Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_50


__ADS_3

"udah mirip banget"jawab Nadia.


"ya udah kalau gitu jawab dong semua pertanyaan aku"pinta Ara.


"kalau gitu kita ngobrol nya sambil makan aja gimana, aku laper ni. Kamu lagi banyak kerjaan gak..? "tanya Nadia.


"gak sih, kerjaan bisa di lanjutin entar. Tapi belum waktu nya istirahat, tunggu ya setengah jam lagi kok gak lama"ucap Ara.


"siap kalau gitu aku jawab pertanyaan kamu yang pertma dulu ya"ucap Nadia pula.


"oke"jawab Ara.


"jadi aku baru banget keluar dari RS nya dan Sarah yang anter aku ke sini langsung.Perlengkapan yang yang di bawa dari rumah sakit udah d bawain pulang sama supir. Oh ya Sarah minta maaf gak bisa ikutan mampir, soal nya Baby sister anak nya kata nya mendadak ada perlu jadi anak nya gak ada yang jagain" jelas Nadia.


"bisa kebetulan gitu ya, di saat Sarah nya cuti mendadak Suster nya juga ada keperluan"ucap Ara.


"hmmm ya gak tau deh"ucap Nadia menaikkan kedua bahu nya.


"oke ,terus tujuan nya kamu langsung kesini itu apa...?"tanya Ara.


"kan udah di bilang tadi aku kangen sama kamu dan........"jawab Nadia.


"dan apa...?"tanya Ara penarasan.


"dan ada deh, hahaha.... "jawab Nadia tertawa.


"ih resek ,pulang deh sana"usir Ara bercanda.


"sabar dong neng ,sekalian makan siang ya entar cerita nya"ucap Nadia.


"iya, 10 menit lagi ya"kata Ara


"oke, tapi jangan di kantin ya. Agak jauhan dikit, mau makanan Jepang favorit kita, karena di rumah sakit makanan nya gak enak banget" pinta Nadia.


"tapi itu jauh lho dari kantor, entar aku bisa telat balik ke kantor nya" ucap Ara.


"please... entar aku yang izin deh sama Om Haris, pasti di kasih kok, ya..ya.. "rengek Nadia.

__ADS_1


"iya deh iya, yok lets go"ajak Ara dan mereka keluar dari kantor.


"tu kan aku di cuekin, tinggalin aja aku Ra"teriak Leo dan Ara hanya tersenyum memberi isyarat agar Leo ikut.


Sesampai di Restoran makanan Jepang favorit mereka, Ara dan Nadia langsung saja memesan makanan dan saat makanan sampai pun langsung di santap oleh dua wanita ini.


"wahhhh... ini enak banget sumpah, terakhir kali kita makan disini sebulan yang lalu kan ya"ucap Nadia.


"ya ampun Nad, keluar dari Rumah sakit nafsu makan kamu bertambah ya..? "tanya Ara.


"iya abis nya bosen banget sama makanan di Rumah sakit Ra"jawab Nadia.


"hati-hati lho gendut"ucap Ara.


"ihh Ara jangan gitu dong, belum dapat jodoh ni"rengek Nadia.


"sory deh, jadi mau ngomong apa ni..?"tanya Ara.


"bentar ya, aku minum dulu"ucap Nadia.


"Nadia cepetan dong, aku harus balik ke kantor lagi"pinta Ara.


"hmmm ini sih fix, fix kamu udah jatuh cinta sama Bryan"jawab Ara.


"masak sih Ra...? "tanya Nadia tidak percaya.


"tanyain aja sama hati kecil kamu Nad"ucap Ara.


...


"Sarah sampai kapan sih kamu mau membenci aku terus, aku cuma mau ketemu sama anak kita. Please izinin aku ya"pinta Bryan.


"gak, aku gak akan pernah izinin kamu buat ketemu anak kita, sebaik nya kamu pergi dari rumah aku sekarang" usir Sarah.


"Sarah aku mohon"Bryan bersujud dan memohon kepada Sarah.


"Bryan bangun Nak"perintah Ibu Bryan yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


"Ibu, tolong Bryan Buk... aku cuma mau ketemu sama anak aku"ucap Bryan bersedih.


"Bryan bangun ya Nak, Ibu sedih melihat kamu mengemis seperti ini hanya untuk menemui anak kamu sendiri"ucap Ibu Bryan.


"hah anak..? kemarin dia kemana aja Buk. Saya berjuang sendiri untuk anak saya Buk"ungkap Sarah.


"Sarah Ibu tau Bryan sangat bersalah sama kamu, tapi tolong nak kamu jangan keterlaluan menghukum dia seperti ini. Bryan sudah menyesali perbuatan nya. Tolong maafkan dia nak"pinta Ibu Bryan.


"Buk, maafin saya. Saya sudah berkali-kali maafin dia dan kasih dia kesempatan. Tapi apa, dia malah mau ceraikan saya, dia juga berulah hanya mabuk-mabukan bersama wanita, saya banting tulang cari nafkah. Kesabaran saya udah habis Buk, tolong bawa anak Ibu pergi dari hadapan saya,tolong Buk"pinta Sarah.


Sebelum Bryan dan Ibu nya pergi ,Sarah mendengar tangisan anak nya dari dalam kamar. Sarah menutup dan mengunci pintu rumah nya lalu bergegas berlari menghampiri anak nya.


"Buk, anak aku Buk... cucu Ibu, Ibu dengarkan tangisan nya"ucap Bryan yang menangis dan bahagia karena mendengar suara tangisan anak nya.


"iya Nak Ibu dengar, kamu yang sabar ya"ucap Ibu Bryan.


tok... tok... tok..."nak ini Papa Nak, bilang sama Mama kalau Papa sayang sama kamu, Papa mau ketemu kamu"ucap Bryan yang menangis dan terus mengetuk pintu rumah Sarah.


"ayo kita pulang Bryan, biarlah kita tunggu hati Sarah melunak terlebih dahulu. Ibu tidak sepenuhnya mendukung Sarah, tapi Ibu tau gimana perasaan sakit nya dulu kamu perbuat. Ayo kita pulang nak"ajak Ibu Bryan.


"tapi Buk.. aku mau ketemu sama anak aku"ucap Bryan.


"iya Ibu juga mau ketemu sama cucu Ibu, tapi sekarang gak bisa" ungkap Ibu Bryan.


Sementara itu Sarah di dalam kamar menangis sambil menenangkan anak nya agar tidak menangis lagi.


"sayang kamu jangan nangis ya, cukup Mama yang tanggung ini semua. Mama sayang banget sama kamu Nak, cukup kita berdua aja hidup tanpa sosok Papa ya Nak. Mama akan ajak kamu pindah dari sini agar orang itu tidak bisa lagi mengganggu kita"ucap Sarah kepada anak nya.


Tidak berapa lama kemudian ketika anak Sarah sudah tenang, Sarah menghubungi Ara dan Nadia untuk bertemu di rumah nya setelah Ara pulang bekerja.


...


"ada apa ya dengan Sarah...?"tanya Ara kepada Nadia yang masih duduk di ruangan Ara menunggu Ara pulang kerja.


"yang jelas ini penting karena dia minta kita berdua datang ke rumah nya"jawab Nadia.


"iya udah kalau gitu pulang kerja kita langsung kesana dulu ya baru setelah itu aku antar kamu pulang"ucap Ara.

__ADS_1


"iya Ra itu lebih baik"jawab Nadia.


***


__ADS_2