Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-289


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa bengong?" Tanya Leo.


"Sayang, kamu beneran udah bangun? Kamu bangun Sayang," Tanya Ara berulang kali karena masih menganggap dia hanya bermimpi.


"Iya, aku udah bangun. Kenapa kamu terlihat syok kayak gitu sih, gak senang ya lihat aku bangun?" Kata Leo.


"Aku nggak lagi mimpi kan?" Tanya Ara. Ia mencubit pipinya sendiri untuk meyakinkan bahwa yang dilihatnya sekarang ini adalah kenyataan. "Aw …," rintihnya.


"Sayang, kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Leo yang tampak sangat khawatir.


"Aku nggak apa-apa, cuma terasa sedikit sakit aja sayang. Akhirnya kamu sadar juga dari koma," ucap Ara dengan mata berkaca-kaca, lalu memeluk Leo dengan erat. Leo pun membalas pelukan kekasihnya itu yang tak kalah eratnya.


"Sayang, makasih ya udah jadi orang pertama yang aku liat saat aku terbangun. Memang udah berapa lama aku koma?" Ucap Leo dan bertanya.


"Sama-sama Sayang, udah dua hari," jawab Ara. "Aku panggilin Dokter dulu ya."


"Iya Sayang," jawab Leo mengangguk.


Lalu Ara pun segera pergi dengan setengah berlari mencari keberadaan Dokter yang saat ini sedang berjaga malam. Karena kondisinya saat ini sudah larut malam yaitu pukul 01.00 dini hari, Ara memutuskan untuk tidak memberitahu keluarganya maupun keluarga Leo dan juga para sahabatnya, Ara berniat akan memberitahu mereka keesokan harinya. Lagipula yang ada dalam pikiran Ara saat ini ia ingin menemani Leo, hanya berdua. Bisa dikatakan Ara egois, tapi ia tak peduli karena sudah sangat merindukan tunangannya itu.


Setelah memeriksa Leo dan memastikan keadaan yang baik-baik saja, Dokter pun segera keluar dari ruang ICU. Dokter juga memerintahkan kepada Suster yang berjaga untuk memindahkan Leo ke ruang rawat inap pasien.


"Syukurlah Dok, terimakasih banyak ya Dokter," ucap Ara saat Dokter memberitahu kabar baik itu.


"Iya Mbak sama-sama, sebentar lagi Suster akan memindahkan Mas Leo ke ruang rawat inap dan Mbak Ara bisa menemaninya di sana," kata Dokter.


"Iya Dok," jawab Ara.


Tidak lama kemudian, Suster pun membawa Leo ke ruang rawat inap pasien VIP agar Leo bisa beristirahat dengan tenang dan tidak terganggu oleh pasien ataupun keluarga pasien lainnya.

__ADS_1


...


Malam pun berlalu berganti dengan indahnya sinar mentari pagi. Seperti biasa bu Amara akan datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya.


Setibanya di rumah sakit, ia kelimpungan mencari keberadaan Leo yang tidak ada di ruang ICU saat itu. Ternyata Ara yang ketiduran lupa untuk memberi kabar kepada keluarganya dan juga keluarga Leo juga dengan sahabat-sahabatnya. Akhirnya bu Amara pun mencari tahu keberadaan anaknya itu dengan bertanya kepada Suster yang sedang berjaga, Suster langsung saja memberitahu bahwa Leo sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Bu Amara sangat senang mendengar kabar bahagia itu, dia langsung menuju ruang rawat inap dimana tempat Leo dirawat.


Krek …


Bu Amara membuka pintu dan langsung saja masuk ke dalam. Ia melihat Leo yang saat itu masih tidur ditemani Ara yang juga sedang tidur di kursi samping ranjang anaknya itu. Bu Amara tersenyum, ia sangat lega karena ternyata anaknya sudah sadar dari koma dan kondisinya saat ini sudah mulai stabil.


"Sayang, akhirnya kamu sadar juga," kata bu Amara sembari mengelus pelan rambut Leo yang membuat Leo terbangun, tetapi tidak dengan Ara.


"Mami," ucap Leo.


"Hust … jangan bising," bisik bu Amara sembari menunjuk ke arah Ara.


Akan tetapi meskipun mereka berbisik, Ara tetap terusik dan terbangun karena tidurnya saat itu tidaklah senyaman di kamarnya.


"Gak apa-apa Sayang, nggak masalah kok. Tadinya Tante juga sempat bingung mencari keberadaan Leo, tapi setelah tau Leo udah sadar dan sudah dipindahkan ke sini, Tante merasa lega," ucap bu Amara tersenyum.


...


"Kamu hari ini nggak ke rumah sakit Pa?" Tanya Sarah.


"Iya rencananya ini mau ke sana, mumpung libur. Kamu mau ikut?" Jawab Bryan dan bertanya.


"Apa boleh? Kira-kira bakalan mengganggu Ara nggak ya?" Tanya Sarah.


"Ya bolehlah Sayang, sama sekali nggak ganggu. Kamu itu sahabat Ara, justru kalau kamu ke sana, kamu bisa temenin Ara, hibur dia supaya lebih sabar lagi menghadapi situasi saat ini," kata Bryan.

__ADS_1


"Iya, kamu benar juga," kata Sarah.


Saat itu Bryan mendapatkan sebuah pesan WhatsApp dari Arka yang mengabarkan bahwa Leo saat ini telah sadar, ia langsung saja memberitahukan kepada istrinya itu.


"Oh ya? Jadi Leo udah sadar? Ya udah kalau gitu aku ikut deh, aku juga mau liat leo," kata Sarah.


"Ya udah yuk, kita bilang dulu sama Ibu ya, sekalian titip Kayla," kata Bryan.


"Iya Pa," jawab Sarah.


Setelah berpamitan dengan bu Sinta dan juga menitipkan Kayla, Sarah dan Bryan pun berlalu meninggalkan rumah dan menuju ke rumah sakit.


Beni yang mendengarkan kabar tentang hal itu juga langsung bergegas ke rumah sakit bersama dengan Cinta, sementara anak mereka dititipkan kepada Neneknya yaitu bu Tania. Begitupun dengan Rio, dia juga langsung saja menyusul ke rumah sakit. Sedangkan Arka, Sherin dan Aria sudah terlebih dahulu berada di rumah sakit.


Tidak lama kemudian, mereka semua telah berkumpul, Sarah, Cinta, Aria dan Sherin sedang berada di ruang rawat inap Leo bersama dengan Ara. Sementara para pria sedang berada di luar ruangan untuk membahas sesuatu yang lain.


"Ka gimana? Lo udah tau dimana Tama dan Karina?" Tanya Rio. Memang mereka semua sudah tahu dari Arka tentang siapa dalang di balik ini semua.


"Belum, mereka udah pergi dari Jakarta sejak tau bahwa Polisi udah mencurigai mereka," jawab Arka.


"Sialan! Kemana lagi mereka," umpat Bryan.


"Tapi gue yakin, mereka pasti tetap stay di Indonesia," kata Rio.


"Ya lo benar, apalagi Polisi juga udah memblokir seluruh bandara untuk mereka. Jadi mereka nggak akan bisa kabur kemana-mana," kata Arka.


"Ya iyalah, kalau mereka kabur, sama aja mereka cari mati atau menyerahkan diri kepada Polisi," ujar Beni.


"Ya pokoknya gue harus temuin mereka berdua, bagaimanapun juga ini semua bersangkut paut dengan masalah gue. Gue juga dendam banget sama dia, dia udah hancurin hubungan gue sama Sherin, hancurin perusahaan gue dan dia malah mencelakai Leo gara-gara Leo dan Ara ngebelain gue. Liat aja, gue pasti bakalan bikin perhitungan sama mereka berdua. Sebelum mereka berdua masuk penjara, gue bakalan habisin dulu tuh si Tama dan Karina," kata Arka dengan tatapan penuh dendam.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2