Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_41


__ADS_3

"Mami, Ara gak salah dengar kan...? " tanya Ara.


"gak sayang itu kenyataan nya" jawab Mami Ara.


"kok bisa sih Mi koma selama itu" ucap Ara.


"iya bisa dong sayang nama nya juga sudah takdir" ucap Mami.


"iya tapi kan kasian Mi" ucap Ara lagi.


"hmmm kamu temankan Mami ya jenguk anak Tante Amara" ajak Mami.


"besok Mi...? "tanya Ara.


"iya besok mumpung weekend" jelas Mami Ara.


"kenapa gak ajak Papi aja Mi..? "tanya Ara lagi.


"Papi kamu masih di luar kota sayang, lupa ya..? lagian kemarin kan Tante Amara udah jenguk kamu, masak sih kamu gak mau gitu gantian jenguk anak nya Tante Amara. Mau ya, plisss" pinta Mami Ara.


"iya deh Ara mau " jawab Ara.


"ye akhir nya mau juga, ya udah Mami ke kamar dulu ya ,malam sayang" ucap Mami lalu keluar dari kamar Ara.


" malam juga Mi" balas Ara lalu ia pun tidur dengan pulas nya.


...


Keesokan hari nya Ara bangun dari tidur nya dengan mata terbelalak karena melihat Leo yang masih tertidur di samping nya.


"Tuhan, aku mohon izinin aku buat menyentuh wajah pria yang aku cintai ini" doa Ara dalam hati .


Lalu Ara mencoba menyentuh wajah Leo dan ia sangat bahagia karena bisa menyentuh nya.


Ara mencium kening Leo dan mengecup bibir Leo. Ara terus memandangi wajah tampan kekasih nya itu.


"gak usah di liatin terus, entar ganteng aku luntur lagi" Kata Leo sambil tersenyum.


Ara terkejut mendengar ucapan Leo.


"ihhh jadi kamu dari tadi pura-pura tidur"ucap Ara kesal.

__ADS_1


"apaan sih pagi-pagi udah ngomel, sini aku peluk"ucap Leo.


Leo memeluk dan mencium kening Ara yang membuat Ara tersenyum bahagia.


"kamu semalem kemana, terus jam berapa pulang nya...? " tanya Ara.


"maaf ya sayang, aku ada sedikit urusan dan gak malam banget kok pulang nya. Yang jelas kamu udah tidur nyenyak banget. Jadi gak tega mau bangunin kamu" jelas Leo.


"hmmm ya udeh deh" ucap Ara dan mereka kembali berpelukan dan tertidur lagi.


tok.. tok.. tok...


"Ara kamu gak lupa kan sama janji kamu mau nemenin Mami, ini udah jam 10 lho,Ara...... "teriak Mami Ara dan berulang kali mengetuk pintu kamar Ara.


"Ara.... "panggil Mami lagi.


"duhh Mami apaan sih"gumam Ara.


"sayang bangun gih" Mami kamu dari tadi teriak-teriak kata nya kamu janji mau temankan Mami" ucap Leo yang sedang duduk d sofa.


"oh iya, gara-gara pelukan kamu tadi ni, jadi ketiduran lagi kan" ucap Ara tersenyum.


Leo membalas senyuman Ara.


"Ara.... "panggil Mami lagi.


"oke, Mami tunggu d bawah ya"teriak Mami pula.


"oke Mam" jawab Ara lalu bergegas ke kamar mandi.


...


"Sarah... pliss maafin aku ya" ucap Bryan yang menarik tangan Sarah di depan rumah nya.


"kamu itu mau apa lagi sih, aku udah muak ya sama muka kamu" ucap Sarah.


"aku tau aku adalah orang yang paling jahat dan paling berdosa sama kamu,aku sadar dan aku menyesal, tolong maafin aku. Aku janji akan berubah jadi suami dan ayah yang bertanggung jawab, aku juga udah mulai kerja sekarang di kantor. Aku mohon Sarah, kasih aku kesempatan sekali lagi" pinta Bryan memohon.


"sekarang kamu baru sadar, memang penyesalan itu selalu datang terlambat, dan apa kamu pikir dengan kamu memohon seperti ini aku akan peduli. Gak, gak sama sekali ,mendingan sekarang kamu pergi dari rumah aku, pergi.... "usir Sarah.


Bryan tidak segera pergi, tetapi ia berlutut di hadapan Sarah dan terus memohon.

__ADS_1


"aku mohon Sarah sebelum aku pergi, izinkan aku ketemu sama anak kita sebentar aja " pinta Bryan.


"anak kita..? bahkan dulu kamu gak menginginkan nya dan sekarang kamu bilang anak kita.Itu anak aku, dan suatu saat nanti kalau dia udah gedek aku pasti akan ngomong ke dia kalau ayah nya udah mati" ucap Sarah kesal.


"gak masalah yang penting aku bisa ketemu anak kita, tolong Sarah" Bryan memohon menangis.


" bangun kamu dan pergi sekarang,kamu pikir ini sinetron, setelah suami menyakiti istri nya dan bercerai, lalu mantan suami datang lagi dan menyesal dengan mudah mantan istri memaafkan serta menerima nya kembali, gak Bryan ini dunia nyata. Pergi kamu, pergi.... " Sarah berteriak mengusir Bryan.


Dengan perasaan yang sangat terpukul Bryan pergi dari rumah Sarah.


Sementara itu Sarah yang dari tadi berusaha menahan kesedihan nya itu pun melepas tangisan nya di dalam kamar.


"sebenar nya aku gak tega sama kamu Bryan, tapi aku harus kasih kamu pelajaran agar kamu jera dan tau gimana rasa sakit nya hati aku atas apa yang sudah kamu perbuat" gumam Sarah.


"maafin Mama ya Nak" ucap Sarah memandang wajah anak perempuan nya.


Sementara itu Bryan yang berjalan sendiri di jalan sepi tidak jauh dari rumah sarah, tidak tahu mau kemana tidak memperhatikan jalan , sehingga ia tidak melihat ada mobil di depan nya.


tit.. tit.. tit.. tit.. suara klakson berkali-kali di bunyikan oleh pengendara mobil. Bryan terkejut mendengar klakson mobil tersebut.


"woy.. gila loe ya, mau cari mati" ucap Nadia.


Ya yang mengendarai mobil tersebut adalah Nadia mantan nya Rio. Nadia pernah melihat foto Bryan sewaktu masih bersama dengan Sarah, tetapi sekarang wajah Rio sedikit berubah karena ada nya kumis yang membuat Nadia tidak mengenali nya.


"maaf Mbak, saya kurang fokus " ucap Bryan.


Nadia yang kesal itu keluar dari mobil dan malah menghampiri Bryan tanpa melihat kondisi pintu mobil nya yang terbuka.


"Mas kalau mau mati jangan libatkan saya ,saya ini buru-buru mau ke rumah temen, mendingan sekarang Mas minggir deh" ucap Nadia.


"saya kan udah minta maaf mbak" ucap Bryan.


Nadia yang membelakangi mobil nya itu tidak sadar bahwa ada maling masuk ke dalam mobil dan mencuri tas nya. Bryan yang melihat akan hal itu tidak memberitahu ke Nadia, tetapi ia langsung berlari meninggalkan Nadia dan mengejar maling tersebut.


"hei Mas saya lagi ngomong" teriak Nadia.


"gak sopan banget ya tu orang " gumam Nadia.


Akan tetapi tidak jauh dari mobil nya berhenti Nadia melihat Bryan yang sedang berkelahi melawan 2 orang preman, meskipun Preman itu kalah, tetapi tidak di pungkiri Bryan juga babak belur. Lalu Bryan berjalan sempoyongan menghampiri Nadia.


"ini tas nya mbak, lain kali lebih hati-hati lagi" ucap Bryan.

__ADS_1


Nadia yang tadi nya kesal dan marah-marah menjadi iba dan merasa bersalah terhadap Bryan.


***


__ADS_2