
"eh Bro apa-apaan loe kok kasar gitu sama sepupu gue...?"tanya Arka sembari menarik kerah baju Leo.
"lepasin"Ara menepis tangan Arka.
"Ara aku tau ya Leo ini tunangan kamu, tapi gak gitu juga dong bela yang salah"ucap Arka.
Sementara Leo hanya senyum mencibir mendapat perlakuan kasar dari Arka, Arka bersikap seperti itu karena ia tidak tahu bagaimana kelakuan bejat sepupunya itu.
"aku gak ngebelain yang salah Ka, harusnya kamu tanya ke Sepupu kamu ini apa yang udah dia lakuin sampai membuat Cinta gak nyaman dan pergi"ucap Ara dengan nada kesal.
"maksud kamu apa Ra.. ?"tanya Sarah yang membuatnya bingung begitu juga dengan yang lainnya.
"maksudnya tadi gue sama Ara ngeliat langsung di depan toilet, Cinta dan sepupu Arka ini lagi berantem, kita liat Arka menarik paksa pundak Cinta, dan gak hanya itu kita sempat dengar sedikit pembicaraan mereka"terang Leo.
Rolan tertunduk dan tampak ketakutan, sementara Arka dan yang lain masih di buat kebingungan.
"Rolan loe jelasin, apa benar yang Leo bilang tadi, kalau iya apa masalah loe sama Cinta...?"tanya Arka.
"iya gue emang ketemu sama Cinta tadi, Cinta itu temen lama gue"jawab Rolan gugup.
"bohong, kamu mau ngomong sendiri atau aku yang ngomong ke mereka"bantah Ara.
"Ra, sabar Ra"ucap Nadia.
"Kak Rolan yang jujur dong"pinta Aria.
"jangan-jangan cewek itu yang loe maksud...?"tanya Arka lagi.
Rolan menganggukkan kepala nya dengan pelan, Arka mengerti bagaimana perasaan Cinta saat bertemu lagi dengan pria yang sudah mengambil keperawanannya itu, wajar saja jika Cinta pergi dari sini.
Berbeda dengan Ara, ia menatap Rolan dan merasa ada yang tidak beres.
"Ka, kamu bawa sepupu kamu ini, kita ke rumah Cinta sekarang"ajak Ara serta menarik tangan Leo.
"aku ikut"ucap Beni.
"aku juga ikut"ucap Sarah dan Nadia bersamaan.
"aku juga ikut ya Kak"sambung Aria.
"enggak,Sar kamu yang punya acara jadi kamu harus tetap stay di sini"tolak Ara.
"Ara bener sayang, kita di sini aja ya"pujuk Bryan dan Sarah mengangguk.
"dan kamu Nadia mendingan kamu di sini aja ya,kondisi kamu belum stabil, kamu temenin Sarah, Aria juga harus tetap tinggal temenin Kak Nadia dan Sarah"pinta Ara.
"iya Kak"jawab Aria.
"sayang kesehatan kamu lebih penting, kamu percaya kan kalau Ara bisa menyelesaikan semua masalah"ucap Rio kepada Nadia.
__ADS_1
"iya sayang"jawab Nadia mengangguk.
"ayo Ben kamu ikut"ajak Ara.
Segera Ara, Leo, Arka, Rolan dan Beni beranjak dari lokasi pesta menuju ke rumah Cinta.
...
Ting.. tung.. ting.. tung... (suara bel rumah Bu Jasmine) akan tetapi tidak ada yang membuka pintu sehingga Pak Boby menghubungi Bu Jasmine lewat telfon.
"Halo"ucap Bu Jasmine saat menjawab telfon dari Pak Boby.
"Halo Bu Jasmine"ucap Pak Boby pula.
"iya ada apa Pak...?"tanya Bu Jasmine.
"begini Buk, saya ingin bertemu apa Ibu ada waktu, sekarang saya ada di depan rumah Ibu"ungkap Pak Boby.
"oh.. begini Pak, saya sedang tidak ada di rumah, saya ada di rumah sakit, sedangkan Nadia lagi ke rumah Sarah"terang Bu Jasmine.
"ke rumah sakit...?"tanya Pak Boby.
"iya, saya sedang melihat Dokter Herman"jawab Bu Jasmine.
"iya Bu saya sudah mendengarnya dari Arka, sebenarnya saya juga ingin melihat Dokter Herman, akan tetapi saya belum ada keberanian, apa boleh kalau sekarang ini saya ke sana Bu....? "tanya Pak Boby.
"ya sudah sampai ketemu nanti Bu"ucap Pak Boby.
Panggilan telfon terputus ,lalu Pak Boby bergegas melajukan mobil nya pergi menuju ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit...
Tok.. tok.. tok... (suara ketukan pintu)
Pak Boby mengetuk pintu ruang rawat inap Dokter Herman lalu masuk ke dalam.Pak Boby berjalan perlahan, sebenarnya ia malu bertemu dengan Bu Jasmine dan Dokter Herman,sementara Dokter Herman bersikap biasa saja karena sudah mendengar semuanya dari Bu Jasmine dan sudah memaafkan Pak Boby.
"Dokter Herman bagaimana kabar kamu...?"tanya Pak Boby.
"seperti yang kamu lihat saya sudah mulai membaik Pak Boby"jawab Dokter Herman.
"syukurlah, saya mau minta maaf sama kamu atas apa yang sudah saya lakukan ke Jasmine dan Nadia"ucap Pak Boby.
"kamu tidak salah minta maaf ke saya, harusnya kamu minta maaf nya ke Jasmine"ucap Dokter Herman.
"iya saya juga sudah minta maaf terlebih dulu dan Jasmine memaafkan saya"terang Pak Boby.
Bu Jasmine dan Dokter Herman tidak kuasa menahan tawa lalu melepaskannya.
Ha.. ha.. ha... (tawa Dokter Herman dan Bu Jasmine).
__ADS_1
Pak Boby sangat terkejut akan tawa itu, ia menatap Bu Jasmine dan Dokter Herman secara bergantian karena kebingungan.
"kalian kenapa tertawa... ?"tanya Pak Boby keheranan.
"Pak Boby sudahlah kenapa kamu kaku seperti itu, kita ini sahabat"ucap Dokter Herman.
Pak Boby sangat terharu mendengar kata sahabat, ia tidak menyangka masih di anggap sahabat oleh Dokter Herman, Pak Boby memeluk Dokter Herman dengan perasaan yang sangat terharu.
...
Ting.. tung... tok.. tok.. tok.. (suara bel dan ketukan pintu rumah Cinta).
"Cinta.. Cinta"panggil Ara dan yang lainnya secara bergantian.
"Ben gimana udah bisa di hubungin belum ponsel nya Cinta...?"tanya Ara.
"belum Ra"jawab Beni.
Ara dan Beni yang terlihat sangat khawatir, sementara Rolan hanya bersikap santai.
"Ka gue pergi aja ya, Cinta pasti gak mau di ganggu juga"ucap Rolan.
"enak aja loe, tetap di sini"perintah Arka.
"kalau loe mau tetap hidup loe harus tetap tanggung jawab sama apa yang udah loe buat"ancam Leo.
"cih songong amat loe"gumam Rolan angkuh.
"duh udah dong jangan pada berantem, sekarang ini kita harus fokus sama Cinta"ucap Ara.
"Ra, mungkin Cinta gak pulang ke rumahnya"ucap Beni.
"terus kemana...?"tanya Ara.
Beni hanya terdiam tidak tahu harus menjawab apa.
Dari kejauhan Cinta melihat Ara dan yang lainnya sedang berada di depan rumahnya, Cinta yang dalam kondisi setengah sadar akibat minuman berakohol yang ia beli tadi itu merasa sangat khawatir, ia takut akan di olok-olok oleh Ara dan yang lainnya setelah tahu kondisi nya saat ini.
"heh pasti mereka kesini mau ngejek karena aku udah gak virgin lagi, semua ini gara-gara cowok berengsek itu"gerutu Cinta sambil menunjuk Rolan.
Cinta berjalan sempoyongan hendak menyebrang jalan ke rumahnya,saat itu Beni yang sedang menoleh ke belakang melihat Cinta dari kejauhan serta ada truk yang melaju kencang ke arah Cinta.
"Cinta awas...."teriak Beni dan berlari menghampiri Cinta.
Din.. din.. din.. din (suara klakson truk)
"akh........ "teriak Cinta saat Truk sudah berada tepat di depan mata nya.
***
__ADS_1