Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-286


__ADS_3

"Ara kok kamu bengong? Apa itu benar?" Tanya Arka lagi.


"Arka, kamu tau dari mana soal ini?" Tanya Ara balik.


"Dari Om Ardi. Maaf ya Ara kita juga lagi ngebantu menyelidiki masalah Leo, jadi tadi Rio ke perusahaannya Om Ardi dan Om Ardi cerita masalah ini semua, apa mungkin ya kalau pengeroyokan Leo itu ada sangkut pautnya dengan masalah ini?" Kata Arka.


Ara pun tidak lagi dapat mengelak karena Arka sudah tahu tentang semuanya bahkan dari pak Ardi langsung. Ara langsung menceritakannya kepada Arka tentang kebenarannya.


"Jadi benar? Maafin aku ya Ra, tapi seharusnya kalian nggak perlu ngelakuin ini Ra. Leo pasti kayak gini sekarang gara-gara kalian membela aku, pasti Tama murka karena menganggap kalian ikut campur," kata Arka.


"Udah la Ka, nggak papa. Lagian ini bukan salah kamu kok. Tapi kalau memang benar Tama yang ngelakuin ini, aku pasti enggak akan tinggal diam," kata Ara.


"Kamu tenang aja Ra, aku, Rio, Bryan dan Beni juga ikut membantu menyelidiki kasus ini," kata Arka.


"Makasih banyak ya Ka. Aku harap Tama cepat ketangkap, begitu juga dengan orang-orang suruhannya," kata Ara.


"Iya Ara. Oh ya Ra, kalau aku boleh tau kamu tau masalah Tama yang udah mengacaukan perusahaan aku dari siapa?" Tanya Arka.


Ara terdiam, ia tidak sanggup menatap mata Arka yang terlihat sangat berharap Ara memberitahunya.


"Ra, please kasih tau aku," pinta Arka memelas yang membuat Ara tidak tega untuk menyembunyikannya lagi dari Arka.


"Tapi kamu jangan marah ya Ka, Aku tau ini semua dari Sherin," Jawab Ara.


"Jadi benar Sherin yang udah cerita sama kamu?" Tanya Arka.


"Iya Ka," jawab Ara.


"Ya udah, yang penting aku mau ngucapin makasih banget sama kamu dan Leo karena kalian lah investor itu tiba-tiba balik lagi menanam saham di perusahaan aku," ucap Arka. "Pengorbanan kalian benar-benar sangat berjasa Ra, sampai-sampai Leo harus koma kayak gini, aku jadi ngerasa bersalah banget," kata Arka menundukkan kepalanya.


"Ka, aku udah bilang kan kalau ini bukan salah kamu, kamu nggak perlu ngerasa bersalah kayak gitu. Dan perlu kamu tau, bukan aku yang buat investor itu balik ke kamu, aku ngelakuin ini cuma mau kasih pelajaran buat Tama aja," kata Ara.


"Maksud kamu apa Ra?" Tanya Arka.


"Iya Ka, jadi Sherin yang sebenarnya udah buat investor itu balik lagi," jawab Ara.

__ADS_1


"Sherin ...?" Tanya Arka mengulangi ucapan Ara.


"Iya Ka, Jadi sebenarnya ...,"


Ara pun menceritakan masalah sebenarnya kepada Arka, tentang ancaman Tama kepada Sherin. Arka mengepal erat kedua tangannya, wajahnya memerah menahan emosi, ia kesal dan sakit hati mendengar apa yang telah Tama lakukan terhadap Sherin. Jadi ternyata selama ini Sherin meninggalkannya dan melakukan semua itu karena demi dirinya, sementara dia malah berprasangka buruk terhadap Sherin, wanita yang telah rela berkorban untuknya itu.


"Sherin maafin aku ya, aku janji akan memperbaiki semua kesalahan aku," gumam Arka dalam hati.


"Ra, makasih banyak ya kamu udah kasih tau tentang ini semua sama aku. Aku mau cari Sherin dulu ya, aku mau tanya kejelasannya sama dia. Aku juga mau minta maaf sama dia Ra," kata Arka.


"Iya Ka, secepatnya. Aku kasian sama Sherin, sebenarnya udah lama aku mau ngomong ini sama kamu, tapi Sherin ngelarang aku Ka," kata Ara.


"Iya Ra, sekarang juga aku akan pergi cari Sherin. Mudah-mudahan Leo cepat sadar ya, kabarin aku tentang berita apapun itu," kata Arka.


"Iya Ka, hati-hati ya," ucap Ara.


"Iya Ra," jawab Arka, lalu ia pun pergi dari rumah sakit.


...


"Nggak mikirin apa-apa kok Nek, Sherin cuma lagi ngantuk aja," jawab Sherin beralasan.


"Yang benar? Kamu nggak lagi bohong kan sama Nenek?" Tanya sang nenek.


"Nggak Nek, Sherin nggak bohong. Beneran gak ada apa-apa kok Nek," jawab Sherin.


"Oh ya udah," kata nenek.


"Udah siang, sekarang kita masuk ya Nek, waktunya makan siang dan minum obat, biar Sherin ambilin Nenek makanannya dulu, Nenek tunggu di kamar aja ya," kata Sherin lalu membawa Nenek masuk ke dalam kamarnya.


Setibanya di kamar, langsung saja Sherin mendudukkan nenek tersebut di sebuah kursi yang berada di dalam kamar nenek itu, lalu Sherin pun keluar menuju ke dapur. Tidak berapa lama kemudian, Sherin kembali dengan membawakan makanan dan juga minuman beserta obat untuk sang nenek.


Tok … tok … tok …


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nenek, Sherin pun segera membukakan pintu untuk orang tersebut yang ternyata adalah pelayan.

__ADS_1


"Ada apa Mbak?" Tanya Sherin.


"Ini Mbak, ada yang cariin Mbak Sherin di depan," kata pelayan itu.


"Siapa Mbak?" Tanya Sherin.


"Saya gak tau Mbak, yang jelas orang itu laki-laki, katanya dia mau bertemu dengan Mbak Sherin," kata pelayan.


"Oh … ya udah Mbak, kalau gitu suruh dia nunggu sebentar ya Mbak, entar lagi saya ke sana," kata Sherin.


"Ya Mbak," jawab pelayan.


"Makasih ya Mbak," ucap Sherin.


"Iya Mbak sama-sama," jawab pelayan tersebut, lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan kamar nenek dan melanjutkan aktivitasnya.


"Sherin, mendingan kamu temui dulu siapa orang yang ingin bertemu sama kamu itu, siapa tau ada hal penting sampai dia jauh-jauh nyusul kamu ke sini," kata nenek.


"Iya Nek, Nenek nggak apa-apa kan Sherin tinggal sebentar," kata Sherin.


"Iya enggak apa-apa, kamu pergi aja ya dulu," kata nenek.


"Iya Nek," jawab Sherin diiringi dengan anggukan kepalanya, lalu ia pun bergegas menemui siapa orang yang hendak bertemu dengannya itu.


"Kira-kira siapa ya yang mau ketemu sama aku? Kan yang tau aku kerja di sini nggak banyak, orangnya laki-laki? Apa jangan-jangan? Ah nggak mungkin lah itu Arka, Sherin-Sherin mikir apa sih kamu," gumam Sherin, lalu membuang pikirannya itu jauh-jauh.


Sherin segera menemui orang tersebut, ia sangat terkejut karena ternyata dugaannya benar, yang datang ingin menemuinya saat ini adalah Arka, saat ini dia tidak tahu bagaimana statusnya dengan pria tersebut.


"Arka?" Ucap Sherin.


"Sherin," ucap Arka dan langsung saja memeluk sang Kekasih. Sherin terkejut akan perlakuan Arka itu, ia bingung apa yang sedang terjadi saat ini.


"Arka, ada apa?" Tanya Sherin.


Bukannya menjawab, akan tetapi Arka malah memeluk Sherin lebih erat lagi. Sherin yang saat itu tidak mengerti pun tetap membalas pelukan Arka, karena sesungguhnya ia sangat merindukan kekasih yang saat ini sedang berada di pelukannya itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2