
"maksud Dokter apa....?"tanya Bu Jasmine tidak mengerti.
"begini Bu, sebelum meninggal Dokter Herman meminta ginjalnya di serahkan kepada Nadia lagi"jawab Dokter Andre.
"tapi bagaimana mungkin dalam kondisi seperti ini kita malah melakukan operasi, saya tidak yakin Nadia akan setuju Dok, dia sedang bersedih"ucap Bu Jasmine.
"saya tahu Bu, tapi ini permintaan Dokter Herman sebelum meninggal Bu"terang Dokter Andre.
"Baik saya akan bicarakan ini sama Nadia sekarang Dok"ucap Bu Jasmine.
"baik Bu"jawab Dokter Andre.
Kini Ara dan sahabat-sahabatnya juga berada di Rs untuk menyemangati Nadia termasuk juga Arka dan Aria, Cinta juga telah pulih dan berkumpul bersama mereka.
"Nadia yang kuat ya,sabar"ucap Sarah
"iya Nad, kita semua turut berduka cita. Dokter Herman udah gak sakit lagi, dia pergi dengan tenang karena udah ketemu sama kamu, sempat juga menghabiskan hari-hari terakhirnya sama kamu Nad"sambung Ara.
"Kak Nadia yang sabar ya"ucap Aria.
"turut berduka cita Nad"ucap Cinta pula.
"Papa....... "tangis Nadia pecah.
"sayang jangan gitu dong, kamu mau Papa kamu juga sedih ngeliat kamu gini terus"ucap Rio.
Rio menenggelamkan Nadia ke dalam pelukannya.Sementara Leo memeluk Ara, Bryan memeluk Sarah karena juga merasa terpukul melihat kesedihan Nadia.
"kasian banget Nadia sayang, padahal dia baru aja ketemu sama Papa nya"ucap Ara.
"mau gimana lagi, semua udah takdir gak ada yang bisa merubahnya"ucap Leo.
Tidak lama kemudian Bu Jasmine dan Pengacara Dokter Herman masuk ke dalam ruang ICU, Pengacara Dokter Herman tersebut akan membacakan surat wasiat dari Dokter Herman dengan di saksikan oleh Nadia, orang tua Nadia,Dokter Andre dan sahabat Nadia.
"selamat siang semua, saya sebagai pengacara Dokter Herman akan membacakan beberapa wasiat yang sudah di buat oleh Dokter Herman yang isinya adalah yang pertama Dokter Herman hendak memberikan ginjal nya yang satu lagi untuk anaknya Nadia, yang artinya Nadia harus segera melakukan operasi transplantasi ginjal yang kedua secepatnya sebelum acara pemakaman di lakukan"ucap Pengacara.
Semua yang mendengar akan hal itu tercengang, termasuk Nadia ia sangat syok dan menolak untuk melakukan operasi tersebut.
"aku gak setuju, untuk apa aku hidup normal kalau Papa gak ada"tolak Nadia.
"Nadia kamu yang tenang ya, kita dengar lagi yang selanjutnya"ucap Mama Nadia.
__ADS_1
"akan saya lanjutkan, yang kedua setelah sembuh Nadia harus menepati janji untuk melanjutkan s2 kedokterannya di Amerika dengan biaya semua yang sudah di tanggung oleh Dokter Herman, yang Ketiga adalah setelah lulus ,rumah sakit ini yaitu Rumah sakit Medica akan di berikan kepada Nadia untuk Nadia kelola"sambung Pengacara.
"ini maksudnya apa Pak...?"tanya Bu Jasmine.
"jadi begini Bu masalah kuliah mungkin Nadia bisa jelaskan nanti, kalau masalah rumah sakit, rumah sakit Medica ini adalah milik Dokter Herman"terang Pengacara.
"apa....?"Bu Jasmine terkejut.
"boleh saya lanjut Bu...?"tanya pengacara.
"silahkan Pak"jawab Bu Jasmine.
"baiklah, yang keempat rumah, mobil, dan seluruh aset kekayaan Dokter Herman di Jakarta akan menjadi milik Nadia mulai hari ini, demikian surat wasiat ini saya buat dengan sadar dan sebenar-benarnya, Herman"jelas Pengacara.
Bu Jasmine masih tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, sementara Nadia masih terus terisak karena kepergian Papa nya.
"wah kaya mendadak loe bro nikah sama Nadia"ucap Bryan.
"apaan sih loe malah bercanda"ucap Rio.
...
"huft capek banget ya setelah beberapa hari ini ada aja masalah"ucap Ara.
"bukan apa-apa kok sayang, menurut aku Nadia memang gak berhak nolak, kasian Dokter Herman pasti pengen liat Nadia hidup sehat terus bisa lanjutin kuliahnya"ucap Ara.
"oh ya sayang emang nya Nadia kuliah jurusan kedokteran ya...?"tanya Leo.
"iya, tapi dia gak lanjut karena biaya nya kan gak banyak, Mama nya cuma seorang janda dan entah kenapa Nadia jadi tertarik gitu sama dunia perkantoran, makanya pas ada kesempatan buat jadi sekretaris ya Nadia kerja"jelas Ara.
"oh gitu, kalau kamu memang kuliah jurusan bisnis kan..?"tanya Leo.
"aku sih memang iya sayang, Kan Papa juga mau nya aku nerusin Perusahaan Papa"jawab Ara.
"terus kenapa gak mau...?"tanya Leo lagi.
"aku mau mandiri hingga saatnya nanti aku bisa bangun perusahaan sendiri dan menciptakan lapangan kerja"jawab Ara.
"kamu itu memang luar biasa, aku punya hadiah deh buat kamu"ucap Leo.
Leo yang sedang menyetir mobil memberhentikan mobilnya di tepi jalan.
__ADS_1
"kok berhenti...?"tanya Ara.
Tanpa menjawab pertanyaan Ara, Leo langsung saja mencium bibir mungil milik Ara, Ara sedikit terkejut, akan tetapi Ara yang merindukan Leo itu juga langsung saja melingkarkan tangannya di leher Leo, Ara membalas ciuman Leo, Leo menarik tengkuk Ara agar ciuman mereka semakin dalam dan semakin mereka nikmati hingga Ara kesulitan untuk bernafas dan mengakhirinya.
"sayang maafin aku ya, aku kangen banget sama kamu, setelah beberapa hari ini kita jarang banget... "ucapan Leo terputus karena Ara tiba-tiba menempelkan bibirnya.
Leo tersenyum dan tidak tinggal diam, ia kembali mengecup bibir kekasihnya itu, memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Ara dan Ara juga membalasnya.
Ara dan Leo menyudahi ciuman mereka, karena sebagai manusia biasa mereka takut akan terjadi hal-hal yang belum mereka inginkan.
"sayang makasih ya"ucap Leo lalu mengecup kening Ara.
"sama-sama sayang"jawab Ara.
"aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, jangan pernah tinggalin aku ya"ucap Leo lalu mencium punggung telapak tangan Ara.
"iya, aku juga cinta dan sayang sama kamu"ucap Ara pula.
Ara dan Leo berpelukan lalu melanjutkan perjalanan pulang.
...
"Ka kok loe gak bilang sih Cinta kamaren pingsan...?"tanya Beni.
"gimana gue mau bilang, loe kan di awasi terus sama kedua orang tua loe, mereka gak suka sama Cinta"ucap Arka.
"kan bisa WA Ka"ucap Beni.
"ya sory gak kepikiran gue"ucap Arka.
"untung aja Cinta gak kenapa-napa, pasti dia gak makan karena gak nafsu,kasian Cinta terlalu banyak masalah Ka"ucap Beni.
"udahlah Ben,loe pikir aja kesehatan loe sekarang,loe tau kan hidup gue dan temen-temen yang lainnya dalam Minggu ini cuma seputaran rumah, kerja, rumah sakit, bahkan di rumah cuma bentar doang"ucap Arka.
"ya sory deh Ka, bukan mau gue juga kali ada di rs, gue juga mau nya cepat balik Ka"ungkap Beni.
"maka nya cepat sembuh"gumam Arka.
"Ka tapi Cinta beneran udah di rumah kan...?"tanya Beni.
"iya Ben, Sarah dan Bryan kok yang antar dia pulang"jawab Arka.
__ADS_1
...