
plok.. plok.. plok.. "wow..... pemandangan yang luar biasa"ucap Arka menepuk tangan dan berjalan menghampiri Nadia dan Rio.
Nadia dan Rio terkejut bergegas melepaskan ciuman mereka, Mama Nadia yang melihat hal itupun ikut menghampiri mereka.
"Arka, Mama"ucap Nadia.
"Arka, maaf ya padahal Tante baru saja mengusir laki-laki ini"ucap Bu Jasmine menunjuk Rio.
"tapi yang aku liat Tante juga diam aja tu ngeliat mereka ciuman"terang Arka.
"tidak begitu Arka"bantah Bu Jasmine.
"kenapa...? kenapa memang nya kalau aku ciuman sama pria yang aku cintai, kenapa Arka..? kenapa Ma...? "tanya Nadia.
"Nadia diam kamu, jangan keterlaluan ya kamu"bentak Mama Nadia.
Dengan wajah amarah nya Nadia mengecup bibir Rio kembali, Rio yang mengerti maksud Nadia langsung saja membalas kecupan dari Nadia.
"kurang ajar"teriak Arka.
Arka menarik Rio dan memukul wajah nya hingga Rio jatuh tersungkur.
"Arka, apa-apa sih kamu"teriak Nadia.
plak.."kamu yang apa-apaan"teriak Mama Nadia dan menampar Nadia.
Rio bangun dan membalas memukul, perkelahian antara Rio dan Arka pun terjadi.
"Rio.. Arka... stop.... please stop... "teriak Nadia menangis.
Setelah Arka terjatuh dan tidak berdaya lagi melawan Rio, Rio menghampiri Nadia dan pamit untuk pulang.
"kamu beneran bisa bawa mobil sendiri, aku takut kamu kenapa-napa"ucap Nadia.
"aku gak papa sayang kamu jangan khawatir ya"ucap Rio sambil menahan rasa sakit nya.
"ya udah kamu hati-hati ya, sampai rumah kamu kabarin aku langsung"pinta Nadia.
"iya sayang"jawab Rio dan melajukan mobil nya.
"Arka, bangun Arka"teriak Bu Jasmine dan membantu Arka bangun.
Arka berdiri dengan sempoyongan, sementara Nadia sama sekali tidak memperdulikan Arka.
"maaf Tante saya tidak sudi menikah dengan wanita murahan seperti anak Tante"ucap Arka lalu berjalan dengan penuh amarah.
Bu Jasmine yang merasa bersalah hanya bisa berdiam tanpa kata.
"heh brengsek ,siapa yang murahan, kamu yang murahan "teriak Nadia.
"Nadia diam"bentak Mama Nadia.
Arka mengacungkan jari tengah nya tanpa melihat Nadia, lalu Arka meninggalkan rumah Nadia.
"sialan.... "teriak Nadia.
Bu Jasmine dengan kesal masuk ke dalam rumah meninggalkan Nadia.
__ADS_1
...
Dalam perjalanan pulang dari rumah Leo, Ara berpapasan dengan sebuah mobil yang hendak menabrak nya,Ara tampak tidak asing melihat mobil tersebut.
"wih udah gila ini orang, ugal-ugalan banget bawa mobil nya, gimana coba kalau ketabrak tadi. Tapi keliatan nya tu mobil gak asing deh"gumam Ara.
Ara mengejar mobil tersebut, mobil tersebut tampak semakin tidak seimbang dan berhenti di tepi jalan. Ara turun dari mobil nya lalu menghampiri mobil tersebut.
tok.. tok.. tok.. "buka"teriak Ara mengetuk kaca jendela.
Ara membuka pintu mobil dan terkejut melihat seseorang yang ia kenal.
"Arka"ucap Ara panik.
"A..ra"ucap Arka tebata-bata.
"Arka kamu kenapa...? pantesan aja kamu bawa mobil nya gak karuan gitu"ucap Ara khawatir.
Belum sempat menjawab pertanyaan Ara, Arka tiba-tiba pingsan. Ara yang panik Langsung membawa Arka ke Rumah sakit.
Sesampai nya di rumah sakit, Arka langsung di bawa ke IGD dan di tangani oleh Dokter.
Ara melihat ponsel nya, ada 12 panggilan tak terjawab dari Leo.Lalu Ara bergegas menghubungi Leo.
"halo sayang akhir nya kamu nelpon aku juga, sayang kamu lagi dimana...?kenapa baru ngabarin aku.Aku telpon kamu gak angkat,aku juga telpon Mami kamu kata nya kamu belum sampai rumah,aku khawatir tau gak"ucap Leo lewat telpon.
"iya maaf, aku gak papa kok sayang"jawab Ara.
"terus kamu dimana sekarang...? "tanya Leo.
"ngapain ke rumah sakit, kamu gak kenapa-napa kan..? "tanya Leo khawatir.
"aku gak kenapa-napa kok sayang"jawab Ara.
Lalu Ara menceritakan yang terjadi kepada kekasih nya.
...
"hah Leo...? itu beneran Leo... ?"gumam Irene saat melihat Leo dari kejauhan.
Bertepatan saat itu juga Mami Leo pulang dan Irene sembunyi di balik pohon.
"hai sayang kamu lagi ngapain di luar, oh ya kata nya ada Ara, mana...?"tanya Bu Amara.
"hai Mam, Dika lagi hirup udara segar aja Mi. Ara nya udah pergi Mi"jawab Leo.
"oh.. ya sudah Mami masuk dulu ya"ucap Mami Leo.
"Papi mana...?"tanya Leo.
"biasa meeting dadakan"jawab Mami Leo.
"oh.. iya Mi"ucap Leo.
"Tante, Leo... "teriak Irene tiba-tiba dari luar Pagar.
Leo dan Bu Amara melihat ke arah sumber suara,Bu Amara sangat terkejut melihat kedatangan Irene.
__ADS_1
"Irene"gumam Leo.
"Pak jangan di buka pagar nya"ucap Mami Leo kepada satpam rumah nya.
"loh kenapa Mi, kenapa gak izinin Irene masuk... ?"tanya Leo.
"Leo, Tante tolong izinin aku masuk"pinta Irene.
"Pak tolong Pak di buka"pinta Irene lagi kepada Satpam.
"Mi kasian Irene"ucap Leo dan akan menghampiri Irene.
"Dika ayo masuk, kamu tidak perlu temui wanita itu, Mami akan jelasin nanti di dalam"ajak Mami Leo menarik tangan Leo.
Leo meninggalkan Irene dan masuk ke dalam rumah nya.
"Tante.... Leo.... please izinin aku masuk, Leo...."teriak Irene menangis histeris.
"Ara... aku yakin Ara pasti tau ini semua"gumam Irene dengan wajah amarah.
Dengan rasa kecewa dan hati hancur berkeping-keping, Irene pulang ke rumah dan menceritakan apa yang terjadi kepada Bunda nya.
...
"Ara kamu lagi dimana,bisa ke rumah Tante..?"tanya Bu Risa lewat telpon.
"Ara dari rumah sakit jenguk temen dan mau pulang, kalau memang penting Ara pulang dulu ya bentar baru ke rumah Tante"jelas Ara.
"iya penting sayang, kamu pulang saja dulu, hati-hati ya"ucap Bu Risa.
"iya Tante"jawab Ara.
Tiba di rumah Ara bergegas mandi, siap-siap lalu ia bergegas pergi ke rumah Bu Risa.
Sesampai nya di rumah Bu Risa..
"Ara masuk yuk sayang, Irene mau bicara sama kamu"ajak Bu Risa.
"baik Tante"jawab Ara dan mengikuti Bu Risa menemui Irene.
"ini dia penghianat"teriak Irene saat melihat Ara.
"maksud kakak apa...? "tanya Ara terkejut.
"gak usah pura-pura begok ya, kamu kenal kan sama Leo,kamu tau Leo masih hidup tapi kamu malah bohong sama aku"ucap Irene.
Ara terdiam ,ia tidak tahu harus menjelaskan apa kepada Irene.
"kenapa diam, kenapa diam hah....?"teriak Irene.
"sabar sayang, jangan marah-marah"pinta Bu Risa.
"jawab Ara...jawab.."teriak Irene lagi.
"maafin Ara Kak, tapi Ara juga bingung. Ara gak tau harus gimana,Ara juga gak tau kenapa bisa ada di dalam situasi ini" ucap Ara.
***
__ADS_1