanya lagi"ucap Bu Dania.


"Tante saya akan menebus semua kesalahan saya, apa yang harus saya lakukan Tante...?"tanya Cinta.


"kamu yakin...?"tanya Bu Dania.


"iya Tante"jawab Cinta mengangguk.


"kamu cukup jauhi anak saya Beni selama nya"pinta Bu Dania.


Deg, jantung Cinta terasa lemas saat mendengar permintaan Bu Dania.


***

__ADS_1


__ADS_2