
"Halo Sar, udah tau kan Nadia boleh pulang sore ini...?"tanya Ara lewat telfon.
"Halo Ra, iya tau kok tadi Nadia ngabarin"jawab Sarah.
"iya sama, mau jemput Nadia gak...?"tanya Ara.
"maaf Ara kayaknya aku gak bisa deh, soalnya hari ini Baby sister nya Kayla minta izin pulang cepat,mau pindah kos katanya, gak betah gitu lah di rumah Tantenya"ucap Sarah.
"oh gitu, ya gak papa dong biar aku aja entar ajak Leo kalau gak sibuk"ucap Ara.
"iya Ara, sampein salam dan maaf aku ke Nadia ya"ucap Sarah.
"iya pasti Nadia paham kok, lagian ada Rio juga kan pasti"ucap Ara.
"iya Ra"jawab Sarah.
"ya udah kalau gitu, bye..."ucap Ara.
"bye.."balas Sarah.
Lalu panggilan telfon terputus, setelah itu ada panggilan masuk dari Leo di ponsel Ara.
"sayang, aku baru aja mau nelpon kamu"ucap Ara saat menjawab telfon.
"oh ya, ada apa sayang...?"tanya Leo.
"kamu duluan deh yang ngomong"pinta Ara.
"aku mau ngabarin aja kalau hari ini aku lembur dan belum tau pulang jam berapa, kamu udah mau pulang kan, hati-hati ya sayang pulang nya"terang Leo.
"oh.. gitu, iya aku mau pulang sayang.Tapi aku mau jemput Nadia dulu, katanya udah boleh pulang.Tadi nya aku mau nelpon kamu karena mau ajakin ke rs bareng, tapi gak papa deh kalau kamu nya ada kerjaan"ungkap Ara.
"oh.. gitu ya sayang, syukur lah kalau Nadia nya udah boleh pulang. Maaf ya aku gak bisa temenin kamu, karena masih ada kerjaan yang harus selesai hari ini"ucap Leo.
"iya gak papa kok sayang aku ngerti, kamu yang semangat ya kerja nya, jangan kecapean"ucap Ara.
"makasih ya sayang, love you"ucap Leo.
"love you too"balas Ara.
"ya udah kalau mau jalan kamu hati-hati ya"ucap Leo.
"iya sayang, aku matiin dulu ya telfon ya, bye.."ucap Ara.
"bye sayang"balas Leo.
Dan panggilan telfon terputus.
__ADS_1
...
"Ma Dokter Herman gimana keadaannya..?"tanya Nadia.
"masih belum sadar Nad"jawab Mama Nadia.
"apa gak keterlaluan Ma kita pulang, sementara Dokter Herman masih berjuang untuk hidup"ucap Nadia.
"Nadia,masalah Dokter Herman biar jadi urusan Mama ya.Memangnya dengan kita di sini apa yang bisa kita perbuat, kamu juga belum sembuh, yang penting sekarang kamu udah boleh pulang dan bisa istirahat dengan tenang di rumah"ucap Mama Nadia.
"tapi Ma, gimana Nadia mau istirahat dengan tenang, sementara orang yang udah nyelamatin hidup Nadia masih terbaring tidak berdaya"ucap Nadia bersedih.
"Nadia"ucap Bu Jasmine.
"Tante, semua administrasi udah beres"ucap Rio yang baru saja masuk.
"makasih ya Rio"ucap Mama Nadia.
"Tante, tapi bukan Rio yang melunaskan tagihan rumah sakit, ini uang Tante juga di kembalikan"ucap Rio sembari memberi uang di dalam amplop coklat kepada Bu Jasmine.
"jadi siapa...?"tanya Nadia.
"Dokter Herman,sebelum operasi seluruh biaya sudah di perhitungkan dan di bayar lunas termasuk penginapan Nadia oleh Dokter Herman,bahkan ginjal yang sudah di donorkan juga tidak ia perhitungkan"ungkap Rio.
Bu Jasmine dan Nadia sangat terkejut mendengar ungkapan dari Rio tersebut.
"sayang,Dokter Herman memang orang yang baik,pasti dia tulus kok tanpa alasan menolong kamu"ucap Rio.
"gak mungkin sayang,pasti ada sesuatu yang buat Dokter Herman mau melakukan ini semua"ucap Nadia.
Bu Jasmine yang masih tidak percaya dan di buat bingung itu pun memutuskan untuk pergi.
"Mama mau kemana...?"tanya Nadia saat melihat Bu Jasmine akan pergi.
"Rio titip Nadia ya,Tante mau ke administrasi dulu"ucap Bu Jasmine.
"iya Tante"jawab Rio.
"sayang kamu tau gak apa selama Dokter Herman di sini ada keluarga nya yang datang buat jenguk atau jaga...?"tanya Nadia.
"setau aku gak ada, karena keluarga Dokter Herman ada di luar Negeri"jawab Rio.
"gak ada keluarga satupun di sini,saudara jauh gitu...?"tanya Nadia lagi.
"aku gak tau sayang, mungkin Tante Jasmine yang tau"jawab Rio.
"aku harus tanyain masalah ini ke Mama"ucap Nadia.
__ADS_1
...
"Kak Arka tumben agak telat pulangnya, Papa mana...?"tanya Aria.
"iya lagi ada kerjaan dikit tadi, Papa masih ada urusan"jawab Arka.
"oh...gitu toh, Kak gimana kabarnya Kak Nadia, udah pulang ke rumah apa belum...?"tanya Aria.
"gak tau,mudah-mudahan baik-baik aja"jawab Arka.
"Kak,Kakak kenapa...?semenjak Kakak pulang ke rumah kemaren, emang sama sekali gak ada kabar ya soal Kak Nadia, lewat WA gitu...?"tanya Aria lagi.
"kamu kenapa kepo banget sih, kalau kalau kamu penasaran banget sama keadaannya Nadia, kamu aja yang tanya ke dia"ucap Arka.
"sebenarnya aku udah tanya Kak ke Rio, sekalian ucapin makasih karena udah nolong aku kemaren, tapi gak ada jawabannya"ungkap Aria.
"ya udah itu artinya sama aja kan, kamu tahu dong kenapa Kakak juga sama sekali gak tau keadaan Nadia sekarang meskipun hanya lewat WA"ucap Arka.
"tapi Kak, seharusnya mereka tau lah gimana cara nya berterima kasih, kalau bukan karena Kakak belum tentu Kak Nadia selamatkan sekarang"ucap Aria.
"Adek ,jaga ucapan kamu. Kalau sampai Nadia atau yang lain dengar itu sama aja menganggap Kakak gak ikhlas nolongin Nadia"ucap Arka.
"aku yang salah ngomong atau memang Kakak sih yang terlalu baik..?"tanya Aria.
"udah lah, Kakak mau mandi dulu dan istirahat. Capek banget"ucap Arka.
Aria hanya terdiam dan membiarkan Kakak nya itu berlalu dari pandangan mata nya.
ting.. tung.. (suara bel rumah Arka)
Aria bergegas berjalan untuk membukakan pintu.
"Malam Aria... "sapa Rio saat melihat Aria membuka pintu.
"malam Kak Rio..."balas Aria tersenyum.
"aku ganggu gak...?"tanya Rio.
"gak kok Kak, ayo silahkan masuk"ajak Aria.
Rio mengikuti Aria masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"makasih ya Ar, oh ya gimana keadaan kamu...? maaf ya kemaren ninggalin kamu gitu aja"ucap Rio dan bertanya.
"aku baik-baik aja Kak, gak papa kok Kak aku udah tau sebabnya dari Kak Arka yang cerita,justru aku mau makasih banget sama Kakak karena waktu itu udah bawa aku ke rs"ucap Aria.
"iya Ar sama-sama, lagian itu bukan apa-apa kok, udah seharusnya aku ngelakuin itu"ucap Rio.
__ADS_1
***