
"Tante yang kuat ya"ucap Arka.
"iya Ka terima kasih ya,maaf Tante selalu merepotkan kamu"ucap Bu Jasmine.
"Arka gak pernah merasa di repotin kok Tante,Arka senang bisa bantu.Meskipun Arka dan Nadia gak jadi tunangan,tapi Arka udah anggap kalian seperti keluarga Arka sendiri"ungkap Arka.
"iya Arka,terima kasih banyak"ucap Bu Jasmine lagi sambil menangis.
"sama-sama Tante, udah ya Tante jangan nangis lagi,Nadia pasti baik-baik aja kok"ucap Arka.
Bu Jasmine mengangguk dan menyeka air mata nya.
"oh ya Arka ini hp Nadia kamu pegang ya,tadi Tante sengaja bawa takut Rio menghubungi dan Nadia tidak menjawab malah buat Rio kepikiran"ucap Bu Jasmine.
"oh iya Tante"jawab Arka dan mengambil ponsel tersebut.
Saat itu juga masuk sebuah pesan wathsap dari Rio.
"Sayang kerjaan aku udah siap nih, kamu lagi apa, aku vc ya...?"isi pesan wathsap dari Rio.
Arka hanya bisa membacanya sekilas dan tidak bisa membukanya karena ponsel Nadia terkunci.
"Sandinya tanggal pertunangan Nadia dan Rio"ungkap Bu Jasmine.
"kok Tante tau..?"tanya Arka.
"Nadia selalu menggunakan moment terpenting dalam hidupnya untuk kata sandi"jawab Bu Jasmine.
"oh iya Tante"jawab Arka.
"kamu balas aja ya Arka biar Rio gak khawatir"pinta Bu Jasmine.
"iya Tante Arka balas WA nya"jawab Arka.
"maaf sayang, aku ngerasa lagi kurang enak badan, tapi kamu tenang aja aku udah minum obat kok, tinggal di bawa tidur aja pasti besok udah enakan"balas Arka sebagai Nadia.
"oh gitu ya udah kamu tidur aja ya sayang, cepat sembuh ya sayangku, i love you, good night"ucap Arka.
"iya sayang"balas Nadia.
Arka langsung menutup ponsel Nadia dan menyimpannya di dalam saku.
"tumben banget balasan nya cuma gini doang,biasanya gak pernah lupa ucapin selamat tidur, hm.. ya udahlah mungkin Nadia emang lagi gak mood karena gak enak badan"gumam Rio dalam hati.
...
__ADS_1
"huft.. boring banget rasanya, udah 2 hari gak ngantor dan sekarang weekend,mau ajak Sarah hang out udah susah, mau ajak Nadia lagi gak sehat, mau ajak Leo lagi banyak kerjaan, ya harus terima kenyataan duduk diam di rumah dan istirahat"gerutu Ara.
"main ke rumah Tante Risa aja kali ya"gumam Ara.
Ara beranjak dari tempat tidur, ia mandi lalu siap-siap akan pergi ke rumah Bu Risa.Setelah itu Ara turun ke bawah dan mencari Mami nya untuk berpamitan.
"Bik Mami mana...?"tanya Ara kepada Bik Sri yang sedang memasak di dapur.
"Non Ara,Ibu tadi keluar sama Bapak katanya ada urusan"jawab Bik Sri.
"oh gitu, ya udah kalau gitu bilang sama Mami ya nanti Ara ke rumah Tante Risa"ucap Ara.
"Non Ara kata Ibu Non belum boleh kemana-mana, apa lagi sampai bawa mobil sendiri.Di suruh istirahat aja di rumah Non"ucap Bik Sri.
"Bibik tenang aja ya, Ara udah sembuh kok. Ara cuma mau ke rumah Tante Risa jadi gak akan capek-capek. Nanti Ara WA deh Mami"ucap Ara.
"tapi Non..."ucapan Bik Sri terpotong.
"tenang aja Bibik gak akan kena masalah, Ara yang akan tanggung jawab"ucap Ara.
"ya sudah Non hati-hati ya"ucap Bik Sri
"Oke Bik"jawab Ara.
Setibanya di rumah Bu Risa, Ara di persilahkan masuk dan menunggu Bu Risa yang sedang memasak.
"Ara maaf ya Tante lagi nanggung banget, kamu tidak keberatan kan kalau nunggu Tante siap masak"ucap Bu Risa.
"sama sekali gak kok Tan, Ara minta maaf ya datangnya di saat yang gak pas, jadi ganggu Tante deh"ucap Ara.
"sama sekali bukan begitu sayang"ucap Bu Risa.
"Tante ada yang Ara bisa bantu gak..?"tanya Ara.
"gak usah sayang, ini sudah mau selesai kok"jawab Bu Risa.
"ya udah Ara tunggu ya Tante"ucap Ara.
"iya sayang"jawab Bu Risa.
lalu Ara menuju ke taman belakang duduk santai sambil menunggu Bu Risa.
...
"Bry loe beneran gak mau ikut kita ngumpul,payah loe semenjak punya anak bini loe gak pernah ada waktu lagi sama kita, gak asik suami takut istri"isi pesan wathsap untuk Bryan.
__ADS_1
Sarah membaca pesan wathsap tersebut di saat Bryan sedang mandi, saat Bryan keluar dari kamar mandi, ia melihat Sarah sedang memegang ponselnya.
"sayang ada apa...?"tanya Bryan.
"eh enggak kok maaf ya tadi aku gak sengaja baca ada WA dari teman kamu"ucap Sarah.
"dari siapa...?"tanya Bryan.
"Yoga"jawab Sarah.
"mau apa lagi sih tu anak, padahal aku udah tolak"gerutu Bryan lalu mengambil ponsel dari tangan Sarah.
"kamu gak mau pergi aja...?"tanya Sarah.
"pergi kemana...?"tanya Bryan balik.
"itu teman-teman kamu ajak ngumpul loh, bukan sekali dua kali, tapi udah sering banget kamu tolak demi aku ,padahal aku gak pernah kok ngelarang kamu buat ngumpul sama teman-teman kamu, yang penting jangan macam-macam dan ingat waktu buat pulang.Beda sebelum kamu punya anak dan istri, kamu bebas mau kemana aja, ngapain aja dan pulang jam berapa"ucap Sarah.
"sayang kamu dengar ya aku gak mau keluar bukan berarti aku takut istri seperti yang mereka bilang, harusnya kalau mereka memang teman aku ya harus dukunglah apa pun keputusan aku. Sekarang ini prioritas utama aku ya kamu dan Kayla,aku udah capek kerja setiap harinya, kalau weekend lebih baik aku habiskan waktu di rumah atau jalan-jalan bareng kalian"terang Bryan.
"iya aku tau, tapi gak apa kok kalau sekali-sekali kamu mau ngumpul, aku"ucapan Sarah langsung terpotong karena Bryan mencium bibirnya.
"sayang kamu ini"gumam Sarah.
"biar kamu gak banyak protes lagi, sebenarnya aku tau kok kamu lebih suka aku di rumah kan dari pada keluyuran...?"tanya Bryan.
"iya aku lebih suka kamu di rumah temenin aku sama Kayla"jawab Sarah tersenyum.
...
Tok.. tok.. tok.. ( Bu Jasmine mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan Dokter Herman)
"Bu Jasmine silahkan duduk, ada apa...?"tanya Dokter Herman.
"saya mau ngomong sama kamu "ucap Bu Jasmine.
"mau ngomong apa...?"tanya Dokter Herman.
"apa yang akan kamu lakukan, jika kamu punya anak seperti Nadia yang sakit ginjal dan butuh donor...?"tanya Bu Jasmine.
"hal yang pertama saya lakukan tentunya langsung mendonorkan ginjal saya kepada Nadia apabila ginjal saya cocok"jawab Dokter Herman spontan.
Bu Nadia terdiam, lalu Dokter Herman menatap Bu Jasmine dengan penuh tanda tanya.
***
__ADS_1