Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-287


__ADS_3

Saat ini Sherin sedang mengurusi sang nenek terlebih dahulu, Sherin pun meminta Arka untuk menunggunya. Sherin berjanji akan menemuinya jika sang nenek sedang beristirahat nanti. Selesai makan dan minum obat, nenek pun segera beristirahat dan terlelap. Lalu sesuai janjinya Sherin segera menemui Arka kembali yang sedari tadi Setia menunggunya di luar.


"Arka," ucap Sherin saat melihat Arka yang sedang duduk di teras depan rumah nenek.


"Sherin," ucap Arka pula, ia sangat senang karena Sherin benar-benar menemuinya lagi, ia sangat takut jika Sherin sudah membencinya dan tidak mau lagi bertemu dengannya.


"Arka, kamu mau ngomong apa sebenarnya sama aku?" Tanya Sherin.


Arka mendekati Sherin, lalu menggenggam erat kedua tangannya itu seraya berkata," Sayang, aku udah tau semuanya Ara udah cerita sama aku. Kenapa sih kamu nggak cerita sama aku? Aku hampir gila tau nggak karena tiba-tiba kamu ninggalin aku gitu aja, nggak ada kabar, cuekin aku. Aku tuh ngerasa kalau dunia aku hancur, ditambah lagi perusahaan aku yang waktu itu lagi jatuh, kamu malah ninggalin aku dan bukannya ada di samping aku," kata Arka.


"Ara udah cerita semuanya sama kamu?" Tanya Sherin.


"Iya, karena ini semua bersangkut paut dengan masalah yang terjadi sekarang, kamu tau kan kalau Leo dikeroyok?" kata Arka dan bertanya.


"Iya aku tau, terus apa hubungannya dengan ini semuanya?" Tanya Sherin.


Arka pun menceritakan kepada Sherin tentang apa yang terjadi, tentang apa yang Tama perbuat dan tentang penyelidikan Tama saat ini.


"Apa? Jadi dia lagi yang buat ulah, memang enggak ada puasnya ya. Arka,aku juga minta maaf ya sama kamu karena waktu itu aku ninggalin kamu, aku terpaksa karena aku nggak bisa ngeliat kamu terpuruk," kata Sherin.


"Kali ini aku maafin kamu, tapi lain kali kamu nggak boleh kayak gitu ya. Harusnya kalau ada apa-apa kamu cerita sama aku, kita hadapin sama-sama," kata Arka sembari menatap nanar mata sherin.


"Iya, aku janji. Lain kali aku nggak bakalan ngelakuin ini lagi, kamu pikir aku suka ngelakuin itu semua? Aku juga tersiksa tau," kata Sherin yang mulai mengeluarkan bulir-bulir bening dari sudut matanya. Arka yang melihat akan hal itu langsung saja menarik tubuh mungil Sherin kedalam dekapan hangatnya, Sherin juga membalas pelukan hangat dari sang kekasihnya itu.


...

__ADS_1


Di ruangan ICU, tampak seorang pria yang saat ini masih berjuang untuk bangun. Ia terlihat sangat lemah tidak berdaya dengan luka-luka yang menghiasi wajah dan tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan Leo, sudah dua hari, akan tetapi ia belum juga bisa sadar meskipun Ara selalu mengajaknya untuk mengobrol dan selalu berada di sampingnya.


"Ara kamu nggak pulang dulu Sayang, kamu udah dua hari loh di sini, nggak pulang sama sekali," kata bu Amara.


"Apa bedanya aku pulang sama di sini Tante? Sama aja kan Mami yang pulang, Mami juga bawain baju ganti aku ke sini. Aku mau selalu ada di samping Leo, aku mau saat Leo bangun nanti melihat aku ada di sini dan tau bahwa aku selalu menemaninya, aku sangat mengharap dia bangun Tante," kata Ara.


"Sayang, walaupun Leo bangun dan kamu tidak ada di sini, dia pasti tau kok kalau kamu yang selalu menemaninya. Bukannya Dokter bilang sama kamu kan kalau Leo bisa mendengar omongan kamu, dia tau kamu yang selalu ada di sampingnya, bahkan kamu sendiri bilang waktu itu Leo udah menggerakkan tangannya, Leo juga ikut menangis saat kamu menangis," kata Bu Amara.


"Iya Tante, tapi tetap aja Ara nggak akan pulang atau pergi dari sini," kata Ara.


Tapi kamu itu udah kelihatan capek banget Sayang, muka kamu juga pucat. kamu butuh istirahat, kamu istirahat ya di rumah," kata bu Amara yang terus membujuk Ara.


"Tan, walaupun Ara pulang, Ara juga nggak akan bisa istirahat. Malahan Ara jadi nggak tenang dan kepikiran karena Leo nggak ada di samping Ara," kata Ara.


Bu Maria hanya geleng-geleng kepala, ia tahu jika membujuk Ara jawabannya akan seperti itu, maka dari itu ia pun membiarkan bu Amara yang membujuk Ara meskipun tidak berhasil.


"Iya tante, Tante tenang aja ya. Ara bisa kok jaga kondisi Ara," kata Ara.


"Iya Sayang, jawab bu Amara. Bu Amara pun membiarkan Ara sendiri, lalu ia menghampiri bu Maria.


"Benar ya kata kamu Mar, kalau Ara udah bersikukuh, dia sama sekali nggak mau dengerin apa kata kita," kata bu Amara.


"Ya kan aku udah bilang sama kamu Ra, aku juga udah pujuk dia, bahkan sahabat-sahabatnya yang datang ke sini juga udah pada mujuk, tapi sama sekali nggak ada yang berhasil. Ara itu kalau udah yakin, dia akan tetap sama pendiriannya, jadi nggak bakalan goyah sama sekali," kata bu Maria.


"Iya Mar, begitu sayang dan cintanya Ara terhadap Leo, aku cuma bisa berdoa semoga anak aku cepat sadar dan pernikahan mereka tetap berjalan seperti yang kita semua harapkan," ucap bu Amara dan mulai meneteskan air mata.

__ADS_1


"Aamiin, aku juga berharap seperti itu Ra," ucap bu Maria lalu memeluk sahabatnya itu.


...


"Cepat katakan, apakah benar Bos kalian itu adalah Tama Wijaya?" Tanya Polisi kepada dua preman yang merupakan orang suruhan Tama yang pada malam itu mengeroyok Leo.


"Saya tidak tau namanya Pak," kata preman 1.


"Jangan bohong kamu, kalau kamu? Apa iya kamu juga tidak tau?" Tanya Polisi kepada preman 2 pula.


"Saya juga tidak tau Pak siapa nama orang itu," jawab preman 2.


"Bagaimana bisa kalian tidak tahu namanya, sementara kalian bekerja sama dengan dia," bentak Polisi.


"Iya Pak kami benar-benar bersungguh-sungguh, dia hanya datang kepada kami dan memerintahkan kami untuk menjalankan apa maunya," kata preman 1.


Saat ini sana juga ada pak Ardi yang ikut mengintrogasi dua preman tersebut.


"Dasar baji**** kalian, saya pastikan kalian berdua akan mendekam di penjara selamanya," kata pak Ardi dengan sorotan mata yang sangat tajam, ia begitu murka melihat dua preman itu yang membuat anaknya saat ini menjadi koma.


"Ampuni kami Pak, kami hanya disuruh," ucap preman 1.


"Kalau begitu cepat katakan pada saya dan Polisi, siapa nama Bos kalian," kata pak Ardi.


Akan tetapi preman itu tetap membisu karena mereka memang benar-benar tidak tahu siapa nama Bos mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2