Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_119


__ADS_3

"ya sudah kalau begitu Papi mau ke ruangan Papi dulu ya,ini kamu pelajari dulu. Kalau ada yang tidak kamu mengerti silahkan kamu tanya Pak Seno"ucap Papi Leo sembari memberi sebuah file.


"benar Mas Leo, kalau butuh sesuatu langsung panggil saya saja,saya akan selalu siap membantu"terang Pak Seno.


"atau kalau kamu mau langsung cari asisten pribadi,bisa langsung Pak Seno sampaikan kepada HRD"ucap Papi Leo.


"iya Pi,terima kasih.Terima kasih juga buat Pak Seno"ucap Leo.


"sama-sama Mas"jawab Pak Seno.


"tapi kayak nya gak usah dulu deh Pi kalau soal asisten pribadi, Pak Seno aja dulu udah cukup, Leo juga kan masih belajar"terang Leo.


"ya sudah kalau itu mau kamu,oh ya Leo apa Ara sudah tahu kalau kamu sudah bekerja di Perusahaan sekarang...?tanya Papi Leo.


"udah Pi,tadi malam Leo udah kasih tau ke Ara"jawab Leo.


"oh bagus lah kalau memang seperti itu, ya sudah Papi keluar dulu.Selamat bekerja,mudah-mudahan kamu betah dan buat Perusahaan makin maju seperti yang kamu ucapkan tadi"ucap Papi Leo.


"iya Pi,Leo pasti akan berusaha dan tidak akan mengecewakan Papi "ucap Leo.


"Papi percaya sama kamu"ucap Papi Leo.


"permisi Mas Leo"ucap Pak Seno.


"iya Pak"jawab Leo.


Pak Ardi melangkah keluar meninggalkan ruang CEO dan di ikuti oleh Pak Seno.


...


"bosan banget rasa nya terkurung di rumah seharian kayak gini,ini baru sehari Ra gimana coba kalau 1 minggu"ucap Nadia lewat telpon.


"yang sabar ya Nad, sekarang ini ikutin aja dulu apa mau nya Mama kamu.Toh baru tunangan kan belum nikah. Mudah-mudahan akan ada jalan yang terbaik nanti nya"ucap Ara.


"iya Ra, lagian Rio juga udah gak peduli aku mau tunangan sama Arka, bahkan sampai sekarang dia gak ada hubungin aku. Mungkin ini udah jalan nya Ra"ungkap Nadia.


"iya Nad,tapi kamu jangan negatif thinking dulu ya, kasih Rio waktu buat berpikir, kalau kamu memang jodoh sama Rio nanti nya kalian pasti akan sama-sama lagi kok.Kalau sekarang ini kamu memang udah yakin mau tunangan sama Arka, aku cuma bisa doain yang terbaik buat kalian"ucap Ara.


"aku gak tau harus gimana lagi Ra,tapi makasih ya Ra"ucap Nadia.


"sama-sama Nad"jawab Ara.


"oh ya maaf ya udah ganggu padahal di jam kerja kayak gini"ucap Nadia.


"gak papa kok,kerjaan aku udah selesai, aku juga lagi santai dan bentar lagi pulang"terang Ara.


"Nadia......."panggil Bu Jasmine dari depan pintu.

__ADS_1


"Ra udah dulu ya Mama manggil"ucap Nadia.


"ya udah bye...."ucap Ara.


"bye... "balas Nadia.


Lalu panggilan telpon terputus.


"kasian Nadia ,aku harus bantu ngomong ini ke Rio sekalian ngomongin soal Frans"gumam Ara.


"ada apa Ma...?"tanya Nadia saat melihat Mama nya di depan pintu.


"ada Arka, kamu keluar temui sekarang ya"jawab Mama Nadia.


"iya Ma"jawab Nadia.


"mau ngapain lagi sih dia, gak bisa apa ketemu nya pas di hari pertunangan aja"gumam Nadia kesal.


...


Setelah selesai bekerja Ara dan Leo bertemu di sebuah restauran.


"sayang maaf ya aku agak terlambat, kamu jadi lama deh nungguin aku"ucap Ara.


"gak kok sayang, aku juga baru sampai"ungkap Leo.


"ehm... seru sih, cuma aku mesti banyak belajar lagi sayang dari Pak Seno"jawab Leo.


"pelan-pelan aja, aku yakin kamu bisa dan sukses nanti nya"ucap Ara.


"makasih ya sayang udah doain aku dan makasih juga pulang kerja capek-capek terus mau nemuin aku di sini"ucap Leo.


"apaan sih sayang,kayak sama siapa siapa aja"ucap Ara.


"iya sama calon tunangan aku lah"ungkap Leo.


"nah tu tau, lagian aku memang mau ketemu sama kamu juga"ungkap Ara.


"oh ya ada apa...?"tanya Leo.


"kamu dulu yang kasih tau ada apa ajak aku ketemuan pulang kerja"pinta Ara.


"ehm kalau aku cuma kangen aja sama kamu dan mau minta maaf karena tadi malam aku gagal ajak kamu ke suatu tempat itu karena hujan"ucap Leo.


"oh.. ya gak papa lah sayang, kapan-kapan juga kan bisa"jawab Ara.


"terus kamu ada apa...?"tanya Leo lagi.

__ADS_1


Ara mulai menceritakan masalah Frans kepada Leo di saat ia koma dan hendak meminta pertolongan Rio untuk membantu nya.


"aku gak percaya aja gitu kalau aku benar-benar bisa hidup di dunia lain tapi bareng kamu yang ada di dunia nyata, terus ada Frans musuh aku. Ini rasa nya mustahil gak masuk akal, tapi aku percaya sama kamu sayang"ucap Leo.


"iya sayang aku juga gak nyangka bakalan ada di situasi ini, kenapa harus aku coba. Frans tiba-tiba datang minta tolong sama aku karena kata nya aku berhasil nemuin keluarga kamu di dunia nyata. Dia ngerasa kalau dia sama kayak kamu belum meninggal dan hanya koma"terang Ara.


"jadi apa rencana kamu...?"tanya Leo.


"aku belum tau sih, tunggu Rio datang aja .Aku mau dengar dulu gimana pendapat Rio"jawab Ara.


"ya udah kalau gitu kita makan aja dulu ya, kamu mau cobain stik aku gak sayang...?"tanya Leo.


"boleh, tapi suap ya"jawab Ara dan tersenyum.


Lalu Leo menyuapkan stik ke mulut Ara dan terlihat sangat romantis.


"kamu mau cobain juga gak spagethi aku..?"tanya Ara.


"mau dong, tapi di suap juga"jawab Leo.


Lalu Ara pun juga menyuapi Leo spagethi tersebut.


...


"langsung ke inti nya aja gak usah basa-basi"pinta Nadia dengan jutek.


"oke, aku tau kok kamu terpaksa mau tunangan sama aku.Jangan kamu pikir aku juga mau dengan senang hati ya tunangan sama kamu"ucap Arka.


"oh ya, terus apa ini semua..?"tanya Nadia.


"maka nya dengerin aku dulu, ada yang mau aku omongin"terang Arka.


"apa...?"tanya Nadia.


"hust..... jangan kenceng-kenceng ngomong nya"pinta Arka.


"iya udah apa... ?"tanya Nadia dengan suara lemah lembut.


"kita pura-pura aja dulu terima pertunangan ini, tapi setelah hari h nya nanti aku akan mengumumkan sesuatu yang aku yakin ini akan buat pertunangan kita batal"ucap Arka.


"kamu jangan gila ya, kasian ortu kita dong nanti malu"ucap Nadia.


"paling orang tua aku aja yang malu"ungkap Arka.


Nadia memandang Arka dengan penuh keheranan.


***

__ADS_1


__ADS_2